Friday, July 30, 2010

Serial World Cup 2010 (11)

Serial World Cup 2010 (11)
Serial Piala Dunia Afrika Selatan 2010

Belanda vs Denmark
Menghapus Noda Sejarah
Oleh : John Halmahera
Published Sinar Harapan daily news 14 Juni 2010

Belanda mengawali gebrakan di SA 2010 menantang Denmark di stadion terbesar, Soccer City yang berkapasitas 94.700 di kota Johannesburg Senin malam nanti. Optimisme dan keyakinan besar berkembang dalam diri playmaker Wesley Sneijder yang ikut membawa skuad Jose Mourinho merebut treble trophy termasuk Piala Champions Eropa, bintang andalan klub Arsenal Robin van Persie, dan midfield andalan Real Madrid, Rafael van der Vaart. Optimis bisa lolos ke putaran 16 besar bahkan juga merebut gelar juara. Skuad besutan Bert van Marwijk ingin menoreh sejarah Belanda yang selama ini hanya dua kali runner-up 1974 dan 1978 dan belum sekalipun juara dunia.
Empat tahun lalu Belanda mengincar gelar Euro 2008 melengkapi kejayaan Van Basten, Gullit, Rijkaard tahun 1988. Di penyisihan grup C di stadion de Suisse kota Berne 19 Juni 2008 Belanda melibas juara dunia 2006 Italia 3-0, kemudian menghancurkan juara dunia 1998 Perancis 4-1 kemudian Rumania 2-0. Pada babak knock-down perempat final secara mengejutkan mereka kalah 1-3 (perpanjangan waktu) dari Russia yang dilatih orang Belanda bernama Guus Hiddink.
Belanda kalah karena memandang enteng Russia, tak pernah memikirkan kemungkinan akan kalah dari Russia. Padahal dalam sepakbola semua bisa terjadi, pengalaman 1974 dan 1978 sudah memberi pelajaran kepada sejarah sepakbola Belanda. Dalam sepakbola tamparan besar juga dialami Jerman ketika di final Euro 2008 kalah dari Spanyol, atau di Piala Dunia 2006 di depan publik sendiri mereka kandas di semifinal oleh Italia 0-2 dalam perpanjangan waktu.
Lawan pertama di grup E tidak boleh dipandang sebelah mata. Denmark “dinamit” julukan tim polesan Morten Olsen ini bisa menghancurkan optimisme Belanda. Morten Olsen sebagai libero adalah pilar skuad asuhan Sepp Piontek yang mencatat gebrakan hebat Denmark dalam debutnya di Piala Dunia Mexico’86, menaklukkan Skotlandia 1-0, Uruguay 6-1 dan Jerman Barat (kini Jerman) 2-0, tapi sayang ketika euphoria dan optimisme tinggi di putaran dua, mereka tersingkir oleh Spanyol dengan skor besar 1-6.
Kali ini Morten Olsen memimpin Denmark bukan sebagai pemain yang menjadi pilar pertahanan atau libero melainkan sebagai pelatih. Semasa pemain Morten Olsen, yang menjadi pemain kepercayaan pelatih Sepp Piontek tahun 1982 tidak asing lagi dengan gaya main Belanda yang sangat ofensif. Sebagai pelatih dia punya strategi menjinakkan Belanda dan mencuri gol untuk keluar sebagai pemenang. Dia mengandalkan materi pemainnya yang pengalaman di klub-klub besar, Christian Eriksen dan Denni Rommedahl keduanya dari klub Ajax, Jon Dahl Tomasson (Feyenoord), Nicklas Bendtner (Arsenal), Soren Larsen (Duisburg).
Ancaman Denmark bukan main-main, kedua tim tak pernah bertemu di Piala Dunia. Tetapi tahun 1992 di Piala Eropa, ketika Belanda berambisi mempertahankan gelarnya (1988) justru diganjal Denmark dalam adu pinalti di semifinal setelah draw 2-2. Berkat kehebatan kiper Denmark yang melegenda Peter Schmeichel, Denmark akhirnya menjadi juara Eropa 1992, gelar besar satu-satunya yang pernah diraih tim yang bahkan belum masuk papan atas Eropa itu.
Diganjal Denmark tahun 1992 masih menjadi noda sejarah sepakbola negeri bunga tulip itu, malam nanti skuad yang dikapteni Giovanni van Bronckhorst (Feyenoord), sudah harus waspada terhadap ancaman Denmark. Kehebatan yang diperlihatkan Wesley Snijder Cs ketika melibas Ghana 4-1 dalam ujicoba kemarin belum menjadi jaminan. Itu hanya ujicoba bukan kompetisi di pesta akbar yang pasti akan menegangkan.
Belanda pasti tidak mau seperti Inggeris yang tidak dalam form terbaik ditahan USA 1-1. Meski gol balasan USA diperoleh karena “blunder besar” kiper West Ham Robert Green, tapi nyatanya Inggeris tak mampu menembus pertahanan rapat skuad USA. Jangan lupa, bahwa Denmark pun akan memainkan skenario pertahanan rapat dan serangan balik, hanya itu skema main yang paling cocok dan sering dianut tim underdog jika berbenturan dengani tim yang penuh bintang bernilai milyaran euro.
Serangan balik yang cepat Denmark ala “dinamit” yang meledak-ledak harus bisa diantisipasi Belanda jika tidak mau dipermalukan. Dalam beberapa ujicoba tampaknya daya serang Belanda yang dimotori Snijder, van der Vaart, Persie –maaf, mungkin Arjen Robben tak bisa main karena belum pulih- dengan sayap cepat Demmy de Zeeuw atau Ibrahim Afellay atau Eljero Elia atau Dirk Kuyt cukup mematikan. Namun gelombang serangan gencar tersebut meninggalkan lubang di lini belakang yang jika tidak diwaspadai akan dimanfaatkan skuad Morten Olsen.
Pertandingan akan menarik dan seru, tidak bisa diprediksi pemenangnya. Diatas kertas Belanda akan menang, namun jika terjadi error kiper Green seperti nasib Inggeris Sabtu malam, maka hasil draw atau kalah bisa terjadi. Fans Belanda yang akan membanjiri stadion terbesar Soccer City sangat berharap tim kesayangannya tidak membuat error dan mencatat kemenangan penting. Karena lawan berikut di grup E pun tak ringan, Kamerun, tim Afrika paling ditakuti sepanjang penampilannya di pentas dunia. Sementara Jepang bisa saja menjadi kekuatan misterius.
Seperti Belanda dan juga Denmark yang mengincar kemenangan, demikian pula Jepang dan Kamerun yang akan berlaga di stadion Free State kota Bloemfontein tiga jam kemudian. Semua tim tahu persis kemenangan di partai perdana sangat berarti dan modal besar untuk lolos ke putaran dua. Argentina sudah menang atas Nigeria, Korea Selatan juga secara mengejutkan menekuk Yunani 2-0. Partai Kamerun versus Jepang, di atas kertas akan dimenangkan Kamerun, sementara Jepang mengharap kejutan bisa meraih satu poin dari hasil draw. Kita lihat saja. ***

No comments: