Friday, July 30, 2010

Serial World Cup 2010 Piala Dunia 2010 (06)

Serial World Cup 2010 (06)
Serial Piala Dunia Afrika Selatan 2010

Lippi Mahir dalam Mendekati Pemain
Oleh : John Halmahera
Published by Sinar Harapan daily news 7 & 8 Juni 2010

Sejak Piala Dunia digelar tahun 1930 baru dua negara yang mampu juara dan mempertahankan gelarnya empat tahun kemudian. Italia tahun 1934 dan 1938. Brazil tahun 1958, 1962. Pelatih Italia Vittorio Pozzo tercatat sebagai satu-satunya pelatih yang mampu mempertahankan gelar atau merebut dua gelar dunia berturutan. Brazil dalam dua Piala Dunia itu ditukangi dua pelatih berbeda, Vicente Feola tahun 1958 dan Aymore Moreira tahun 1962.
Sekarang ini skuad azzurri ditukangi Marcello Lippi yang punya pengalaman segudang di klub-klub besar Italia, Atalanta, Napoli, Juventus, Inter Milan dan Juventus. Highlights karirnya saat mengantar azzurri memenangkan gelar dunia 2006 di Jerman. Di level klub dia menukangi klub Juventus 1994-1999 memenangkan 3 gelar liga dan maju ke final Champion Eropa 3 kali, satu antaranya menyabet gelar juara.
Setelah masa buruk melatih Inter Milan dia kembali ke Juventus dan meraih 2 gelar liga serta finalis Champions 2003. Setelah sukses memenangkan Piala Dunia 2006 dia mundur digantikan Roberto Donadoni. Pelatih muda ini gagal total dan membawa Italia terpuruk di Euro 2008. Lippi dipanggil kembali untuk menyelamatkan pamor azzurri dan membawanya lolos kualifkasi ke Piala Dunia 2010.
Lippi dikenal mahir dalam pendekatan pemain, menanam mental juara dan motivasi tim untuk “fight at all cost”. Dia cerdas dan sangat mahir dalam strategi menyikapi taktik team lawan. Tetapi dia pun tak luput dari kecaman, dibawah asuhannya tim Italia lebih sering bermain dalam tempo lamban dan bertumpu pada pertahanan solid. Dia mengutamakan sistem permainan dan mempekerjakan pemainnya dalam sistem tersebut. Pers Italia dan publik mengeritik pola 4-3-3 mengingat sektor midfieldnya kurang meyakinkan dan kurang bertenaga.
Tetapi Lippi bergeming dan tetap berpegang pada filosofinya, bahwa dalam persaingan sepakbola masa kini, suatu tim bisa menang jika mampu bermain dalam satu tim yang kompak dan terorganisir. Jadi bukan berarti harus merekrut pemain terbaik di negeri, karena bisa terjadi kemungkinan merekrut semua pemain terbaik tetapi tidak menjadikan suatu tim yang terbaik. Seperti mosaik, pelatih harus mengoleksi semua potongan kecil menjadi satu karya yang utuh.
Lippi memuji sukses Inter Milan merebut piala Champions dengan strategi jenius Jose Mourinho yang menaklukkan Bayern Munich 2-0 di final. Inter memperlihatkan kekuatan, kesatuan dan determinasi, sesuatu yang sedang ditanamkan Lippi pada timnya. Dia mengharap kemenangan Inter itu menjadi motivasi dan mendorong tim azzurri di 2010. Sayangnya Lippi tidak merekrut seorangpun dari skuad Mourinho yang memenangkan treble, gelar Copa, Seri A, dan Champions Eropa. Ironis memang.
Ketika Lippi menerima tantangan mengambil alih kursi pelatih dari Donadoni. Misinya jelas, juara dunia lagi. Dia ingin mengubah sejarah bahwa sejak Brazil mempertahankan gelarnya di tahun 1962 tidak ada lagi tim yang mampu meraih gelar beruntun. Untuk mendukung ambisinya pelatih kelahiran Viareggio Italia itu merekrut pemain pilar yang membantunya memenangkan gelar 2006. Sembilan pemain eks skuad 2006 tetap jadi pilihan utama Lippi di 2010. Kiper Gianluigi Buffon, kapten Fabio Cannavaro, Gianluca Zambrotta, Mauro Camoranesi, Daniele De Rossi, Gennaro Gattuso, Andrea Pirlo, Alberto Gilardino dan Vincenzo Iaquinta.
Lippi melupakan Fabio Grosso, bek kiri yang menghasilkan pinalti penentuan lawan Perancis di final 4 tahun lalu. Dia juga tidak mempertimbangkan Antonio Cassano, bintang Sampdoria bertalenta yang terkenal temperamen, masuk skuadnya. Striker Marco Borriello yang sudah mencetak 14 gol musim ini untuk AC Milan juga dia lupakan. Pada posisi penyerang Lippi memilih Alberto Gilardino, Vincenzo Iaquinta and Giampaolo Pazzini.
Dia juga tidak melirik beberapa bintang yang masih bersinar di kompetisi Seri A antara lain Francesco Totti yang membawa AS Roma sebagai pesaing utama Inter sampai di penghujung musim. Juga terlupa, strike Roma Luca Toni dan bintang tua Juventus Alessandro Del Piero. Pada sisi lain Lippi mempertahankan Mario Camoranesi yang masih bergelut dengan cidera lutut. Dia yakin pada staff Penanggungjawab Fisik Teamnya, Enrico Castellaci yang menyatakan Camoranesi akan pulih dalam pekan ini dan siap untuk laga perdana lawan Paraguay 14 Juni.
Diatas kertas Italia akan lolos dari grup dan bisa mengatasi perlawanan Paraguay, Selandia Baru dan debutan Slovakia. Dalam ujicoba awal Juni kemarin skuad Lippi ditekuk Mexico 1-2 dan hanya draw 1-1 dengan Swiss. Pers Italia mengeritik keras, sementara Lippi dan skuadnya hanya senyum masam beralasan, “kan hanya ujicoba, Piala Dunia belum dimulai sekarang!”
Paraguay adalah lawan keras yang akan dihadapi azzurri di partai perdana grup F di Capetown 15 Juni. Tradisi Italia di Piala Dunia jauh lebih harum dibanding Paraguay yang baru 8 kali partisipasi. Empat kali beruntun Paraguay lolos ke pentas dunia yang paling akbar ini. Malah di kualifikasi Conmebol kemarin tim polesan pelatih Gerardo Martino memimpin grup sejak awal, barulah di saat terakhir Brazil menyodok menjuarai grup disusul Chili.
Dalam ujicoba kemarin skuad Martino main imbang 2-2 dengan Pantai Gading dan mengalahkan Yunani 2-0. Paraguay menyayangkan kehilangan strikernya yang paling subur Salvador Cabanas yang top scorer timnya di kualifikasi dengan 8 gol. Cabanas ditembak di kepalanya di bar Mexico City Januari lalu. Meski cepat recovery namun sayang belum bisa hadir 2010.
Di Afrika Selatan, Martino yang dijuluki Tata, akan bertumpu pada penyerang Manchester City Roque Santa Cruz, dua penyerang Borussia Dortmund Nelson Haeda Valdez dan Lucas Barrios. Pelatih Martino memiliki andil besar dalam perkembangan timnya. Awalnya cenderung bertahan dan bertumpu pada serangan balik. Namun ketika pertahanan sudah berkembang solid selama tahun terakhir, dia mulai mengembangkan gaya ofensif. Sebagian besar skuadnya eks tim Copa America 2007, nukleus tim ini terjaga di kualifikasi zone Conmebol sampai ke 2010 sekarang. Partai perdana lawan Italia akan sangat keras dan menentukan nasib mereka. Ambisi Martino dan skuadnya adalah menembus sampai 8 Besar. Selama ini Paraguay hanya sampai 16 Besar.
Pasar tarohan menempatkan Italia dan Paraguay lolos dari grup. Namun Selandia Baru asuhan pelatih Ricky Herbert yang pernah tampil di Piala Dunia 1982 sebagai pemain, serta rival Eropa Timur Slovakia bisa saja membuat kejutan. Terutama Slovakia yang dalam kualifikasi berhasil menyisihkan dua tim Eropa Timur yang tangguh, Polandia dan Republik Ceko. Bahkan pelatih Slovakia Vladimir Weiss berani sesumbar timnya siap mengimbangi Italia dan Paraguay. ***

No comments: