Monday, August 9, 2010

World Cup 2010 (serial 20) Group A and Group B

Serial World Cup 2010 (20)
Serial Piala Dunia Afrika Selatan 2010

Penentuan di Grup A dan B
Empat Pertandingan Seru
Oleh : John Halmahera
Published by Sinar Harapan daily news 22 Juni 2010

Hari Selasa akan ada 4 pertandingan dari grup A dan B. Selasa jam 16.00 waktu Afrika atau 21.00 WIB saat bersamaan digelar dua pertandingan grup A, Perancis vs Afrika Selatan dan Mexico vs Uruguay. Hari Selasa waktu Afrika jam 21.00 atau hari Rabu jam 01.30 WIB dua pertandingan grup B pada waktu bersamaan, Nigeria vs Korea Selatan dan Yunani vs Argentina.
Pertandingan penentuan grup, dua tim lolos dan dua tersingkir diselenggarakan pada waktu bersamaan di 2 stadion berbeda untuk menghindari “main mata”. Ketentuan FIFA ini mulai berlaku pasca Piala Dunia 1982 ketika Austria “main mata” sengaja kalah 0-1 pada Jerman Barat (kini Jerman) untuk bersama-sama lolos ke putaran dua sekaligus menyisihkan Aljazair.
Waktu itu (1982) partai Jerman Barat versus Austria berlangsung dua jam setelah usainya partai kemenangan Aljazair 3-2 atas Chili. Mengumpukan nilai 4 Aljazair punya peluang lolos, Austria nilai 4 dan Jerman Barat nilai 2. Waktu itu nilai menang masih dihitung 2. Jerman Barat akan tersisih kalau kalah atau draw. Austria tersisih kalau kalah lebih dari 3 gol. Maka terjadilah main mata, Jerman Barat menang 1-0 yang otomatis menyingkirkan Aljazair. Bukan hasil itu yang menjengkelkan penonton, tetapi jalannya pertandingan. Setelah terjadi gol tunggal itu, kedua tim bermain santai, seakan sepakat menyudahi pertandingan dengan hasil tersebut. Media dunia bahkan pers Jerman dan Austria mengecam habis timnya sendiri menuduhnya memalukan. Itulah skandal besar!
Di grup A Piala Dunia 2010 hampir pasti Uruguay dan Mexico lolos. Keduanya (nilai 4) bisa saja main aman dan hasilkan draw. Kebetulan sama-sama berbahasa Spanyol, keduanya bisa komunikasi, main serius di lapangan tengah tapi tidak mencetak gol. Atau jika salah satu tim mencetak gol maka dia akan membuka peluang lawan menyamakan skor. Tidak ada aturan FIFA yang membatasi asalkan keduanya main serius, yang ada hanya kritik pers Afrika Selatan yang menuduh kedua tim menciderai sportifitas. Pertandingan di stadion Rustenburg itu 99 persen akan berakhir draw dan yang akan menimbulkan tangis panjang rakyat Afrika Selatan.
Perancis dan Afrika Selatan, salahnya sendiri karena tampil di bawah form, hanya meraih nilai 1 dari hasil draw dan kalah. Pertandingan di Bloemfontein akan berjalan keras demi kehormatan, karena menang pun tidak ada gunanya jika hasil di kota Rustenburg berakhir draw. Dan jika hitungan ini benar, maka untuk pertama kali dalam sejarah World Cup tim tuan rumah gagal lolos ke putaran dua, lalu Afrika Selatan dan Carlos Parreira tercatat dalam sejarah sebagai pecundang yang terpuruk. Tapi Perancis dan Afrika Selatan masih berpeluang lolos jika Mexico dan Uruguay main “fight” dan salah satu jadi pemenang untuk menghindar dari juara grup B yakni hampir pasti Argentina. Itupun salah satu tim tuan rumah atau Perancis harus menang dengan selisih gol besar, apakah itu mungkin?
Partai penentuan di grup B akan ketat dan mendebarkan. Argentina dengan nilai 6 belum 100 persen lolos, masih terbuka peluang tersingkir jika kalah dari Yunani 3 gol lebih dan pada saat sama Korsel menang 3-0 atas Nigeria, maka Yunani dan Korea Selatan yang lolos. Jadi semua bisa terjadi pada malam nanti atau dini hari 01.30 WIB. Argentina versus Yunani di Polokwane dan Nigeria kontra Korea Selatan di Durban.
Kecuali Maradona dan skuadnya “mabuk” saya pastikan Argentina tidak akan kalah 3 gol dari Yunani. Bahkan bisa saja untuk menjaga performa tim, Maradona akan terapkan strategi menang alias menyerang dan mencetak gol. Tampaknya Argentina hampir pasti lolos sebagai juara grup, karena nilai 6 dengan gol positif 4 sulit untuk disaingi 3 rivalnya.
Partai Nigeria versus Korea Selatan ibarat final “to live or die” siapa kalah tersingkir. Kalau draw, Korea Selatan masih bernafas tergantung hasil Argentina vs Yunani. Kalau draw, Nigeria harus angkat koper, pulang. Inilah partai krusial bagi kedua tim.
Nigeria “Super Eagles” punya kemampuan mencetak gol dengan materi handal macam Obafemi Martins, Yakubu Aiyegbeni, Peter Odemwingie dan pemain muda Victor Obinna dan Ikechukwu Uche serta veteran Nwankwo Kanu. Tapi strategi Lars Lagerback bisa saja mencadangkan Kanu, Martins seperti di partai lawan Yunani kemarin. Masih tanda tanya Lagersback akan memainkan line-up dan strateginya, tampaknya akan ada perubahan line-up dan strategi setelah dua partai kemarin kalah terus, 0-1 dari Argentina dan 1-2 dari Yunani.
Beberapa pemain Nigeria tidak perlu kalah dari materi skuad Huh Jung Moo, kiper klub Hapoel Tel Aviv sudah membuktikan kehebatannya mengawal gawang, kapten Joseph Yobo (Everton), gelandang Monaco Lukman Haruna, penyerang Everton Yakubu Ayegbeni. Gelandang pengalaman yang lama main di Eropa dan kini di Portsmouth Nwankwo Kanu bahkan belum semenit pun dimainkan, sedangkan penyerang klub Wolfsburg Obafemi Martins hanya sekali jadi pengganti Victor Ibina di menit 52 partai lawan Argentina. Belum pasti line-up apa yang akan diturunkan Lars Lagerback, pelatih yang mungkin merupakan salah pilih Federasi Nigeria.
Nigeria akan menyerang dengan strategi ofensif, mencetak gol. Di kubu Korea Selatan, Huh Jung-Moo pastikan akan menyerang. “Kami tidak akan bertahan,” kata Jung Moo. Tapi mungkin saja itu “kebohongan strategi” namun saya cenderung menilai Korea justru lebih bebenah dan merapatkan pertahanan sambil mencari celah untuk menyerang. Dengan asumsi Argentina tidak akan kalah dari Yunani maka hasil draw cukup untuk Korea Selatan lolos ke babak 16 Besar. Bahkan seandainya partai Argentina berakhir draw maka hasil draw juga mengantar Korea Selatan ke putaran dua.
Partai ini adu strategi antara dua pelatih dan kecerdikan para pemain memainkan pola menyerang di lapangan. Apakah Lagersback masih mempertahankan line-up yang tidak meyakinkan itu, ataukah mau mengubah line up dan strategi dengan memainkan lebih awal Martins dan Kanu. Partai ini sulit diperkirakan. Tetapi peluang Nigeria atau Korea Selatan keluar sebagai pemenang hampir berimbang dengan hasil draw. Sejarah 3 kali pertemuan dua tim, Korea Selatan menang 2 kali dan 1 draw dengan gol memasukkan 5 dan kemasukkan 3 gol, bukan jaminan Korea Selatan akan keluar sebagai pemenang. Fifty-fifty. Just wait and see.
Partai Argentina versus Yunani mungkin menjadi partai perpisahan bagi Yunani. Karena di atas kertas skuad albiceleste asuhan Maradona sulit ditaklukkan. Mungkin saja Maradona akan mainkan beberapa cadangan untuk memberi pengalaman mencicipi atmosfir Piala Dunia, untuk kesiapan partai laga berikutnya. Namun satu hal yang saya yakini, Maradona tidak akan mau menurunkan line-up cadangan yang asal-asalan. Itu akan merusak ritme kemenangan timnya yang sudah mulai menanjak. Boleh saja dia turunkan dua tiga pemain cadangan tapi strategi menang menjadi prioritasnya. Peluang Argentina menang cukup besar sama besar dengan peluang draw.


***

No comments: