Monday, August 9, 2010

World Cup 2010 (Seri 21) Itali vs Slovakia

Serial World Cup 2010 (21)
Serial Piala Dunia Afrika Selatan 2010

Italia vs Slovakia
Lolos atau Pulang
Oleh : John Halmahera
Published by Sinar Harapan daily news 24 Juni 2010

Kamis sore jam 16.00 waktu setempat atau jam 21.00 WIB, juara dunia empat kali (1934, 1938, 1982, 2006) Italia akan menghadapi Slovakia di Johannesburg. Pasukan Marcello Lippi harus menang jika mau memastikan lolos ke putaran 16 Besar. Kalah sudah pasti tersingkir. Jika draw masih tergantung pada partai Paraguay vs Selandia Baru yang berlangsung pada jam yang sama di kota Polokwane. Bagi Slovakia, menang berarti lolos, kalah atau draw tersingkir. Tidak heran jika perhatian pecinta bola sedunia fokus pada partai “hidup mati” Italia versus Slovakia.
Posisi Italia yang sulit dan terancam ini disebabkan penampilan buruk dua laga sebelumnya, draw 0-0 lawan Paraguay dan 1-1 lawan Selandia Baru. Gol ke gawang Selandia Baru juga diperoleh dari pinalti “hadiah” wasit Carlos Batres yang melihat Danielle de Rossi jatuh di kotak pinalti. Italia memang tampil dibawah form. Namun sejarah mencatat di Piala Dunia 1982 Italia kendati tertatih-tatih di awal, bisa survive lolos ke putaran dua.
Kala itu “squadra azzurri” asuhan pelatih Enzo Bearzot salah satu tim favorit tapi penampilannya di penyisihan grup sangat mengecewakan. Tampil dengan sepakbola defensif cattaneccio Italia hanya draw tiga kali, 0-0 lawan Polandia, 1-1 lawan Peru dan Kamerun. Skuad Enzo Bearzot ini lolos ke babak kedua sebagai runner-up grup dibawah Polandia. Namun Italia mulai tampil mengesankan ketika mengalahkan Argentina 2-1 di grup C putaran kedua dalam pertarungan yang sangat menarik
Pertandingan terakhir putaran kedua, kembali lagi “squadra azzurri” membuat kejutan besar menekuk Brazil 3-2. Inilah kemenangan “cattenaccio” atas “jogo bonito” yang paling manis. Italia menang karena memiliki penjaga gawang Dino Zoff yang entah berapa kali membuat “save” gemilang dan striker Juventus berwajah pucat yang dua bulan sebelumnya terbelit kasus suap, Paolo Rossi yang mencetak hattrick kegawang Brazil.
Azzurri melaju terus di semifinal giliran Polandia, peringkat tiga Piala Dunia 1974 ditekuk 2-0 dan di final skuad Bearzot menang 3-1 atas Jerman Barat, tim panzer yang masa itu dianggap “momok” bagi tim-tim Eropa.
Catatan ini paling tidak mengingatkan Italia yang tertatih-tatih bisa menggeliat bangkit dan merebut kemenangan demi kemenangan. Rabu malam kemarin juga menandai kejadian hampir sama. Inggeris yang tampil buruk di dua pertandingan awal, bangkit dan menang 1-0 atas Slovenia untuk maju ke babak 16 Besar. Begitu juga Jerman yang sebelumnya kalah 0-1 dari Serbia dan terancam gagal lolos, mampu bangkit menggasak Ghana 1-0 dan lolos sebagai juara grup D. Bangkitnya Jerman dan Inggeris, bisa jadi motivasi “squadra azzurri” untuk bangkit dan memenangkan partai krusial lawan Slovakia.
Perjuangan Italia pasti tidak gampang. Sejarah 27 pertemuan antara keduanya, Italia menang 10, Slovakia menang 8, sisanya (9) draw dengan gol Italia unggul 42-38. Kekuatan seimbang, itu sebab Italia butuh strategi Lippi yang jitu dan line-up starter pemain yang bertenaga. Kabar terbaru, Italia belum bisa memainkan playmaker AC Milan, Andrea Pirlo, tetapi nama pemain berusia 31 tahun ini sudah masuk line-up cadangan, artinya siap tampil tiap saat.
Kubu azzurri dalam posisi tertekan. Marcello Lippi sang pelatih menghibur diri,”jika Paraguay kalahkan New Zealand, maka kita bisa lolos dengan tiga kali draw seperti tim 1982.”
Bisa ditebak bahwa Lippi akan menutup pertahanannya sambil mencari celah mencetak gol. Komandan lini belakang tetap pada libero Juventus berusia 37 tahun Fabio Cannavaro sementara urusan mencetak gol tanggung jawab Iaquinta, Gilardino dan gelandang serang AS Roma Danielle De Rossi yang gemerlap dalam 2 pertandingan sebelumnya.
Saya katakan Lippi harus punya strategi jitu, terutama melapis pertahanan mengingat Cannavaro sudah lamban. Apalagi materi Slovakia asuhan Vladimir Weiss lebih cepat dan bertenaga. Defender Peter Pekarik (Wolfsburg) dan Martin Skrtel (Livepool) usianya masih dibawah 25 tahun akan aktif membantu serangan, dua gelandang serang Vladimir Weiss Manchester City 21 tahun, Stanislav Sestak, klub Bochum Jerman 28 tahun sebagai penyeimbang dan dua striker muda Marek Hamsik Napoli 23 tahun dan Erik Jendrisek Kaiserslautern 23 tahun.
Slovakia punya keberanian, motivasi dan tekad untuk menang, memiliki tenaga dan kecepatan maka partai ini akan menjadi tontonan menarik dari 4 laga yang digelar malam nanti. Saya pikir Italia lebih berpeluang untuk menang.
Di grup F Paraguay yang sementara pimpinan grup menghadapi underdog yang penuh kejutan Selandia Baru. Bagi Paraguay hasil draw sudah cukup untuk lolos, namun pelatih Gerardo Martino mengincar kemenangan untuk memuncaki grup. Dua striker klub bundesliga Borussia Dortmund, Nelson Valdez 26 tahun dan Lucas Barrios 25 tahun akan jadi harapan mencetak gol. Peluang Paraguay untuk menang cukup terbuka.
Di kubu Selandia Baru, pelatih Ricki Herbert memastikan timnya akan menyerang. Untuk lolos kemenangan menjadi prioritas. Seandainya draw juga bisa lolos jika Italia draw tanpa gol dengan Slovakia. Semua masih bisa terjadi. Misalnya partai Rabu malam kemarin, tim USA di menit injury-time mencetak gol ke gawang Aljazair lewat Donovan dan lolos sebagai juara grup menempatkan Inggeris di posisi runner-up. Padahal pasar tarohan menjagoi Inggeris juara grup.
Malam nanti waktu setempat atau Jumat dini hari WIB, dua partai grup E akan dipentaskan untuk menentukan posisi akhir tiga kesebelasan, Belanda, Denmark dan Jepang. Sementara satu lainnya Kamerun sudah pasti tersisih.
Belanda, unggulan grup E yang belum pernah juara Piala Dunia, berlaga lawan Kamerun di Cape Town. Posisi Belanda sudah aman, dua kakinya sudah berada di babak 16 Besar, seandainya kalah pun tidak menggagalkan tiket yang sudah ditangannya. Sebaliknya Kamerun, peluang lolos sudah tertutup. Menang pun tak akan mengubah nasibnya, tetap harus angkat koper. Belanda mungkin akan menyimpan beberapa pemain pilar, namun tetap menargetkan menang. Menang atau draw, Belanda akan menjuarai grup. Dan Belanda berpeluang menang.
Satu tiket grup E akan ditentukan antara Jepang lawan Denmark dalam posisi dimana Jepang hanya perlu hasil draw untuk lolos sementara Denmark memerlukan kemenangan. Inilah partai keras, kedua tim akan berjuang keras memenangkan pertandingan. Denmark berpeluang menang. Tetapi akan sulit menang jika Jepang tampil lebih defensif. ***

No comments: