Friday, July 30, 2010

Serial World Cup 2010 (09)

Serial World Cup 2010 (09)
Serial Piala Dunia Afrika Selatan 2010

Inggeris dan AS Difavoritkan Di Grup C
Oleh : John Halmahera
Published by Sinar Harapan daily news 11 Juni 2010

Manager legendaris Alf Ramsey yang menangani Inggeris 1966 dikenal disiplin dan teguh dalam pendirian. Ketika FA (Federasi Inggeris) dan pers mengeritik Nobby Stiles yang terkenal kasar dan brutal dengan tackling-tacklingnya, mereka memaksa Ramsey mencoret gelandang bertahan itu. Ramsey menantang balik FA, “Nobby keluar, saya keluar!” FA kalah gertak.
Terbukti Ramsey benar, di Piala Dunia 1966 Nobby Stiles menjadi pilar tim sebagai defensive-midfielder. Fabio Capello hampir sama. Diawal langkahnya sebagai manager Inggeris, orang Italia itu dikeritik pers, isunya sama, kontroversi pemanggilan pemain. Tapi Capello bergeming. “Saya tidak melihat nama besar pemain, saya hanya memanggil pemain yang punya skill dengan kondisi prima, dan sesuai keinginan saya.”
Ditangani Capello, tim Inggeris salin rupa. Main dengan percaya diri, disiplin dan setiap pemain fight untuk tim. Kebersamaan ini begitu tingginya sehingga pers pun mengakui eksisnya Inggeris sebagai tim elit yang punya harapan besar meraih gelar dunia 2010. Pasar tarohan dunia menaroh Inggeris dibawah Spanyol dan Brazil sebagai tiga besar yang paling berpeluang juara 2010.
Semua pemain patuh pada Capello sebagaimana kisah dulu kepatuhan Gordon Banks, Charlton brothers Bobby dan Jackie serta Bobby Moore kepada Alf Ramsey ketika Inggeris merebut juara dunia 1966. Tidak ada complain pemain terhadap Capello yang ditangkap publik. Mereka respek kepada Dob Capello. Diskusi, complain dan usulan hanya dalam internal-meeting, tidak untuk konsumsi orang luar. Pemain tahu persis, siapapun yang tidak disiplin dan mengganggu stabilitas tim akan ditendang keluar. Itulah style Capello. Dengan style Capello inilah Inggeris menjuarai grupnya di kualifikasi zone Eropa.
Seperti halnya tim lain, persoalan cideranya pemain inti sangat mengganggu pikiran sang Pelatih. Saat ini Capello sedang menyusun rencana alternatif jika Gareth Barry tidak bisa fit pada waktunya. Posisi penyeimbang tim, yang berada diantara bek empat dan lini tengah, sangat krusial dalam sepakbola modern. Bagi Capello posisi itu hanya bisa ditempati dengan layak dan penuh style oleh Owen Hargreaves dan Gareth Barry. Owen sudah jelas harus absen, sejak 19 bulan lalu menjalani terapi cideranya. Dan Gareth masih dalam tandatanya, dia tetap menjalani terapi atas cidera ankle di klubnya Manchester City dan tidak ikut dalam kamp latihan. Capello tidak membatasi waktu pemulihan bagi gelandang City itu mengingat pentingnya dia bagi tim.
Dia bahkan membujuk Paul Scholes untuk mempertimbangkan kembali retirementnya, dan kembali memperkuat tim. Belum ada jawaban dan kepastian. Begitu juga pengumuman FA tentang cideranya Gareth Barry. Penampilan tim ketika menekuk Mexico 3-1 dan Jepang 2-1 belum memuaskan Capello. Dia melakukan beberapa percobaan khususnya untuk melihat kualitas pemain pada posisi yang dia inginkan. Tidak puas, namun dia semakin punya gambaran pemain inti dan penggantinya dalam skuad 23 yang akan didaftar ke FIFA awal Juni.
Capello tetap dengan pola bakunya 4-4-2 dengan beberapa variasi yang disesuaikan lawan. Sampai hari terakhir pendaftaran 23 nama sudah dalam kantongnya namun belum diumumkan. Para pemain yang sudah hampir pasti masuk skuad juga menunggu dengan tegang seperti John Terry, Frank Lampard, Steven Gerrard, Wayne Rooney, Ashley Cole serta tiga kiper Joe Hart, David James, Robert Green dan kapten Rio Ferdinand. Termasuk tiga pemain yang mencetak gol ke gawang Mexico, Ledley King, Peter Crouch dan Glen Johnson.
Publik pun menunggu dengan was-was. Ditambah lagi dengan analisa dan ramalan para komentator dan pers Inggeris yang terkenal tajam dan pedas, semakin membuat skuad Inggeris tegang menunggu pengumuman Capello.
Inggeris bergabung di grup yang tidak terlalu sulit bersama USA, Aljazair dan Slovenia. Dari tiga rival ini yang paling harus diwaspadai adalah USA. Tim polesan pelatih Bob Bradley ini nyaris mengejutkan dunia ketika unggul 2-0 atas Brazil di final Piala Konfederasi 2009 sebelum Brazil merebut gelar itu dengan tiga gol balasan. Penampilan hebat USA itu menjadi peringatan bagi Inggris. Jika ramalan tepat dan dua tim ini yang lolos maka siapa juara grup sangatlah penting, karena tim runnerup akan ketemu juara grup D yang kemungkinan besar adalah Jerman di babak knockout 16 besar.
Pelatih Bob Bradley membawa kiper dari premier league dengan Tim Howard (Everton) sebagai andalan, bintang lainnya Oguchi Onyewu (AC Milan), Michael Bradley (Borussia Monchengladbach), Clint Dempsey (Fulham), Landon Donovan (Los Angeles Galaxy) dan Jozy Altidore (Villarreal). Tim ini telah berkembang maju dibanding tahun 2009. Jadi hati-hatilah menghadapi tim yang semangat dan kekompakan menjadi basis permainan.
Aljazair suatu tim kejutan. Tampil sebagai semifinalis Piala Afrika 2010, skuad asuhan Rabah Saadane ini lolos ke 2010 dengan menyisihkan favorit kuat juara Afrika Mesir dalam laga yang diwarnai kerusuhan antar supproter yyang nyaris merenggangkan hubungan kedua negara. Dalam usia 64 tahun, Saadane membawa skuad “Les Fennecs – the desert foxes atau serigala gurun- menjadi kekuatan yang penuh teka teki. Bisa main macam serigala lapar, tapi bisa juga macam anak serigala yang kehilangan induk. Sehebat apa pun Aljazair, orang tetap saja menyayangkan bukan Mesir yang tampil di 2010 melihat penampilan Mesir begitu menawan di Piala Confederasi 2009 kemarin.
Bek tengah Glasgow Rangers Madjid Boughera percaya timnya akan lolos ke babak knock-out 16 besar meskipun pasar tarohan dan penggila bola menempatkan Les Fennecs di urutan buncit untuk lolos. Bahkan disebut-sebut Aljazair yang paling lemah di grup ini, orang hampir yakin Inggeris dan USA yang akan lolos.
“Semua tim punya peluang lolos, termasuk tim underdog kami,” komentar Saadane sang pelatih yang mendapat pujian tinggi telah membawa negaranya kembali ke panggung dunia setelah 24 tahun lalu. Salah seorang “serigala gurun” yang diandalkan Saadane adalah Amri Chadli yang baru saja teken kontrak dengan klub bundesliga, Kaiserslautern untuk musim ini.
Slovenia kedua kalinya maju ke Piala Dunia, setelah membuat debut di 2002. Tim ini mulai berkembang pesat di tangan pelatih Matjaz Kek yang menggantikan Srecko Katanec tiga tahun lalu. Pemain yang paling diandalkan Zlatko Zahovic. Tim dari negara berpenduduk dua juta jiwa ini lolos ke 2010 dengan mengatasi persaingan Russia, tim besar dengan pelatih besar Guus Hiddink serta Republik Ceko.
Tim ini sangat kompak dan bermain dalam team-work yang padu dan seimbang antara bertahan dan menyerang dipimpin kapten gelandang Robert Koren. Adalah kejutan besar ketika Matjaz Kek yang datang dari klub lokal Maribor dan tak dikenal di pentas internasional sukses meramu tim ini menjadi kekuatan yang bisa mengejutkan. Dia membawa generasi baru dalam timnya dengan beberapa pilar andalan, kiper Samir Handanovic dan striker klub Cologne, Milivoje Novakovic. ***

No comments: