Tuesday, August 10, 2010

World Cup 2010 Preview Final Netherland vs Spain

World Cup 2010 (35) Preview Final
Piala Dunia Afrika Selatan 2010 Serial

Kekuatan Belanda Pulih
Oleh : John Halmahera
Published Sinar Harapan daily news 9 Juli 2010

Dua juara dunia tersingkir di semifinal. Uruguay, juara dunia 1930 dan 1950 digusur Belanda, lalu Jerman juara 1954, 1974, 1990 ditekuk Spanyol. Jadilah dua tim yang tak pernah mencicipi gelar juara dunia itu saling berhadapan dalam kombat partai puncak perhelatan akbar sepakbola FIFA World Cup 2010. Pemenangnya akan menjadi juara dunia ke-delapan menyusul tujuh lainnya, Uruguay, Italia, Jerman, Brazil, Inggeris, Argentina dan Perancis.
Semifinal kemarin merupakan antiklimaks bagi “die mannschaft” Jerman asuhan Joachim Low, tidak terlihat keganasan sepakbola ofensif versi Jerman seperti penampilan saat menghantam Inggeris dan Argentina. Hampir sepanjang pertandingan, Jerman membiarkan “Espana La Roja” memainkan bola semaunya. Short passing one touch football dimainkan Iniesta, Xavi, Xabi, Ramos, dengan leluasa. Tak ada gangguan dan pressure dari Schweinsteiger Cs. Itulah kesalahan taktik strategi Jerman dan yang membuat pertandingan jadi berat sebelah, tidak enak ditonton, sepertinya Jerman sudah kalah sebelum gol sundulan Carles Puyol menembus gawang Neuer.
Taktik menjaga daerah yang diperagakan Jerman tidak ada salahnya, namun seharusnya dikemas dengan pressure pada setiap pemain La Roja yang memegang bola, bahkan seharusnya Inesta dan Xavi Hernandez diisolir artinya dijaga ketat. Sayang sekali Jerman tidak melakukan pressure sehingga Iniesta dan Xavi dengan bebas bisa berkreasi mengatur serangan. Tentu kita masih ingat bagaimana Swiss mematikan “one touch football” Iniesta Cs dengan berjaga di daerah sendiri sambil menerapkan pressure ketat. Sayangnya Jerman tidak meniru taktik Swiss itu.
Sebaliknya justru Spanyol yang menerapkan taktik pressure kepada setiap pemain Jerman khususnya mematikan ruang gerak Schweinsteiger dan Mesut Osiel. Selain itu, Carles Puyol mengatur lini belakangnya dengan rajin dan disiplin melapis sektor rusuk sehingga terobosan Jerman dari sayap berhasil diredam. Semuanya tergambar dalam partai semifinal kemarin dimana Spanyol berhasil memberangus kehebatan Jerman.
Kemarin itu tujuh pemain Barcelona menjadi starter skuad Del Bosque, kejadian yang pertama kali dalam sejarah semifinal Piala Dunia dimana 7 pemain dari satu klub menjadi starter suatu tim. Empat puluh tahun lalu Uruguay diwakili 7 pemain klub Nacional di Mexico 1970, sebelum itu di Piala Dunia 1934 Cekoslowakia diwakili 7 pemain Slavia Prague. Tujuh pemain Barca itu termasuk David Villa yang baru saja resmi pindah dari Valencia, enam lainnya Carles Puyol, Gerard Pique, Sergio Busquets, Xavi Hernandez, Andres Iniesta dan Pedro.
Kehadiran 7 pemain Barcelona, katakanlah enam karena David Villa baru saja pindah, memberi kontribusi besar dalam kekompakan permainan di lapangan. Bahkan untuk tim nasional skuad Del Bosque itu sudah main bersama selama empat tahun sejak pasca tahun 2006. Konon inilah generasi emas Spanyol, hampir semua pemain dibekali tehnik individu yang tinggi. Mereka menguasai lini tengah dengan penguasaan bola yang prima, short passing akurat disertai umpan terobosan yang seringkali menggoyahkan pertahanan lawan.
Benar yang dikatakan orang, sejarah dan track-record masa lalu tidak banyak berperan atas menang kalahnya suatu tim. Spanyol tidak terpengaruh dengan kemenangan 1-0 atas Jerman di final Euro 2008, mereka tidak meremehkan lawan, mereka menganggap Jerman sebagai lawan paling serius. Itu sebab mereka tampil begitu meyakinkan di lapangan. Yang kita tonton kemarin adalah Spanyol memainkan gaya permainan yang mereka sukai sebaliknya Jerman tak mampu memainkan gaya ofensif mereka. Tampaknya kekalahan Jerman di final Euro 2008 tergambar lagi kemarin.
Setelah kekalahan yangmengejutkan 0-1 dari Swiss, La Roja bangkit, bekerja keras memperbaiki penampilannya. Skuad Vicente Del Bosque berhasil kembali ke permainan aslinya. Skuad ini semakin solid dan matang dibanding ketika menjuarai Euro 2008. Mungkin pantas disebut sebagai tim paling terkemuka di dunia saat ini. Pantaslah jika skuad ini dijagokan oleh rumah judi William House sebagai favorit utama.
Dalam partai puncak Minggu malam di Johannesburg La Roja diunggulkan diatas Belanda. Pers memberi judul besar, mampukah Oranje menahan Spanyol? Mampukah Belanda merebut gelar dunia setelah menerobos final yang ketiga kalinya? Apakah Oranje akan kalah lagi di final seperti tahun 1974 dan 1978 silam?
Kedua tim, Belanda dan Spanyol, sangat ambisius merebut gelar. Sepakbola Belanda yang ofensif dan efisien sebagai ciri skuad Bert van Marwijk telah melaju ke finalnya yang ketiga di Piala Dunia. Skuad Oranje mencatat rekor 25 pertandingan tanpa pernah kalah. Di 2010 mencatat 6 kemenangan beruntun, suatu rekor sempurna, 3 kali menang di penyisihan grup berlanjut babak 16 Besar, perempat final dan semifinal. Rekor fantastis, enam kemenangan beruntun itu menyamai skuad Brazil ketika dengan “attacking football” merebut gelar dunia di Mexico 1970.
Di final nanti Oranje kembali diperkuat dua pemain intinya, wing-back klub Ajax, Gregory Van Der Wiel dan gelandang Manchester City Nigel De Jong yang harus absen di semifinal lantaran akumulasi kartu kuning. Kekuatan inti Belanda sudah pulih kembali. Maarten Stekelenburg, John Heitinga, Joris Mathijsen, Giovanni Van Bronckhorst, Mark Van Bommel, Dirk Kuyt, Robin Van Persie, Wesley Sneijder, Arjen Robben, Gregory van der Wiel dan Nigel de Jong.
Materi pemain yang lengkap hanya diperlukan taktik dan strategi yang jitu untuk menghadapi Spanyol yang di atas kertas lebih diunggulkan. Permainan ofensif dan efisien tetap jadi pilihan Bert Van Marwijk. Kubu La Roja pasti akan memainkan winning-teamnya yang bermaterikan 7 pilar Barcelona. Semua pemain intinya tidak berhalangan. Iker Casillas, Gerard Pique, Carles Puyol, Andres Iniesta, David Villa, Xavi Hernandez, Joan Capdevila, Xabi Alonso, Sergio Ramos, Sergio Busquets, dan Pedro. Penampilan Pedro yang gemilang di semifinal menjadikan dia pilihan pertama menggantikan Fernando Torres.
Setelah kekalahan di semifinal, pelatih Jerman Joachim Loew memuji lawannya. “Spanyol tim yang bagus. Mereka mendikte permainan. Anda bisa lihat itu dalam setiap passing yang mereka lakukan, mereka sulit dikalahkan. Mereka sangat kalem, dingin dan meyakinkan. Mereka lebih baik dari kami dan pantas menang.” Kata Loew.
Diatas kertas Spanyol akan menang, begitulah prediksi banyak orang. Bagi Belanda, pelajaran kekalahan Jerman dan kemenangan Swiss ketika tanding lawan Spanyol sebaiknya menjadi cermin taktik dan strategi menahan laju Spanyol. Mampukah Oranje membungkam Spanyol tergantung pada taktik Van Marwijk serta “fight”nya Van Bronchkorst Cs. Tetapi satu hal yang jelas, Piala Dunia 2010 akan menghasilkan juara dunia baru, juara dunia ke-delapan. ***

No comments: