Tuesday, August 10, 2010

World Cup 2010 Brazil vs Netherlands

World Cup 2010 (29)
Piala Dunia Afrika Selatan 2010 Serial

Brazil vs Belanda
Pertarungan Sarat Emosi
Oleh : John Halmahera
Published Sinar Harapan daily news 2 Juli 2010

Pertemuan “do or die” Brazil versus Belanda Jumat malam akan selalu menarik perhatian publik. Tidak hanya penonton langsung di stadion Nelson Mandela Port Elizabeth tapi juga fans kedua tim yang tersebar di penjuru dunia. Rekor pertemuan, Brazil menang 3 kali, kalah 2 kali dan draw 4 kali, mencetak 14 gol, kebobolan 13 gol. Data berbicara, bahwa kekuatan kedua tim berimbang. Namun lebih menarik lagi, kedua tim selalu tampil saling menyerang. Keduanya juga menguasai permainan sepakbola ofensif dan indah yang pasti akan menghibur penonton.
Enambelas tahun lalu Brazil meraih gelar juara ke-empat kalinya, sukses yang mengembalikan kejayaan dan supremasi sepakbola “seleccao”. Hampir seperempat abad berlalu Brazil tak pernah menjuarai Piala Dunia setelah juara di pentas Mexico’70. Tak heran sukses itu disambut meriah pecintanya. Tetapi perjuangan di USA’94 itu tidak mudah.
Di perempat final Brazil yang ditukangi Carlos Alberto Parreira dan asisten Mario Zagallo terlibat “clash” dengan Belanda. Dua tim dengan pola menyerang saling berhadapan, salah satu harus tersingkir dan pulang. Pertandingan sangat menarik, disebut-sebut sebagai “real final” dan yang terbaik selama USA’94.
Tanggal 9 Juli 1994 stadion Cotton Bowl Dallas dipadati 63.500 penonton, menyaksikan dua tim dengan tradisi dan “attitude” menyerang saling gempur. Romario, Bebeto diimbangi Marco van Basten, Denis Bergkamp. Persaingan menguasai lapangan tengah, Dunga, Rai, Mauro Silva sangat imbang lawan Frank Rijkaard, Jan Wouters, Wim Jonk. Pada akhirnya Brazil mencetak 3 gol lewat Romario, Bebeto, Branco. Belanda dua gol oleh Denis Bergkamp dan Aaron Winter. Kalah 2-3 Belanda yang ditukangi Dick Advocaat pulang kampung. Brazil melaju terus sampai di final dan merebut gelar juara.
Empat tahun kemudian dua “attacking team” ini bertemu lagi di France’98. Kali ni terjadi di semifinal 7 Juli 1998 di stade Velodrome, Marseille dibanjiri 54.000 penonton. Tensi lebih tinggi karena pemenangnya akan ke final. Belanda yang sudah dua kali runner-up 1974 dan 1978 mengincar finalnya yang ketiga. Ronaldo dan Pattrick Kluivert mencetak gol. Sampai dengan extra-time 2 kali 15 menit skor tetap 1-1. Adu pinalti.
Kiper Brazil Taffarel yang main di klub Atletico Mineiro dihitung-hitung kalah kelas dari Edwin van Der Sar yang mengawal gawang Oranje. Namun kenyataan di lapangan justru berpihak pada Taffarel. Dalam adu pinalti penjaga gawang Brazil ini menahan dua tembakan Philip Cocu dan Ronald de Boer. Sementara dari kubu Brazil, Ronaldo, Rivaldo, Emerson dan Dunga dengan ketenangan syaraf baja sukses menjaringkan bola ke gawang Van der Sar. Jasa Taffarel senilai tiket final. Sungguh dramatik.
Pertemuan Jumat malam nanti tentunya akan sarat emosi “revanche” dari kubu Oranje. Ronald de Boer hadir di bench Belanda sebagai asisten Bert van Marwijk. Di kubu Brazil, mantan kapten Dunga sudah “naik tahta” jadi pelatih “seleccao”. Tapi keduanya pasti masih mengingat atmosfir pertandingan 1998 terutama saat adu pinalti. Kini mereka bisa merasakan kembali tensi dan ketegangan yang mewarnai atmosfir pertandingan.
Di 2010 kedua tim telah memperlihatkan prestasinya. Belanda menjuarai grup E dengan tiga kemenangan atas Denmark (2-0), Jepang (1-0), Kamerun (2-1) dan di babak 16 Besar melangkahi perlawanan keras Slovakia (2-1). Mencetak 7 gol dan kebobolan 2 dari 4 pertandingan. Brazil memuncaki grup G menang atas Korea Utara 2-1, Pantai Gading 3-1 dan draw dengan Portugal 0-0 lalu di putaran 16 Besar mengalahkan Chili 3-0. Menang 3 kali draw satu, mencetak 8 gol, kebobolan 2.
Kubu Belanda yang disuarakan sang kapten Giovanni van Bronchorst percaya timnya akan merebut gelar juara, apalagi dengan kembali hadirnya Arjen Robben ke dalam starting-line-up setelah pulih dari cidera harmstring. Juga Robin van Persie tadinya belum mampu main 90 menit kini sudah siap tampil 120 menit. Kelebihan Belanda adalah memainkan bola cepat dan mengontrol bola selama mungkin. Tetapi tentu saja tidak semudah itu jika menghadapi Brazil.
Banyak tim memainkan pertahanan berlapis jika hadapi Brazil. Sedikit yang berani main terbuka saling menyerang. Bahkan Portugal yang didukung superstar Cristiano Ronaldo memilih strategi bertahan rapat dan menyerang balik. Namun Belanda mungkin tidak akan mengubah gaya main yang sudah mentradisi pola menyerangnya.
Lagipula tidak mudah mengubah pola karakter menyerang menjadi bertahan dalam waktu hanya satu minggu. Selain itu alasan pelatih Bert van Marwijk, skuadnya yakin bisa membungkam Brazil. Kwartet penyerang Belanda dengan Wesley Sneijder menopang trisula di depannya, Arjen Robben, Robin van Persie dan Dirk Kuyt sudah menyatu dan padu dalam menyerang. “Kami tetap main menyerang seperti biasa, tidak ada perubahan,”kata Van Marwijk.
Selain optimisme, kedua kubu juga menyimpan kelemahan. Kabar terakhir, mungkin saja gosip Piala Dunia, menyatakan adanya keretakan dalam tubuh Oranje antara Van Persie dengan Sneijder namun konon sudah diatasi Van Marwijk. Kalaupun benar pernah ada percikan emosi antar pemain di kubu Belanda, maka Brazil bisa memetik keuntungan.
Brazil juga terguncang jika benar dua pemain intinya Elano dan Felipe Melo harus absen karena cideranya belum pulih. Elano, konon masih cidera akibat tackling brutal pemain Pantai Gading Ismael Tiote. Sejak Dunga pegang kekuasaan, Elano selalu jadi pilihan utama. Di 2010 dia telah mencetak dua gol, masing-masing satu ke Korea Utara dan Pantai Gading. Satu pemain inti lain yang mungkin akan absen karena cidera, Felipe Melo. Namun Dunga tak pernah khawatir, skuadnya punya banyak cadangan yang hampir sama kelas dengan pemain inti.
Peluang menang sama imbang bagi kedua tim, seperti juga dua pertemuan sebelumnya di 1994 dan 1998. Namun apapun yang terjadi di lapangan nanti, pertandingan akan menjadi tontonan menarik karena hadirnya banyak bintang kelas dunia, Robben, Robinho, Kaka, Sneijder, Fabiano, Robin van Persie. ***

No comments: