Serial World Cup 2010 (04)
Serial Piala Dunia Afrika Selatan 2010
Argentina Dikepung Lawan Berat
Oleh : John Halmahera
Published by Sinar Harapan daily news 3 & 4 Juni 2010
Tradisi dan track-record di Piala Dunia mau atau tidak mau sering menanamkan konfidensi dalam permainan. Tetapi tidak semuanya bisa menjadi jaminan. Pasar tarohan pun tak bisa menjadi jaminan menang tidaknya suatu tim. Argentina meskipun berada dibawah bayang-bayang Brazil, Jerman dan Italia tetap saja menjadi salah satu unggulan.
Sejak gagal di kualifikasi ke Mexico 1970 Argentina selalu hadir di pesta akbar sepakbola sejagad itu. Meskipun tertatih-tatih dan nyaris gagal, Argentina dibawah komando pelatih arogan dan classy Diego Maradona tetap melangkah ke 2010.
Sampai berakhirnya 2006 Argentina telah memainkan 65 pertandingan dengan rincian menang 33, kalah 19, draw 13 dengan gol 113 minus 74. Nilai yang dikumpulkan 88, bandingkan Brazil 162, Jerman 129, Italia 120, Inggeris 74, Perancis 70, dengan catatan sejak 1994 terjadi perubahan perhitungan nilai dari dua menjadi tiga untuk suatu kemenangan.
Argentina di era 1978 nama kapten Daniel Passarella dan striker Mario Kempes serta pengatur midfield Ardilles jauh lebih tenar dari sang komandan Cesar Luis Menotti. Begitu juga tahun 1986 nama Diego Maradona dan Jorge Burruchaga sebagai pemain lebih tenar dari sang pelatih Carlos Salvador Bilardo. Tetapi era 2009-2010 nama Maradona sebagai manager menyita head-line kisah tim tango, nama-nama pemain seperti Carlos Tevez, Diego Milito bahkan pemain terbaik Lionel Messi tertutup oleh “cuap-cuap”nya Maradona.
Sebagai pemain Maradona sangat terkenal karena skillnya, sehingga tingkahlaku kontroversial dan curang yang dia lakukan tidak melunturkan kehebatannya. Di Mexico 1986 dia mencetak gol lewat “handsball”nya yang dia sebut sebagai “hands of God” mengecoh wasit Tunisia Ali Bennaceur dan menembus gawang kiper Peter Shilton sekaligus menyingkirkan Inggeris. Di USA 1994 dia diusir dari Piala Dunia karena positip doping.
Diego Maradona ditunjuk manager November 2008 setelah “albiceleste” terseok dibawah manager Alfio Basile. Dia menggantikan Basile. Ambisinya jelas, merebut gelar ketiga untuk Argentina dan memenangkannya dengan style.
Sebagian orang Argentina mencibir, Maradona terlalu arogan, otoriter pada saat dimana dia belum mencetak prestasi dalam kepelatihan. Dia bahkan memanggil lebih dari 100 pemain untuk main di timnya selama era kekuasaannya. Menjelang kick-off partai terakhir penentuan timnya dalam kualifikasi zone Conmebol, dia berkata “Tuhan akan berada di lapangan ini dan berpihak kepada kami.” Dan ketika menang dengan “lucky goal” 1-0 atas Uruguay komentarnya, “Tuhan mengabulkan permintaanku, kami menang dan lolos ke Afrika Selatan.”
Pers mengeritiknya ketika dia umumkan skuad bayangan, tanpa melirik duo Inter yang membawa klub asuhan Jose Mourinho merebut treble Piala Italia, Seri A dan Champions Eropa, yakni Javier Zanetti dan Esteban Cambiasso. Dalam skuadnya Inter diwakili striker Gabriel Milito, Walter Samuel, Bayern Muenchen diwakili Martin Demichels. Empat dari liga Inggris terpilih, Gutierrez (Newcastle), duo Liverpool Mascherano dan Maxi Rodriguez serta bomber Manchester City Carlos Tevez. Kiper dipercayakan pada Sergio Romero (AZ Alkmaar).
Kemenangan lima gol tanpa balas atas Kanada di Buenos Aires Jumat 21 Mei kemarin telah membakar motivasi dan semangat skuad Argentina untuk merebut gelar ketiganya di Piala Dunia. Friendly match ini sangat penting artinya bagi pelatih Diego Maradona. Selain menanam percaya diri pada skuadnya bahwa mereka bisa memainkan pola tiga penyerang sama baiknya dengan twinspearhed, juga menggembirakan fans pecinta tim tango.
Tanpa penyerang dan bintang Barcelona bernama besar, Lionel Messi, dia memasang Carlos Tevez dan Gonzalo Higuain, serta Carlos Pastore pada posisi Lionel Messi yang saat itu duduk di tribun. Sayap Liverpool Maxi Rodriquez mencetak dua gol, gelandang Benfica Angel Di Maria, Tevez serta menantu Maradona, Sergio Aguero masing-masing satu gol.
Argentina berada dalam grup yang tidak ringan, Nigeria raksasa Afrika yang ibarat burung elang punya ambisi besar terbang ke pucuk dunia, Yunani yang ingin mengulang kisah emasnya merebut gelar Euro 2004 serta semifinalis Piala Dunia 2002 Korea Selatan. Tiga tim ini menaruh hormat pada Argentina tetapi tak mengurangi sedikit pun tekad ambisi mereka menaklukkan dua kali juara dunia itu.
Nigeria “super eagle” medio Mei kemarin merekrut Lars Lagerback sebagai pelatih. Orang Swedia usia 61 tahun yang pernah berdua Tommy Soderberg melatih Swedia di Euro 2000 telah mengalahkan kandidat lain, Sven-Goran Eriksson, Glenn Hodle dan Bruno Metsu. Dalam skuadnya dia menyertakan veteran 33 tahun Nwankwo Kanu (Portsmouth), Obafemi Martins (Wolfsburg), John Obi Mikel (Chelsea). Begitu juga John Utaka (Portsmouth) yang tidak dipanggil pelatih terdahulu Amodu Shaibu di Piala Afrika kemarin, dia juga merekrut pemain Everton, Victor Anichebe yang baru pulih dari cidera. Mereka diharapkan jadi pilar tim.
Yunani juara Euro 2004 yang kini dilatih Otto Rehhagel tak boleh dipandang sebelah mata. Kita masih ingat ketika Yunani diremehkan di Euro 2004 tapi nyatanya sanggup melambung tinggi merebut gelar juara. Kali ini persiapan serius dilakukan Rehhagel, pelatih asal Jerman itu. Sepuluh pemain klub Panathinaikos yang double winner di liga domestik antaranya Giorgios Seitaridis yang baru pulih dari cidera, serta beberapa legiun asing yang main di klu-klub Eropa antaranya Sotirios Kyrgiakos (Liverpool), Georgios Samaras (Celtic), Vangelis Moras (Bologna), Socrates Papastathopoulos (Genoa).
Satu lawan lagi yang bisa jadi kuda hitam, semifinalis Piala Dunia 2002, Korea Selatan. Tim “merah-merah” ini yang ditangani pelatih lokal Huh Jung-Moo akan diperkuat bintang sayap Manchester United, Park Ji Sung, dan legiun asing lainnya, Park Chu-Young (Monaco), Cho Won-Hee (Wigan), Cha Du-Ri (SC Freiburg), dan Lee Chung-Yong (Bolton).
Dalam uji-coba “away” mereka sukses mengalahkan Jepang 2-0 dalam pertandingan adu gengsi sesama Asia Timur. Dari grup ini diperkirakan Argentina dan Nigeria akan lolos, meskipun rasanya kekuatan empat tim ini tidak terlalu beda jauh. So wait and see.
***
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment