Saturday, July 31, 2010

World Cup 2010 Serial 14 Spanyol vs Swiss

World Cup 2010 (Serial 14)
Serial Piala Dunia Afrika Selatan 2010

Spanyol vs Swiss
Apa Yang Kurang Dari La Roja?
Oleh : John Halmahera
Published by Sinar Harapan daily news 16 Juni 2010

Sejak tahun 1930 Piala Dunia dipentaskan, belum sekalipun gelar juara mampir di negeri Spanyol. Sudah 80 tahun menanti, mungkin tahun inilah saatnya. Tim yang dijuluki La Roja dengan permainan euro-latin yang kental, sangat berambisi menjadi negeri kedelapan yang menjuarai pentas akbar itu. Apa yang kurang dari Spanyol?
Semua sudah dimiliki. Kompetisi La Liga penuh pesona dengan iming-iming jumlah euro yang menggiurkan yang ditawarkan dua klub raksasa Real Madrid dan Barcelona. Hampir semua pemain termahal dunia pernah merumput di negeri matador. Banyak pemain berbakat dan talenta besar. Hanya satu yang belum dimiliki. Keberuntungan. Dewi Fortuna yang cantik belum juga mau membantu La Roja.
Datang ke Afrika Selatan 2010 pelatih Vicente Del Bosque membawa semua pemain terbaiknya yang diharapkan bermain indah sekaligus menangkan gelar juara. Dari skuad Jerman 2006 yang masih direkrut Del Bosque, kiper Iker Casillas dan Pepe Reina, Carlos Marchena, Carles Puyol, Sergio Ramos, Xavi Hernandez, Andres Iniesta, Xabi Alonso, Cesc Fabregas, David Villa, Fernando Torres. Semuanya pilar tim La Roja dulu (2006) maupun sekarang (2010).
Adalah pendekar tua Luis Aragones yang menyusun skuad 2006 dan yang dia sempurnakan dua tahun kemudian ketika merebut gelar Euro 2008. Tidak hanya materi pemain tetapi pola main satu sentuhan “touch pass and move” dengan prinsip bergerak cepat. Vicente Del Bosque sang pengganti hanya perlu meneruskan karya besar Aragones. Tetapi sayang di Confederations Cup 2009 skuad Del Bosque dijegal USA di semifinal dan hanya berakhir di peringkat ketiga. Del Bosque belum beruntung.
Lain halnya dengan kisah Luis Aragones “sang pendekar tua” dua tahun lalu di Euro 2008, mengemban misi merebut gelar Eropa yang sudah diidamkan selama 44 tahun sejak merebut gelar tahun 1964. Nyaris tersingkir di perempat final oleh Italia, beruntung hasilnya draw tanpa gol dan Spanyol melaju ke semifinal lewat adu pinalti. Di semifinal skuad Aragones melibas Russia 3-0 dan di final mengalahkan raksasa Eropa Jerman lewat gol tunggal Fernando Torres.
Sebelum menginjak kaki di benua Afrika, Del Bosque dibikin pusing dengan masalah cidera. Tapi sekarang dia boleh berlega hati, semua pemain intinya fit dan siap turun laga lawan Swiss, lawan pertama grup H di stadion Moses Mabhiha kota Durban. Kecuali Iniesta, yang masih harus menunggu lampu hijau dari dokter. Tapi penggantinya pasti tidak kalah kelas. Misinya jelas, harus menyerang dan menang! Statistik pertemuan Spanyol 15 kali menang tanpa kalah dan hanya draw 3 kali, gol juga selisih jauh 45 minus 15.
Pertandingan akan menarik. Kekuatan menyerang Spanyol dengan motor pemain lapangan tengah kelas dunia, Xabi Alonso (Real Madrid), Xavi Hernandez (Barcelona), Andres Iniesta (Barcelona), David Silva (Valencia) dengan bintang Arsenal Cesc Fabregas siap sebagai pengganti akan memudahkan dua striker haus gol Fernando Torres (Liverpool) dan mesin gol Valencia David Villa yang mencetak 7 gol di kualifikasi zone Eropa lalu. Jika format 4-5-1 yang digunakan mungkin striker tunggal akan diisi David Villa.
Swiss akan mengimbanginya dengan permainan kolektif, organisasi disiplin ala Jerman versi pelatih Jerman Ottmar Hitzfeld. Swiss akan menumpuk pemain dengan karakter bertahan di lapangan tengah, dari formasi 4-5-1. Pertarungan lapangan tengah akan ketat, pemain Swiss yang biasa merumput di bundesliga dan klub-klub Eropa akan memberikan perlawanan, main keras dan bertenaga dengan disiplin tinggi.
Hitzfeld akan mempercayakan lini pertahanan pada Stephane Grichting yang 8 musim main di klub Auxerre, bek kiri pengalaman berusia 31 tahun. Pilihan lain yang akan membentengi kiper Diego Benaglio (Wolfsburg) adalah Stephan Lichtsteiner (Lazio), Philippe Senderos (Arsenal), Steve Von Bergen (Hertha Berlin), Albert Bunjaku (Nuremberg), Mario Eggimann (Hanover), dan centre-back FC Zurich yang tinggi 183, Ludovic Magnin 31 th dengan 62 caps.
Pemain gelandang diharapkan bekerja keras menjadi lapis pertama pertahanan serta batu loncatan serangan balik adalah Tranquillo Barnetta (Bayer Leverkusen), Pirmin Schwegler (Eintracht Frankfurt) dan Hakan Yakin (Lucerne). Mungkin Swiss hanya akan menempatkan seorang striker dalam starternya bisa Eren Derdiyok (Bayer Leverkusen) atau Blaise Nkufo (Twente). Mau tidak mau Swiss akan main defensif, sebab jika main terbuka sama artinya “bunuh diri” membuka pertahanan yang akan dimanfaatkan David Villa Cs menjaringkan bola.
Jika Swiss menargetkan draw, maka Spanyol hanya mau menyerang untuk menang. Tekad La Roja adalah memuncaki grup sehingga di babak knock-down akan menghadapi runnerup grup G yang kemungkinan Portugal atau Pantai Gading jika Brazil berhasil duduk di puncak grupnya.
Persoalan yang dihadapi Del Bosque dan pasukannya, adalah espektasi publik dan pers Spanyol yang begitu tinggi bahkan sudah menggambarkan seakan-akan La Roja akan melaju sampai final dan merebut gelar dunia. Sekarang ini Del Bosque sibuk mengawasi pemain asuhannya untuk tetap memijak bumi, jangan melayang diawan karena pujian beracun serta yang paling utama tidak boleh memandang enteng Swiss atau siapa pun lawan.
Tekad dan misi menjadi juara sekaligus memperlihatkan diri sebagai yang terbaik di dunia saat ini tetapi kaki tetap harus memijak bumi. Empat tahun lalu di Jerman 2006, La Roja kala itu ditukangi Luis Aragones berada dalam puncak formans. Semuanya berjalan dengan baik, di grup H menang atas Ukraina 4-0, Tunisia 3-1 dan Arab Saudi 1-0. Mereka masuk babak knock-down 16 Besar dan tanggal 27 Juni hari naas itu pun tiba, tampil buruk mereka digusur Perancis 1-3.
Mereka juga mengingat pengalaman buruk di Confederations Cup tahun lalu di bumi Afrika ketika di semifinal di luar dugaan disingkirkan USA 0-2. Kekalahan dari USA pada tanggal 24 Juni 2009 di stadion Mangaung kota Bloemfontein sama buruknya dengan kekalahan dari Perancis tahun 2006.
Belajar dari sukses Euro 2008 serta dua kegagalan di Jerman 2006 dan Confederations Cup 2009
semoga telah mematangkan skuad La Roja untuk menggolkan misi juara dunia 2010. Dan langkah pertama adalah menang atas Swiss. Di atas kertas Spanyol akan menang tetapi semua bisa terjadi seperti Inggeris ditahan USA, Kamerun kalah dari Jepang, kalau tidak waspada bukan tidak mungkin Swiss bisa memenuhi targetnya menggapai hasil draw. So wait and see.

***

No comments: