Friday, July 30, 2010

Serial World Cup 2010 (10)

Serial World Cup 2010 (10)
Serial Piala Dunia Afrika Selatan 2010

Argentina vs Nigeria
Ujian Pertama Maradona
Oleh : John Halmahera
Published by Sinar Harapan daily news 9 Juni 2010

Argentina dibawah pelatih Diego Maradona sempat membuat jantung seluruh rakyat pecinta tim berjuluk “La Albiceleste” berdebar-debar kencang, Nyaris gagal ke South Africa (SA) 2010, akhirnya tim tango lolos setelah kemenangan 1-0 di kandang Uruguay dalam partai terakhirnya. Tetapi Argentina tetaplah Argentina, sang juara dunia 1978 dan 1986, yang kali ini pun masuk empat besar favorit bersama Spanyol, Brazil dan Inggeris.
Skuad Maradona ini akan turun pertama kali Sabtu 12 Juni di stadion Ellis Park Johannesburg menghadapi Nigeria, salah satu wakil Afrika yang terbilang kuat. Di atas kertas, Argentina akan menang sebagaimana sejarah dua pertemuan sebelumnya. Di Piala Dunia USA 1994 Argentina yang waktu itu diperkuat Maradona sebagai pemain menang 2-1 dan 1-0 di Korea/Japan 2002. Dari record Piala Dunia Argentina sudah 14 kali tampil di pentas, Nigeria baru 3 kali.
Tahun 1994 menyimpan kenangan buruk bagi Maradona sebagai pemain. Dia terbukti positif dalam test doping resmi yang dilakukan FIFA. Dia kemudian diusir dari Piala Dunia. Itu kali terakhir Maradona main di Piala Dunia. Kali ini sebagai pelatih, pengalaman pertamanya, dia akan diuji Nigeria dalam “clash” berbobot, apakah dia sebagai pelatih bisa sehebat Maradona sebagai pemain, inilah yang akan dia buktikan.
Ketika menang 5-0 atas Kanada dalam ujicobanya di Buenos Aires 21 Mei lalu Maradona menyatakan optimisme akan skuadnya. “Kami telah memperlihatkan bahwa kami bisa main dengan pola tiga penyerang, dan hasilnya sangat memuaskan.” Komentarnya.
Menghadapi Nigeria, skuad Albiceleste akan tampil menyerang. Maradona adalah penganut pola menyerang baik dikala sebagai pemain maupun sebagai pelatih sekarang ini. Jika benar dia memainkan pola 4-3-3 dengan 3 striker terbaiknya, Lionel Messi, Carlos Tevez dan bomber Inter Milan Diego Milito, maka permainan menyerang Argentina akan memaksa pertahanan Nigeria bekerja ekstra keras. Joseph Yobo (Everton), Taye Taiwo (Marseille), Rabiu Afolabi (Salzburg), Danny Shittu (Bolton) yang pengalaman akan dipaksa mengawasi gerakan tiga bomber Albiceleste yang berbahaya. Sedikit lengah, akibatnya bisa fatal.
Nigeria hampir pasti tidak akan bertahan. Skuad the super eagle bertekad membuat lompatan besar mumpung main di benua Afrika. Ada beberapa pemain andalan yang bisa mengangkat performa skuad, mereka yang main di klub-klub Eropa. Nwanko Kanu terakhir main di Portsmouth, Yakubu Aiyegbeni (Everton), dan Obafemi Martins (Wolfsburg) menjadi pilihan utama pelatih Lars Lagerback.
Di kubu Argentina, banyak stock pemain yang bisa menjadi pilihan Maradona sesuai strategi dan pola yang diinginkan. Pemain terbaik dan bintang Barcelona bertubuh mungil Lionel Messi yang gesit, Carlos Tevez pekerja keras yang tak pernah lelah mengganggu pertahanan lawan, Diego Milito bomber yang sering mencetak gol penentu kemenangan bagi klubnya Inter Milan, Javier Mascherano dan Juan Veron, yang mengatur lapangan tengah, Angel Di Maria gelandang Benfica yang belakangan ini mendapat kepercayaan penuh Maradona.
Dengan sederet pemain bertalenta ini Maradona yakin skuadnya tidak hanya bisa menang atas Nigeria dan lolos ke putaran 16 Besar tapi juga melangkah ke partai puncak dan meraih gelar juara. Selama ini Maradona sudah menyelesaikan pekerjaan rumahnya, memberi bekal pada anak buahnya pola main yang variatif.
Jika hubungan Maradona dengan pemainnya sudah memasuki masa harmonis ibarat pasangan pengantin yang menikmati bulan madu, maka hubungan pelatih Lars Lagerback dengan pasukan “super eagle”nya masih tanda tanya. Apakah mungkin dalam waktu singkat satu-dua minggu sudah bisa terjalin hubungan saling mengerti dan respek. Sebagaimana diketahui Lagerback baru dua pekan lalu direkrut Nigeria sebagai pelatih.
Pertanyaan ini menjadi petanda kelemahan tim super eagle. Namun bagaimanapun juga Nigeria tetaplah kekuatan Afrika yang masih diunggulkan lolos ke putaran 16 bersama Argentina. Di bursa tarohan Nigeria diramal bisa mengatasi dua pesaing lain di grup, Korea Selatan dan Yunani. Partai Argentina versus Nigeria bakal seru, jika kedua tim bermain menyerang secara terbuka maka penonton akan disajikan pertandingan kelas dunia yang pasti akan lebih menarik katimbang Uruguay kontra Perancis yang berakhir 0-0 dan membosankan itu. Argentina jika main dalam form terbaiknya akan memenangkan partai ini.
Pertandingan lain di grup B ini Korea Selatan semifinalis 2002 kontra Yunani juara Eropa 2004 berlangsung tiga jam lebih awal di stadion Nelson Mandela Bay, Port Elizabeth.
Korea Selatan yang membuat lompatan besar kala menjadi tuan rumah dan menerobos sampai semifinal 2002 menyimpan misi dan ambisi besar untuk mengulang sukses 2002. Tim “merah-merah” yang kini dilatih pelatih lokal Huh Jung-Moo akan diperkuat bintang sayap Manchester United, Park Ji Sung, dan legiun asing lainnya, Park Chu-Young (Monaco), Cho Won-Hee (Wigan), Cha Du-Ri (SC Freiburg), dan Lee Chung-Yong (Bolton). Dalam uji-coba “away” mereka sukses mengalahkan Jepang 2-0 dalam pertandingan adu gengsi sesama Asia Timur.
Bagaimana dengan Yunani? Kita masih ingat ketika Yunani diremehkan di Euro 2004 tapi nyatanya sanggup melambung tinggi merebut gelar juara. Kali ini persiapan serius dilakukan Otto Rehhagel, pelatih asal Jerman itu. Dia bertumpu pada 10 pemain klub Panathinaikos yang double winner di liga domestik antaranya Giorgios Seitaridis yang baru pulih dari cidera, dan beberapa legiun asing yang main di klu-klub Eropa antaranya Sotirios Kyrgiakos (Liverpool), Georgios Samaras (Celtic), Vangelis Moras (Bologna), Socrates Papastathopoulos (Genoa).
Partai Korea Selatan versus Yunani ini merupakan pertarungan dua tim yang mengandalkan kebugaran fisik dan semangat tanding ala “speed and power”. Sulit untuk mengira-ngira siapa pemenangnya, tapi yang jelas skuad yang pemainnya lebih siap fisik dan mental akan keluar sebagai pemenang. Meskipun peluang draw lebih besar, tetapi Yunani lebih punya peluang menang katimbang wakil Asia itu. So wait and see. ***

No comments: