Tuesday, August 10, 2010

World Cup 2010 (32) Netherland vs Uruguay Semifinal

World Cup 2010 (32) Semifinal
Piala Dunia Afrika Selatan 2010 Serial

Netherland vs Uruguay
Belanda Lebih Berpeluang Ke Final
Oleh : John Halmahera
Published Sinar Harapan daily news 6 Juli 2010

Belanda dan Uruguay akhirnya sampai juga di semifinal, mimpi indah yang tadinya hanya bayang-bayang, kini jadi kenyataan. Namun tiket itu diraih melalui sensasi dan drama partai perempat final yang mencekam. Brazil dengan cepat unggul satu gol di menit 10, dan tampaknya akan keluar sebagai pemenang ketika Robinho mengecoh kiper Maarten Stekelenburg. Belanda shok dan tertekan, tapi beruntung bagi skuad Oranje bahwa Robinho, Kaka Cs gagal menambah gol. Konon lelucon sepakbola, bahwa dewi fortuna alias dewi keberuntungan “ngambek” telah memberi peluang kepada Brazil namun dibuang begitu saja, maka sang dewi pun pindah ke kubu Belanda. Itulah keruntungan bagi Belanda.
Dibabak kedua Belanda “fight back” mengejar ketinggalan. Bertarung gigih, keberuntungan pun datang. Menit 53 bola lambung Sneijder ke mulut gawang seharusnya bisa diusir kepalan tangan Julio Cesar namun kepala Felipe Melo lebih dahulu menyundul bola yang justru melenceng ke belakang dan menusuk gawang sendiri, bunuh diri. Satu satu. Ganti Brazil yang shok dan tertekan. Menit 68 lini belakang Brazil lengah, Sneijder bebas di mulut gawang tanpa terkawal, menyundul bola, Julio Cesar mati langkah. Dua satu Belanda ke semifinal.
Belanda memang beruntung memperoleh gol bunuh-diri Felipe Melo. Jika keberuntungan itu datang di stadion Monumental Buenos Aires 25 Juni 1978 di menit 90 partai final, maka hari itu Belanda yang jadi juara bukannya tuan rumah Argentina. Pada skor 1-1 tendangan keras Robbie Rensenbrink membentur tiang dan bola memantul kembali ke lapangan permainan, penonton 71.483 yang hampir seluruhnya orang Argentina nyaris saja larut dalam tangis berdarah. Dalam perpanjangan waktu Argentina menambah dua gol, jadilah skor 3-1 dan Belanda harus puas dengan posisi runner-up, predikat kedua setelah kalah di final 1974 dari Jerman Barat.
Keberuntungan adalah bagian dari sepakbola, bagian dari kemenangan bagi satu pihak dan “sial” bagi tim lawan. Uruguay juga beruntung lolos dari hadangan Ghana yang didukung seluruh rakyat Afrika. Luis Suarez menahan bola tendangan Dominic Adiyah, wasit memberinya kartu merah dan hukuman pinalti di menit akhir perpanjangan waktu.
Tapi pinalti Asamoah Gyan gagal. Skor tetap 1-1 maka kemenangan ditentukan lewat adu pinalti. Kiper Fernando Muslera memblok dua tendangan John Mensah dan Adiyah. Lalu striker Sebastian Abreu yang dijuluki “El Loco” menjaring bola membawa “La Celeste” ke semifinal. Itulah keberuntungan Uruguay.
Malam nanti kedua tim saling berebut tiket final. Inilah partai yang menentukan sampai dimana dan kepada tim mana keberuntungan itu memihak. Belanda akan tampil dengan skuad terbaik yang telah menyingkirkan Brazil. Bert van Marwijk punya masalah, bek Gregory van der Wiel dan gelandang Nigel de Jong harus absen kena akumulasi kartu kuning. Namun dengan materi yang hampir merata, Bert van Marwijk tidak terlalu pusing mencari gantinya.
Bagaimanapun juga tumpuan permainan Belanda ada di kaki Arjen Robben, Wesley Sneijder, Mark van Bommel, Dirk Kuyt dan pengganti De Jong yang kemungkinan adalah Demmy De Zeeuw menopang striker Robin van Persie. Mereka diharapkan memainkan sepakbola ofensif dengan serangan bergelombang apalagi sekali-sekali dibantu kapten dan bek kiri Giovanni van Bronckhorst. Selama 2010 Belanda memenangkan 5 pertandingannya dengan gol 9-3.
Absennya pemain pilar juga menimpa Uruguay, pelatih “Oscar Tabarez “sang maestro” cukup terpukul dengan asbennya Luis Suarez. Tapi dia memuji striker yang main di klub Ajax itu, apa yang dilakukan dengan “tangan Suarez” itu adalah instink normal dan sangat berperan lolosnya “la celeste” ke semifinal. Mungkin saja “sang maestro” akan menurunkan veteran “nyentrik” Sebastian Abreu “El Loco” sebagai starter menggantikan Suarez.
Bek handal Jorge Fucile juga mengikuti jejak Suarez, harus nonton dari tribun, karena akumulasi kartu kuning yang diterimanya dalam pertandingan lawan Mexico dan Ghana. Belum terhitung pemain yang cidera yang masih dalam perawatan, gelandang Nicolas Lodeiro dan kapten Diego Lugano. Ketika lawan Ghana kapten Lugano ditarik keluar karena cidera dan menyerahkan ban kapten kepada Diego Forlan, Andres Scotti masuk menggantikan Lugano.
Organisasi bertahan Uruguay cukup solid, hanya kebobolan dua gol dalam 5 pertandingan. Saat hilang bola, pemain gelandang dan juga striker langsung bertarung merebut bola kembali. Mereka kembali pada posisi semula di separuh lapangan sambil menghadang serangan balik lawan. Organisasi ini sangat padu dan seirama, sehingga bisa menahan serangan cepat Korea Selatan dan Ghana. Tapi bisa digarisbawahi pertahanan Uruguay belum ketemu tim dengan daya serang setajam dan seampuh Belanda.
Saat menguasai bola, serangan balik Uruguay bisa saja membahayakan lini belakang Belanda jika Mark van Bommel, Giovanni van Bronckhorst tidak cepat melapis dan membantu John Heitinga Cs dibelakang. Sebaliknya, begitu menguasai bola Belanda akan menyerang cepat melalui sayap eksklusif Arjen Robben dan Dirk Kuyt. Terobosan Wesley Sneijder dan Robin van Persie dari tengah juga akan membuat Uruguay harus rapat menutup pertahanannya.
Dari kualitas individu maupun kerjasama menyerang Belanda lebih unggul. Dalam bertahan dengan semangat pantang menyerah yang menjadi ciri khas skuad “los Charruas”, tim la Celeste akan menjadi tembok tebal bagi agresifitas Belanda. Tampaknya permainan akan imbang, tetapi saya melihat Belanda bisa keluar sebagai pemenang tanpa harus adu pinalti, mungkin 90 menit mungkin juga 120 menit. Kita lihat saja. ***

No comments: