Friday, July 30, 2010

Serial World Cup 2010 (03)

Serial World Cup 2010 (03)
Serial Piala Dunia Afrika Selatan 2010

Spanyol Tak Ingin Ulangi Kesalahan
Oleh : John Halmahera
Published by Sinar Harapan daily news 27 Mei 2010

Spanyol datang ke Afrika Selatan 2010 dibawah spotlight dunia. Tim Espana itu juara Euro 2008 dengan materi pemain dari dua klub kelas dunia, Barcelona dan Real Madrid. Kegagalan mereka di pentas Confederation Cup 2009 tidaklah mengurangi nama besar yang disandangnya. Mereka kalah 0-2 di semifinal dari USA tetapi memenangkan peringkat tiga atas tuan rumah Afrika Selatan melalui perpanjangan waktu.
Gelar Euro 2008 sangat besar artinya bagi Spanyol, gelar yang diincar setelah penantian selama 44 tahun sejak merebutnya tahun 1964. Orang yang paling berjasa adalah “pak tua” Luis Aragones yang 28 Juli tahun itu (2008) akan berusia 70 tahun. Dia meramu timnya dengan pilar andalan, pasangan Barcelona Andres Iniesta dan Xavi Hernandez, Marcos Senna dari Villarreal dan David Silva dari Valencia. Secara tehnik mereka mampu mempertahankan dan memainkan bola dalam tempo tinggi. Begitupun pilihannya akan penyerang andalan, Fernando Torres, yang mencetak gol satu-satunya ke gawang Jerman di final yang membuahkan gelar juara.
Setelah sukses itu Aragones mundur, digantikan Vicente Del Bosque yang membawa tim yang dijuluki La Roja ke Piala Confederation 2009 di Afrika Selatan. Masih dengan materi sama dan pola main yang tidak berubah, kontan La Roja diramal ketemu Brazil di partai puncak.
Tapi apa mau dikata. Di gebrakan awal menggunduli Selandia Baru 5-0 lalu menang 1-0 atas Irak dan 2-0 atas Afrika Selatan, secara mengejutkan Spanyol ditekuk USA 0-2 di semifinal. Gagal sudah final ideal Brazil-Spanyol. Pada perebutan peringkat tiga Spanyol menang 3-2 atas Afrika Selatan yang disemifinal dikalahkan Brazil.
Belajar dari sukses 2008 dan kekalahan dari USA di Confederation Cup, skuad Del Bosque datang ke Afrika Selatan mengusung ambisi merebut gelar dunia yang belum pernah dicicipinya. Kali ini tim matador jauh lebih siap. Gebrakan perdana, lawan Swiss di stadion Moses Mabhiba kota Durban 16 Juni, tidak ada pilihan lain kecuali menang. Del Bosque mempertahankan kerangka inti pilihan Aragones, seperti Carles Puyol, Andres Iniesta, David Villa, Xavi Hernández, Fernando Torres, Cesc Fábregas, Xabi Alonso dan David Silva. Hanya Marcos Senna yang hilang dari daftar.
Salah satu saingan berat Spanyol di grup datang dari Cili. Pelatih asal Argentina, Marcelo Bielsa dikenal sebagai El Loco alias The Madman karena dedikasinya yang unik akan sepakbola, pekerja keras dan sangat disiplin serta komit akan prinsipnya. Karakternya yang unik dan cerdas dalam strategi mendatangkan respek dan pujian dari pemain dan fans. Dia membawa Cili sukses runner-up, hanya selisih satu nilai dari pimpinan grup Brazil dalam kualifikasi zone Conmebol. Gaya menyerang yang dikemas Bielsa membuahkan 32 gol dari 18 pertandingan, lebih rendah satu gol dibanding Brazil. Gaya main ini sangat dipuja para pecinta tim Cili.
Bielsa hadir pada saat yang tepat, ketika sepakbola Cili dilanda mendung duka menyusul penampilan buruk dalam kualifikasi zone Conmebol yang menyebabkan mereka gagal maju ke Piala Dunia 2002 dan 2006. Penampilan apik dicapai skuad Marcelo Bielsa lolos ke 2010 dengan satu pertandingan tersisa, ketika mengalahkan tuan rumah Kolombia 4-2. Itu kemenangan fantastis, karena mereka menyerang di kandang lawan.
Terakhir tampil di Piala Dunia, Cili berantakan di France 1998 meskipun diperkuat dua bomber handal Marcelo Salas dan Ivan Zamorano. Setelah itu Cili absen, dan baru hadir kembali di 2010 yang disebut-sebut sebagai kelahiran kembali tim berkostum merah itu. Sekarang ini ambisi mereka adalah prestasi semifinal sebagaimana yang dicapainya - peringkat tiga - di tahun 1962 ketika menjadi tuan rumah.
Kekuatan Cili tampak pada disiplin, semangat dan kepercayaan diri. Pemain andalan yang diharapkan Bielsa menjadi pilar tim antaranya penyerang Real Zaragoza Spanyol Humberto Suazo yang mencetak 10 dari 32 gol Cili. Juga Jorge Valdivia, mantan klub Colo Colo yang telah memenangkan gelar domestik 2006, lalu hijrah ke Sao Paulo Brazil dan Palmeiras. Kini dia main untuk klub Uni Emirat Arab, Al Ain dengan kontrak menggiurkan. Bersama Suazo dia berperan penting meloloskan Cili ke 2010.
Pada gebrakan awal Cili akan bertarung keras dan menyerang untuk meraih tiga angka dari Honduras. Jika sukses, di atas kertas kemungkinan sukses, maka Cili akan memperlihatkan taringnya menghadapi rival utama Swiss. Partai ini sangat menentukan nasib kedua tim karena diperkirakan Spanyol akan lolos sementara tiket kedua grup akan ditentukan Cili atau Swiss.
Swiss, sama seperti Cili juga mengusung ambisi lolos. Rencananya menahan Spanyol di partai perdana kemudian “all-out” lawan Cili di partai kedua. Pelatih Swiss, Ottmar Hitzfeld mempercayakan lini pertahanan pada Stephane Grichting yang 8 musim main di klub Auxerre, sebagai bek kiri pengalaman usia 31 tahun. Mulanya ketika duduk di bangku cadangan di Euro 2008 Grichting berpikir gantung sepatu. Namun Ottmar berhasil membujuknya untuk tetap siap ke Afrika Selatan.
Ottmar memang dikenal sebagai pelatih yang bisa memotivasi pemainnya untuk tampil optimal. Permainan kolektif, disiplin dan bertenaga tim Swiss ini bisa jadi batu sandungan bagi Spanyol ataupun Cili.
Sepakbola tudak mengenal matematik, Honduras yang diramal jadi bulan-bulanan tidak akan menerima nasib begitu saja. Pelatih Honduras Reinaldo Rueda telah mempersiapkan timnya dengan optimal meskipun disanasini masih terbelit persoalan dana. Para pemain liga premier Inggeris, Wilson Palacios (Tottenham Hotspurs), Hendry Thomas dan Maynoe Figuerora (Wigan) bersama senior David Suazo (Genoa) dan Carlos Pavon (Real Espana) diharapkan jadi pilar kekuatan bersaing dengan tim-tim high level di grupnya.
Inilah penampilan kedua bagi Honduras di Piala Dunia setelah debutnya di tahun 1982. Sadar akan peta kekuatan di grup H maka tidaklah heran jika pasar tarohan menempatkan posisi Honduras di urutan buncit. Nyaris tak ada peluang untuk lolos. ***

No comments: