Monday, August 9, 2010

World Cup 2010 (Serial 17) Netherlands vs Japan

Serial World Cup 2010 (17)
Serial Piala Dunia Afrika Selatan 2010

Belanda vs Jepang
Kedua Tim Bakal Saling Serang
Oleh : John Halmahera
Published by Sinar Harapan daily news 19 Juni 2010

Arjen Robben motor serangan paling penting bagi Belanda masih tandatanya bisa turun tanding lawan Jepang Sabtu malam WIB di stadion Moses Mabhiba, Durban. Bintang klub Bayern Munich itu sudah berada bersama skuad dan berlatih bersama namun untuk boleh tanding harus seijin dokter team. Sampai saat ini Robben masih harus menjalani eksersais penyembuhan otot pahanya. Absennya Robben jelas suatu kehilangan besar bagi skuad Oranje karena spesialis wing yang cepat, gesit dengan driblingnya yang berani merupakan bagian paling penting dalam serangan Belanda dan menjadi momok bagi setiap pertahanan lawan.
Kendala lain yang mungkin menghadang Belanda selain absennya Robben adalah terik matahari jam 13.30 waktu Afrika. Pada pertandingan pertama ketika menghadapi Denmark pada jam yang sama (13.30) namun di kota berbeda, di Johannesburg, tampak betapa pemain Belanda tak mampu mengembangkan permainan dalam tempo tinggi sebagaimana biasanya jika mereka melancarkan pola attacking-footballnya. Tapi mungkin saja kendala ini sudah teradaptasi oleh seluruh pemain sehingga tidak lagi menjadi hambatan menghadapi Jepang.
Pertandingan hari kedua bagi kedua tim sangat penting setelah masing-masing mengantongi nilai tiga, Belanda meraih dari Denmark 2-0 dan Jepang atas Kamerun 1-0. Sementara ini Belanda memimpin klasemen grup E karena unggul gol dari Jepang. Dalam situasi begini, biasanya kedua tim akan berupaya keras meraih kemenangan, karena dengan nilai enam sudah cukup untuk lolos ke putaran dua sekaligus memimpin grup. Maka bisa dipastikan Belanda akan memainkan pola menyerang dalam formasi 4-3-3 sedangkan Jepang mungkin menerapkan pola 4-4-2 dengan sedikit menarik diri untuk bertahan tetapi berupaya melancarkan serangan balik.
Rasanya pelatih Bert Van Marwijk akan mainkan line-up kemarin. Kiper Maarten Stekelenburg, wingback kanan Gregory Van Der Wiel dan bek kiri kapten Giovanni Van Bronckhorst serta dua centreback John Heitinga dan Joris Mathijsen. Gelandang bertahan dan juga penyeimbang tim, Mark Van Bommel dan Nigel De Jong atau Demy De Zeeuw mendampingi playmaker Wesley Sneijder. Tiga penyerang Robin Van Persie, Rafael Van DerVaart dan Dirk Kuyt. Pilihan lain di lini depan Ibrahim Afellay dan Eljero Elia untuk tugas sayap, Klaas Jan Huntelaar untuk posisi penyerang tengah.
Pertandingan akan menarik, artinya bukan lagi permainan berat sebelah macam Brazil mengurung Korea Utara yang menerapkan pertahanan berlapis 9 sampai 10 pemain. Jepang tidak akan bertahan seperti itu, namun skuad “blue samurai” ini akan cenderung bertahan dengan kesiapan pemain sayap macam Daisuke Matsui dan Shinji Okasaki menerobos rusuk kiri atau kanan Belanda yang kosong lantaran wingback Van Bronckhorst atau Ven Der Wiel yang naik membantu serangan terlambat turun.
Lowongnya rusuk pertahanan selalu menjadi ciri kelemahan tim yang menerapkan pola serang dan selalu rentan terhadap serangan balik. Keadaan berbahaya bagi Belanda bisa terjadi karena pemain Jepang seperti juga Korea dan tim Asia Timur dikenal memiliki kecepatan atau speed endurance yang tinggi untuk high-level football. Kalau kita cermati rata-rata klub J-League (kompetisi profesional Jepang) memiliki kelebihan dalam counter-attack lewat sayap.
Pelatih Jepang Takeshi Okada makin percaya diri dan yakin timnya akan menembus putaran dua, artinya bisa menahan draw Belanda sudah bagus, apalagi jika berhasil mencuri kemenangan. Bahwa tim underdog bisa menumbangkan tim unggulan sudah bukan sesuatu yang mustahil. Tim juara dunia Perancis dihukum Mexico dua gol tanpa balas. Jerman dikalahkan Serbia. Juara Eropa 2008 Spanyol dikalahkan Swiss. Maka sebaiknya Belanda juga harus waspada. Apalagi ketika tampil lawan Denmark meskipun menang 2-0 namun tim Oranje bermain dibawah form terbaiknya.
Resep pelatih Serbia Radomir Antic dengan melakukan pressure serta memancing emosi lawan, ternyata mampu membuat permainan Jerman tidak mulus. Resep ini bisa saja ditiru Takeshi Okada untuk membendung permainan Belanda yang di atas kertas, kualitasnya memang lebih unggul. Pemain Jepang dengan posisi underdog bisa main tanpa beban, jika trik memancing emosi para pemain Oranje berjalan mulus bukan tak mungkin Belanda mengalami nasib sama dengan Jerman.
Dalam hal ini peranan kapten Giovanni Van Bronckhorst sangat menentukan sukses tidaknya misi merebut kemenangan atas Jepang. Gelandang yang kemarin sudah mencapai 100 caps membela Oranje selama ini bisa mengendalikan emosi diri sendiri dan teman-temannya, seperti ketika melawan Denmark. Ketika Sneijder Cs mulai dilanda frustasi akibat udara tipis, cuaca terik dan kedisiplinan Denmark bertahan, sang kapten Bronckhorst berhasil membawa skuadnya lebih tenang dan tidak terburu-buru.
Diatas kertas jika Belanda bisa mengendalikan tempo dan memainkan pola menyerang dengan performans terbaiknya, saya kira skuad Bert Van Marwijk bisa memenangkan pertandingan. Alasannya, kualitas dan pengalaman main di high level competition pemain-pemain Oranje berada diatas para pemain J-League termasuk juga legiun asing Jepang yang main di klub-klub luar. Bagaimanapun juga pengalaman tanding Wesley Sneijder Cs di klub-klub Eropa masih jauh lebih kompetitif dibanding klub-klub Asia. ***

No comments: