Tuesday, August 10, 2010

World Cup 2010 Germany vs Argentina

World Cup 2010 (30)
Piala Dunia Afrika Selatan 2010 Serial

Germany vs Argentina
Jerman Lebih Berpeluang Menang
Oleh : John Halmahera
Published Sinar Harapan daily news 3 Juli 2010

Dalam dua pertemuan terakhirnya di Piala Dunia, Jerman memenangkan keduanya. Di Italia 1990 “Die Mannschaft” yang dipimpin Franz Beckenbauer menang 1-0 dalam final yang tegang. Pertemuan terakhir di perempat final di stadion Olympiade Berlin 30 Juni 2006 disaksikan 72.000 penonton kedua tim draw 1-1 selama 120 menit yang akhirnya dimenangkan Jerman lewat adu pinalti. Partai ini diwarnai kericuhan, perkelahian antar pemain.
Pemain pengganti Argentina Leandro Cufre diusir wasit Slovakia Lubos Michel karena menendang Per Mertesacker, juga Maxi Rodriguez memukul Bastian Schweinsteiger. Setelah investigasi dan mempelajari rekaman video, FIFA menskors Cufre dan Rodriguez, empat dan dua pertandingan. Gelandang Jerman Torsten Frings diskors absen di semifinal karena memukul Julio Ricardo Cruz. Maka bisa dipastikan pertandingan malam nanti akan ketat dan panas.
Sebelum pertandingan Maradona sudah berkoar, akan mengalahkan Jerman. Skuad “albiceleste” akan main “all-out” menyerang dan merebut tiket semifinal. Itu janjinya. Motivasi dan percaya diri cukup tinggi setelah menang atas Nigeria 1-0, Korea Selatan 4-1, Yunani 2-0 dan 3-1 atas Mexico. Mencetak 10 gol dan kemasukan 2 gol, Argentina memperlihatkan tim yang balans, produktif dalam mencetak gol dan bertahan dengan sangat baik.
Jerman pun tim yang balans. Bahkan lini belakang, “Die Mannschaft” tergolong solid dan sulit ditembus. Dua gol yang membobol gawang kiper Manuel Neuer, satu oleh Serbia dan satu oleh Inggeris. Kwartet belakang, Lahm, Mertesacker, Friedrich dan Boateng menjadi tumpuan Low untuk menahan gempuran Argentina yang dimotori Lionel Messi, Tevez dan Higuain.
Kapten dan bek kanan Philipp Lahm pemain yang komplet, sangat jeli membaca permainan, punya kemampuan tinggi “covering” daerah yang luas seperti juga gerakannya naik mendukung serangan.
Di jantung pertahanan berdiri Per Mertesacker yang menjulang 195 cm, tangguh dalam duel udara, bertenaga, jarang membuat kesalahan dan pelanggaran. Bisakah dia menahan Lionel Messi yang tingginya hanya 168 cm, akan tampak unik jika keduanya berhadapan berebut bola. Veteran Arne Freidrich dan pemain muda Jerome Boateng keduanya memiliki tackling mematikan. Empat defender ini tampak sangat tangguh, pasti akan membuat trisula Argentina bekerja keras. Konon kata orang, dalam 4 pertandingan kemarin, Messi, Tevez, Higuain belum menemukan pertahanan setangguh Jerman
Pertahanan Argentina belum stabil, Maradona belum menemukan kwartet yang pas, tercatat hanya Martin Demichels yang tampil empat kali, itupun dia kewalahan menahan kecepatan penyerang Mexico. Pilar pertahanan “albiceleste” yang menonjol, Gabriel Heinze yang tangguh dalam bertahan dan sangat agresif membantu serangan. Dua defender pilihan lain, mungkin Nicolas Burdusso dan Nicolas Otamendi, keduanya main bagus lawan Mexico. Mereka inilah yang dibebani tugas menahan serangan Jerman.
Argentina tidak akan mudah menguasai lini tengah meskipun Messi sering beroperasi di sektor vital itu. Bastian Schweinsteiger menjelajah mengamankan lini tengah ketika lawan Inggeris. Dia jarang hilang bola, sangat kuat dalam bertahan dan jeli sebagai playmaker. Pemain muda Sami Khedira akan mendampinginya menguasai lini tengah. Mezut Oezil pemain muda yang disebut-sebut bakal jadi gelandang kelas dunia akan beroperasi dari sayap, begitu juga “young guns” rekannya, Thomas Mueller yang sudah mencetak 3 gol, bertenaga didukung skill mumpuni.
Argentina harus kerja keras mengimbangi kekuatan midfield Jerman. Midfield Argentina tampak tidak istimewa ketika lawan Mexico. Mereka kalah dalam penguasaan bola, termasuk Maxi Rodriguez yang tidak gemerlap seperti juga penampilannya di Liverpool musim ini. Kapten Javier Mascherano sangat tangguh tapi butuh bantuan rekannya untuk menahan ekspansi gelandang Jerman yang rakus akan gol. Angel Di Maria tampak berbahaya ketika lawan Mexico namun harus kerja keras mengimbangi Jerman. Sementara veteran Juan Sebastian Veron kendati masih brilian tetapi dia akan kedodoran menghadapi tempo tinggi yang dikembangkan Jerman.
Lionel Messi pemain terbaik planet bumi sekarang ini. Tak diragukan lagi. Dia mampu merobek pertahanan dan mengubah permainan hanya dengan satu dua gerakannya yang eksplosif. Dia sering melakukan itu kala memperkuat Barcelona. Dia merancang gol sehebat dia mencetak gol. Tapi tampak bebannya terlalu berat, tim dan fans serta Maradona sangat berharap padanya. Hal ini membuat dia sering memaksa diri. Ketika lawan Mexico, dia sering menerobos kerumunan lawan dan kehilangan bola. Mungkin saja dia akan berubah. Tapi satu hal yang jelas, Messi adalah satu satunya alasan Argentina bisa menang.
Lukas Podolski dan Miroslav Klose mungkin tidak sehebat Gonzalo Higuain dan Carlos Tevez ataupun Diego Milito, namun seperti penampilan keduanya dalam misi menaklukkan Inggeris, mereka sangat peka dan memaksimalkan peluang yang ada. Mereka veteran yang bertarung lebih baik di timnasnya katimbang di klubnya. Mereka hanya tahu satu tujuan, maju dan cetak gol. Dengan dukungan lini tengah terutama dari sayap, Oziel dan Mueller, maka Klose dan Podolski tak akan kekurangan peluang, dan jika peluang itu hadir di depan mata, biasanya menjadi gol.
Lini depan Argentina lebih tajam. Gonzalo Higuain menjadi berbahaya dengan adanya Tevez dan Messi yang rajin membuka pertahanan lawan. Dia menjadi pilihan utama di klubnya, Real Madrid juga di skuad Maradona. Higuain seorang pencetak gol, mesin gol. Carlos Tevez “workhorse” terkadang bisa mencetak gol penting seperti ketika lawan Mexico meski gol sundulannya dalam posisi off-side.
Pertahanan dan midfield Jerman lebih kuat. Lini depan Argentina lebih tajam. Strategi pelatih akan ikut menentukan. Joachim Low punya pengalaman lebih dibanding Maradona. Selain itu Low juga ahli strategi dan jeli membaca permainan. Cepat dalam memecahkan persoalan yang dihadapi timnya di lapangan. Plus minus semua ini, peluang Jerman menang lebih terbuka. ***

No comments: