Monday, August 9, 2010

World Cup 2010 (seri 23) Cile vs Spain

aSerial World Cup 2010 (23)
Serial Piala Dunia Afrika Selatan 2010

Cile vs Spanyol
Cile Siapkan “kuburan” untuk Spanyol?
Oleh : John Halmahera
Published by Sinar Harapan daily news 25 Juni 2010

Afrika Selatan 2010 pentas terkuburnya para juara dunia. Sampai dengan hari Kamis malam kemarin sudah dua juara dunia angkat koper. Juara dunia 1998 Perancis pulang kampung sebagai juru kunci grup A hanya draw lawan Uruguay di hari pertama kemudian kalah beruntun 0-2 dari Mexico, 1-2 dari Afrika Selatan. Dari grup ini Uruguay dan Mexico lolos ke babak 16 Besar.
Kamis malam kemarin, juara dunia 4 kali Italia (1934, 1938, 1982, 2006) ditekuk Slovakia 2-3 dan berakhir di posisi juru kunci grup B. Pertandingan pertama 0-0 lawan Paraguay, kemudian draw 1-1 lawan Selandia Baru dan klimaksnya digusur Slovakia dalam partai menegangkan. Dari grup ini Paraguay dan Slovakia lolos.
Lima juara dunia lainnya berhasil lolos ke babak 16 Besar, Argentina, Uruguay, Inggeris, Jerman dan Brazil. Masih menyisakan satu pertandingan tetapi seleccao asuhan Dunga telah memastikan lolos ke babak 16 Besar.
Dari grup G Portugal pun sudah 99 persen lolos, menyusul Brazil. Rival dekatnya, Pantai Gading butuh “keajaiban” untuk bisa merebut tiket yang sudah ditangan Portugal. Skuad asuhan pelatih Sven Goran Eriksson harus menang dari Honduras dengan selisih gol besar dan mengharap Brazil memukul Portugal dengan skor besar. Hitungan itu sangat mustahil bisa terjadi.
Pantai Gading ketinggalan gol minus 2 agak mustahil bisa mengejar gol plus tujuh Portugal. Jadi boleh dikata 2 partai di grup G ini hanya perebutan juara grup antara Brazil versus Portugal di kota Durban jam 21.00 WIB. Sedang Pantai Gading versus Korea Utara menyangkut kehormatan dan kebanggaan khususnya bagi skuad chollima asuhan pelatih Kim Jong-Hun.
Posisi sudah lolos ke putaran 16 Besar sering kali menempatkan pelatih pada dua pilihan. Main dengan line-up the winning team atau mengistirahatkan beberapa pilar dan memberi kesempatan main pada pemain cadangan. Diego Maradona telah melakukan itu, menurunkan line-up kedua, hampir 6 pemain pilarnya diistirahatkan.
Apakah Brazil dan Portugal akan memainkan skenario seperti Argentina, ataukah main dengan segenap kekuatan untuk memenuhi ambisi menang dan merebut posisi juara grup yang mungkin saja akan menghindar dari Spanyol jika skuad Vicente Del Bosque ini sukses memuncaki grup H. Karena juara grup H akan tanding lawan runner-up grup G di babak 16 Besar.
Di grup H unggulan Spanyol terdampar pada situasi membahayakan. Ancaman serius datang dari Chili, tim besutan pelatih Argentina Marcelo Bielsa. Partai yang akan dipimpin wasit Mexico Marco Rodriguez di stadion Loftus Versfeld, Tshwane Pretoria, bisa jadi kuburan bagi Spanyol atau jadi ajang pesta kegembiraan lolos ke putaran 16 Besar. Hasil kalah atau draw maka La Roja Espana sudah pasti tersingkir jika Swiss bisa menundukkan Honduras. Maka tidak ada jalan lain bagi Spanyol melainkan menang atas Chili.
Bagaimana dengan Chili? Jika kalah dari Espana dan pada saat yang sama di stadion Mangaung Bloemfontein Swiss sukses mengalahkan Honduras, maka skuad Marcelo Bielsa tersisih. Fakta ini mendorong Spanyol seperti juga Chili akan “fight all out” memenangkan pertandingan. Rekor selama ini tim dari negeri Matador itu menang 6 kali dan satu draw dalam 7 pertemuan dengan Chili, dengan mencetak 18 gol dan hanya kemasukkan 3 gol. Tapi rekor ini bukan jaminan bagi Spanyol untuk menang.
Saat ini para pemain Chili memiliki percaya diri tinggi setelah memenangkan dua pertandingan awal di grupnya, 1-0 atas Honduras dan juga 1-0 atas Swiss. Ditangani Marcelo Bielsa, Chili berkembang pesat menjadi tim Amerika Latin yang tangguh, percaya diri dengan materi pemain yang mumpuni serta dalam organisasi teamwork yang kompak. Di kualifikasi zone Conmebol tim Chili berakhir di urutan dua dibawah Brazil. Lebih unggul dari Paraguay, Argentina dan Uruguay. Bekal percaya diri inilah yang akan diusung menghadapi Spanyol.
Sebagai juara Eropa 2008 dan tim unggulan yang difavoritkan kandidat juara di Afrika Selatan 2010 skuad Vicente Del Bosque lebih berpeluang menang atas Chili. Di awal penyisihan grup H Spanyol tumbang 0-1 oleh Swiss. Strategi cerdik Swiss, bertahan rapat dan berlapis, sabar menahan serangan Spanyol, dan hanya mengandalkan serangan sporadis, akhirnya membuahkan hasil. Tampaknya strategi defensif dengan disiplin tinggi serta kerja keras pantang menyerah, jadi pilihan Marcelo Bielsa untuk mengimbangi kelebihan skill generasi emas Spanyol.
Materi Spanyol bertumpu pada pemain yang memiliki skill mumpuni dan kemampuan menahan bola serta passing yang akurat dan tajam, lini belakang Gerard Pique, Carlos Marchena, Carles Puyol, Joan Capdevila membentengi kiper Iker Casillas. Di lini tengah yang menjadi inti daya serang tim, Andreas Iniesta, Xavi Hernandes, Xabi Alonso, Sergio Ramos, David Silva yang bekerja keras membantu striker haus gol klub Valencia, David Villa. Masih ada lagi dua bintang tenar yang tidak kalah kelasnya, Cesc Fabregas dan Fernando Torres menanti giliran main.
Chili mungkin saja meniru strategi Swiss yang menumpuk kekuatan di lapangan tengah dan melakukan pressure ketat kepada setiap pemain Spanyol di sektor tengah. Tapi terkadang press kepada lawan jika diterapkan dengan agresifitas berlebihan bisa berakibat pelanggaran yang membuahkan kartu kuning bahkan bisa saja kartu merah.
Pada pertandingan hari pertama lawan Honduras, Chili menerima dua kartu kuning. Ketika harus berjuang keras lawan Swiss, 6 kartu kuning diterima skuad Chili. Hal ini jika bisa dimanfaatkan Spanyol maka bukan tidak mungkin ada pemain Chili yang diusir wasit. Bandingkan dengan skuad Spanyol yang dalam dua pertandingan tak menerima kartu kuning satu pun.
Marcelo Bielsa tampaknya leluasa memilih pemain untuk partai krusial itu. Beberapa pilar yang main di La Liga dan Seri A jadi pilihan dalam dua pertandingan lalu akan masuk line-up malam nanti. Kiper Real Sociedad Claudio Bravo, Mauricio Isla, Alexis Sanchez, Humberto Suazo, Fabian Orellana, dan striker andalan Mark Gonzalez yang main di CSKA Moscow. Sayang gelandang serang bertenaga Sporting Lisbon, Matias Fernandez tak bisa main karena akumulasi kartu kuning.
Partai ini akan menarik, Chili yang mengandalkan permainan keras dan penjagaan ketat, menghadapi Spanyol yang mengutamakan permainan tehnik tinggi, pertarungan otot versus skill.
Peluang menang berada di kubu Spanyol, tetapi bukan mustahil Chili bisa meraih hasil draw. Ada motivasi khusus Chili untuk fight, sebagai wakil Conmebol yang terakhir yang masih berkutat untuk lolos. Empat lainnya sudah lolos, Uruguay, Brazil, Argentina dan Paraguay.
Partai lain di grup H ini, Swiss akan fight all-out untuk merebut kemenangan dari Honduras, wakil zone Concacaf yang underdog dan tidak punya peluang lolos. Hanya keajaiban yang bisa meloloskan Honduras, misalnya mengalahkan Swiss dengan dua gol dan saat yang sama Chili memukul Spanyol dengan dua gol. Diatas kertas, Swiss akan menang. ***

No comments: