aSerial World Cup 2010 (24)
Serial Piala Dunia Afrika Selatan 2010
Jerman vs Inggeris
Antisipasi “perang psikologis”
Oleh : John Halmahera
Published by Sinar Harapan daily news 26 Juni 2010
Setelah Perancis dan Italia pulang kampung, besok hari Minggu malam satu lagi tim juara dunia akan tersingkir. Salah satu diantara Jerman atau Inggeris. Dua tim ini akan tarung dalam perebutan tiket ke babak perempat final di stadion Mangaung Bloemfontein. Babak 16 Besar yang digelar dalam sistem knock-out hanya mengenal satu pemenang. Jika terjadi draw, akan ada extra-time. Jika masih saja draw maka adu pinalti.
Pertemuan dua tim juara ini terlalu dini. Adalah Donovan, gelandang serang USA, yang mencetak gol di injury-time ke gawang Aljazair telah mengubah kedudukan grup C. Diluar dugaan USA memuncaki grup, Inggris di posisi runner-up. Slovenia yang tadinya sudah gembira di posisi runner-up grup mendadak merosot dan terlempar dari Piala Dunia akibat gol semata wayang USA itu.
Pertandingan Inggeris versus Jerman merupakan big-match yang mendebarkan kedua kubu. Tak disangkal baik Fabio Capello maupun Joachim Low meskipun was-was dan tegang namun telah merancang strategi untuk dimainkan skuadnya. Jerman kena pukulan mengejutkan ketika kalah 0-1 dari Serbia namun bangkit kembali, memukul Ghana 1-0 dalam partai penentuan. Joachim Low mengharap timnya bisa tampil dalam performans terbaik, minimal seperti penampilan di partai perdana melumat Australia 4-0.
Tiga pemain, Bastian Schweinsteiger, Mesut Oezil dan Jerome Boateng yang cidera ketika lawan Ghana diharapkan bisa pulih dan tampil hari Minggu besok. Asisten coach Hans-Dieter Flick masih menunggu kepastian dari tim dokter recoverynya Schweini (Schweinsteiger) dan Jerome, sedangkan Mesut Oezil si pencetak gol tunggal ke gawang Ghana dipastikan bisa masuk line-up starter. Jika semua pemain dalam keadaan fit, Low akan menurunkan line-up the winning-team. Kiper Neur, empat defender Lham, Mertesacker, Badstuber, Friedrich. Tiga gelandang Oezil, Schweinsteiger, Khedira. Tiga penyerang Mueller, Klose dan Podolski. Jika Schweini belum pulih, satu pukulan bagi Jerman, posisinya diisi pemain muda Bayer Leverkusen, Toni Kroos.
Jerman tetap mewaspadai Inggeris. Meskipun tampil tidak mengesankan dalam dua pertandingan awal dan mulai bangkit di pertandingan lawan Slovenia, skuad Capello belum memperlihatkan performans yang semestinya. Tetapi bagaimanapun juga Jerman tetap menganggap Inggeris rival berat dan kandidat juara 2010. Bisa saja Inggeris tampil dalam performans terbaiknya, itulah yang diwaspadai skuad Jerman. Rooney yang dalam tiga pertandingan mandul dan tidak dalam performans terbaiknya bisa saja kembali menggila sebagai striker berbahaya.
Dua tim ini cukup dimalui di Eropa dan pertarungan antara keduanya menjadi berita besar, bahkan seandainya hanya friendly match. Maka partai di Bloemfontein 2010 ini sudah menyedot perhatian pers dunia. Tiga partai lain di hari Sabtu dan Minggu, Uruguay vs Korea Selatan, Argentina vs Mexico, dan USA vs Ghana, menjadi nomor dua.
Fabio Capello berhasil memulihkan keretakan internal timnya sehingga tim bisa tampil cukup lumayan memenangi partai lawan Slovenia. Kini keretakan sudah jadi masa lalu, keharmonisan tim menjadi perhatian semua anggota skuad. Steven Gerrard Cs telah berlatih dengan gembira dalam persiapan menghadapi Jerman. Capello tampaknya akan menurunkan line-up : James, A Cole, Terry, Carragher, Johnson, Milner, Lampard, Gerrard, Barry, Rooney dan Defoe.
Partai ini bakal seru dan imbang. Keduanya akan main menyerang untuk memburu gol lebih dini.
Kedua tim bahkan telah mulai berlatih dengan tendangan pinalti, jaga-jaga jika hasil draw sampai extra-time sehingga harus ditentukan adu-pinalti. Rekor internasional antara kedua tim, dalam 27 pertemuan, Inggris menang 12, kalah 10 dan draw 5 selisih gol 47-34. Rekor ini bukan jaminan. Sulit untuk prediksi pemenangnya. Mungkin hasilnya draw.
Hari Minggu besok juga berlangsung partai menarik antara wakil Conmebol Argentina yang juara dunia 2 kali (1978, 1986) menghadapi wakil Concacaf Mexico. Skuad Diego Maradona akan memainkan skema menyerang dengan tiga striker handalnya Higuain, Messi dan Tevez. strategi Maradona memberi Messi ruang gerak yang bebas dan luas, telah menjadikan Messi “hidup” dan menjadi “duri” bagi pertahanan lawan. Dia belum mencetak gol tetapi hampir semua gol Argentina diawali gerakan eksplosifnya.
Tetapi Mexico yang dimotori defender Barcelona, Rafael Marquez akan memberikan perlawanan ketat. Permainan pressure skuad asuhan Javier Aguirre ini akan dimulai dengan mengawal ketat Messi dan menutup ruang gerak Juan Veron atau Maxi Rodriguez. Bertahan dengan baik dan ketat dan menyerang dengan permainan cepat, Mexico mengandalkan striker Galatasaray usia 21 tahun, Giovani Dos Santos sebagai penggerak tim. Argentina berpeluang menang.
Dua partai hari Sabtu malam nanti tidak kalah seru. Uruguay, juara dunia masa lalu (1930, 1950) dan semifinalis di Mexico 1970 mengalami kemajuan signifikan ditangan Oscar Tabarez pasang target menembus final. Uruguay sudah lama terpuruk, kredibilitas sebagai tim juara hanya dicapai di pentas Copa America, begitu main di luar benua, Uruguay tak mampu berbuat banyak. Citra inilah yang sedang diubah Tabarez dan skuadnya. Saatnya di 2010 Uruguay bangkit.
Lawannya di Port Elizabeth Sabtu malam nanti, Korea Selatan adalah tim yang tidak mudah ditundukkan. Korea memiliki semangat pantang menyerah, materi pemain dengan speed dan power yang mumpuni yang tidak kalah dari Uruguay. Keduanya punya ambisi besar, Korea ingin membuktikan mereka juga bisa prestasi di luar kandang, masuk semifinal seperti 2002 di depan publik sendiri. Uruguay ingin menutup sejarah kelamnya dan membuka lembaran baru. Partai ini akan berlangsung keras dengan peluang menang di kubu Uruguay.
Ambisi Pantai Gading lolos ke 16 Besar gagal meskipun menang 3-0 atas Korea Utara. Grup ini meloloskan Brazil sebagai pemuncak grup dan Portugal sebagai runner-up maka wakil Afrika hanya menyisakan Ghana. Sabtu malam nanti di Rustenburg, Ghana akan menghadapi USA. Tidak hanya untuk negara sendiri tetapi Ghana juga berjuang untuk Afrika dan mengharapkan dukungan segenap warga Afrika. Harga diri dan kehormatan Afrika menjadi beban bagi Ghana.
Sedangkan USA dikenal sebagai tim yang akan “fight” sampai detik-detik terakhir. Dalam beberapa pertandingan USA seringkali mencetak gol di menit-menit akhir. Daya juang dan ketahanan fisk serta stamina yang dirangkum dalam kesatuan dan kebersamaan menjadi kekuatan tim USA. Ciri main skuad besutan Bob Bradley ini, main agresif dan ofensif memburu gol dan mengawal pertahanan tanpa kompromi. Bukan mustahil USA yang menang. ***
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment