Serial World Cup 2010 (21)
Serial Piala Dunia Afrika Selatan 2010
Partai Krusial Grup C Dan D
Oleh : John Halmahera
Published by Sinar Harapan daily news 23 Juni 2010
Gosip melanda tim Inggeris menjelang tanding “do or die clash” lawan Slovenia hari Rabu malam 21.00 WIB di stadion Nelson Mandela Port Elizabeth. Semuanya berkisar pada sang pelatih “Don” Fabio Capello. Gosip bahwa Capello akan mundur apabila Inggeris gagal lolos ke putaran dua. Bahwa para pemain mempertanyakan secara terbuka strategi garis keras Don Fabio yang mengasingkan timnya tiga pekan di kamp latihan.
Serangan itu dijawab Capello. “Saya cukup tangguh menghadapi itu. Tidak ada masalah bagiku. Saya bekerja keras dan mempersiapkan segalanya. Itu yang penting. Setiap pagi saya berkaca di cermin dan bertanya apakah saya sudah mengerjakan dan apakah saya sudah pelajari segala sesuatunya. Jawabannya, iya. Karena alasan ini saya bisa menerima kritik. Saya tidak tahu apa resultnya tapi saya tahu bahwa result adalah sesuatu yang paling penting.”
Beberapa figur senior FA (Federasi Inggeris) menegaskan mereka tetap berada di belakang Capello dan tim Inggris. “Kami fokus pada pertandingan Rabu nanti,” kata Bevington, senior dan managing director. Tidak ada yang lain di pikiran kami melainkan mendukung Capello dan skuadnya, dan saya yakin seluruh fans akan mendukung mereka di Port Elizabeth nanti.”
Capello mengakui tidak bisa menjawab sebab-musabab yang persis mengapa skuadnya tampil begitu buruknya. Kejadiannya mirip dan hampir identik dengan penampilan pertamanya lawan Swiss di Wembley Februari 2008 dimana dia melihat semua skema latihan yang telah diberikan kepada tim, tidak diterjemahkan dalam pertandingan. “Saya hampir merasa semua pekerjaan dalam dua tahun belakangan ini, berujung nihil sama sekali. Jelas bahwa saya tidak puas, kami sudah bekerja 20 hari dan kami semua melihat dan tahu apa yang sudah ditampilkan dalam latihan. Mendadak saja di pertandingan semuanya berubah dan berbeda. Sebagai manager, kejadian itu sangat tidak baik. Saya tidak mengerti mengapa dalam pertandingan, kami tidak mengubah irama, meningkatkan tempo atau kecepatan. Kami sangat lamban. Di pentas Piala Dunia, jika kita tidak berlari dan melakukan pressure pada lawan, atau kita “tidak fight” maka kita mengalami kesulitan untuk maju terus.”
Tapi Capello seorang pengalaman, ada keyakinan dia akan mengatasi kesulitan internal yang memang sering terjadi pada tim-tim besar menyusul kekalahan atau penampilan buruk, saling salah menyalahkan antar sesama pemain maupun antar pemain dengan pelatih. Perancis pun mengalami hal sama, berbuntut pemulangan Anelka oleh Federasi Perancis (FFF). Dan tugas Capello adalah merekat kembali kesatuan tim yang sudah hampir terlepas.
Di lapangan Capello juga dihadapi problema. Gelandang andalan Manchester City, Gareth Barry sudah bisa tampil waktu lawan Aljazair kemarin. Itu kabar baiknya. Kabar buruknya, Inggeris kembali kehilangan pilar lini belakang. Setelah Rio Ferdinand tidak masuk skuad lantaran cidera parah, kini kehilangan dua centre-back, Ledley King karena cidera dan Jamie Carragher sebab akumulasi kartu kuning. Capello memilih centre-back West Ham, Matthew Upson mendampingi John Terry. Masih ada pilihan lain di posisi ini, defender Tottenham Hotspur Michael Dawson, pemain terakhir masuk skuad sebagai pengganti Rio Ferdinand. Tinggal siapa diantara keduanya yang cocok membantu John Terry di jantung pertahanan.
Kita tidak tahu apa rencana Capello dengan line-up dan strateginya. Jika saja skuad “three lions” ini bisa tampil sebagaimana di babak kualifikasi maka tidak sulit untuk meraih kemenangan atas Slovenia. Saya kira Capello bisa saja membuat beberapa perubahan, sudah lazim jika pelatih mengambil resiko mengubah line-up dan strategi terhadap timnya yang tidak tampil maksimal. Apalagi Inggeris tampil dibawah form dalam dua pertandingan beruntun, semuanya draw lawan USA dan Aljazair. Dua tim yang di atas kertas bisa mereka taklukkan.
Partai ini krusial. Slovenia juga tidak akan menyerah begitu saja. Pelatih Matjaz Kek melihat adanya cahaya terang bagi timnya untuk lolos, minimal jika meraih draw dari partai malam nanti.
Peluang itu ada, sebagian pilar Inggeris cidera atau absen. Masalah internal di tubuh Inggeris, clash antar pemain dan ofisial, juga merupakan keuntungan bagi skuad Matjaz Kek.
Beban harus menang atau minimal tidak kalah dari Inggeris sudah ditiupkan ke ubun-ubun semua pemainnya. “Inilah saatnya kita persembahkan sesuatu yang paling berharga bagi negeri kita, yakni kebanggaan dan kehormatan,” kata playmaker klub Auxerre, Valter Birsa yang diamini semua rekannya. Kiper handal klub Udinese Samir Handanovic, striker klub Gent Zlatan Ljubijankic, striker FC Koeln Milvoje Novakovic, defender Chievo Bojan Jokic dengan kapten Robert Koren yang kini statusnya bebas transfer, akan memberi perlawanan keras selama 90 menit, menantang ambisi Inggeris.
“Untuk negeri kecil macam negeri kami, prestasi yang luar biasa bisa hadir di Piala Dunia, tadinya tidak ada yang memerhatikan kami, tetapi sekarang ini semua perhatian pada kami dan kami ingin meraih sukses yang lebih besar lagi.” Kata striker Novakovic.
Slovenia siap memberi kejutan sebagai tim yang menyingkirkan Inggeris dari pentas dunia, namun di atas kertas, saya lebih menjagoi Inggeris. Rasanya aneh jika Steven Gerrard CS tidak mau fight untuk tiket ke putaran dua. Bukan saja kehormatan “three lions” yang jadi tarohan juga gengsi kompetisi liga premier. Skuad Capello akan tampil beda dan memenangkan partai krusial itu dan lolos ke putaran kedua dengan penuh kebanggaan.
USA Target Menang
Partai lain, yang berlangsung pada waktu yang sama tapi di stadion berbeda, USA lawan Aljazair. Bagi tim “paman Sam” kemenangan sudah menjadi harga yang harus dijalani. Hanya dengan menang maka tim bisa melaju ke putaran dua. Kalah atau draw berarti tersingkir dan angkat koper. Sedangkan Aljazair yang tadinya underdog, ternyata mampu memperlihatkan permainan team-work dengan skill perorangan yang tidak kalah kelas dari rivalnya.
Aljazair kalah 0-1 dari Slovenia, hanya karena blunder kiper. Pada penampilan kedua berhasil menahan Inggeris tanpa gol. Kini skuad asuhan Rabah Saadane akan menantang skuad Bob Bradley dalam partai yang tidak saja menentukan nasib sendiri juga menyangkut lolos tidaknya tim lain. Targetnya menang. USA juga target menang. Maka bisa dipastikan USA dan Aljazair akan sama-sama main menyerang. Di atas kertas, USA berpeluang menang.
Jerman partai krusial
Joachim Low yakin skuadnya akan keluar sebagai pemenang atas Ghana. Alasannya, fitnes Philipp Lahm Cs adalah kuncinya. Tim panzer ini mampu bermain dalam tempo tinggi sepanjang 90 menit. Kondisi fisik, stamina dan tenaga inilah yang akan jadi tumpuan Low dalam meracik line-up dan strateginya.
Jerman butuh recovery cepat mengembalikan percaya diri setelah kekalahan mengejutkan dari Serbia 0-1 setelah sebelumnya menghancurkan Australia 4-0. Kalah dari Ghana, maka Jerman akan tersingkir, hal ini akan mencoreng sejarah Jerman yang belum sekalipun dalam sejarah Piala Dunia tidak lolos ke putaran dua. Apalagi sekarang ini Afrika Selatan 2010 menjadi target untuk menjadi juara yang keempat kalinya, menyamai Italia.
Ghana tim yang lebih cepat dan bertenaga dibanding Serbia, mereka akan menyerang menuntut kemenangan. Tidak seperti Serbia yang waktu lawan Jerman punya strategi mencari draw. Ghana mencari menang, meskipun hasil draw sudah cukup untuk lolos. Kalau skuad asuhan Milovan Rajevac main untuk draw artinya tampil dalam skema bertahan dengan mengandalkan serangan balik, saya kira justru akan membuka peluang bagi Jerman untuk mencetak gol.
Milovan Rajevac tampaknya akan menurunkan sebagai starter di lini belakangnya, duo centre-back kapten John Mensah dan Isaac Vorsah di jantung pertahanan untuk membendung gempuran Jerman. Dua pemain ini absen ketika Ghana draw 1-1 lawan Australia. Keduanya mengalami gangguan cidera ringan yang tidak serius tetapi Rajevac menyimpan keduanya agar fit pada partai krusial lawan Jerman. “Saya sengaja menyimpan keduanya untuk partai lawan Jerman yang menurut saya asangat krusial.” Kata Rajevac.
Jerman punya materi pemain dan gaya menyerang yang sangat bervariatif khususnya terbosan-teroboisan di sektor sayap untuk membuat umpan tarik di mulut gawang. Atau bola-bola crossing di depan gawang menjadikan duel udara.
Sayang dalam partai krusial ini Jerman harus kehilangan striker Bayern Munich Morislav Klose akibat dua kartu kuning yang diterimanya dalam partai lawan Serbia. Hilangnya striker andalan ini maka kemungkinan Low akan menjadikan striker kelahiran Brazil, Cacau sebagai penyerang tunggal dengan dukungan trisula dibelakangnya Mesut Oezil, Lukas Podolski dan Thomas Mueller. Saya kira Jerman akan keluar sebagai pemenang.
Serbia vs Australia
Satu partai lain di grup D juga persaingan menentukan nasib, antara Australia versus Serbia yang tidak kalah krusialnya. Serbia mengantongi nilai sama dengan Jerman. Tetapi Serbia kalah gol sehingga untuk bisa lolos ke putaran dua, menjadikan menang sebagai target yang tidak bisa ditawar-tawar. Satu kemenangan, nilainya menjadi 6, Serbia akan lolos ke babak 16 Besar apapun hasil partai Ghana versus Jerman.
Australia menjadi tim underdog yang persentase lolos ke babak 16 Besar paling kecil. Defisit 4 gol yang ditelannya dari gempuran Jerman di partai perdananya telah memojokkan tim negeri kanguru ini ke posisi juru kunci. Skuad asuhan Pim Verbeek ini dalam posisi terpojok mungkin akan tampil menyerang dan mengharapkan bisa menjaringkan banyak gol. Paling tidak, jika bisa menang dengan empat gol dan Ghana dipukul Jerman maka Austalia lolos. Inilah keajaiban yang sedang dinanti pasukan Pim Verbeek.
Dalam sepakbola semua bisa terjadi, seperti kemenangan Portugal 7-0 atas Korea Utara. Siapa pun tak mengira Portugal bisa menang sebesar itu. Itulah keajaiban dalam sepakbola yang terkadang menjungkirbalikkan semua ramalan.
Serbia dan Australia sama-sama menyerang akan menjadikan tontonan menarik. Kekuatan dua tim seimbang. Kalaupun hasilnya draw maka itulah perhitungan normal di atas kertas, namun jika cukup beruntung, Australia bisa menang. Bagi skuad Pim Verbeek, menang meskipun hanya satu gol, sudah cukup untuk berbangga tidak sebagai juru kunci grup. Tinggal menanti keajaiban berapa gol yang dijaringkan Jerman ke gawang Ghana dan berapa gol yang mampu mereka jaringkan ke gawang Serbia. Saya kira pada dalam setiap laga krusial setiap tim mengharap datangnya keajaiban.
***
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment