Friday, July 30, 2010

Serial World Cup 2010 (02)

Serial World Cup 2010 (02)
Serial Piala Dunia Afrika Selatan 2010

Perancis Unggulan Grup A
Oleh : John Halmahera
Published by Sinar Harapan daily news 24 Mei 2010

Dua juara dunia berkumpul di grup A, Uruguay dan Perancis. Boleh saja Uruguay mencatat dua kali juara, tahun 1930 dan 1950, tetapi itu masa lalu. Belakangan Uruguay tak lagi bisa mencatat prestasi besar di tingkat dunia, kecuali di Piala Amerika Selatan. Sementara Perancis meski baru satu kali juara namun belakangan sudah masuk jajaran kelas dunia. Inilah yang membangun tradisi Les Blues dan menjadikan salah satu tim favorit di Piala Dunia 2010.
Jejak langkah Les Blues ke pentas di dunia dimulai tahun 1982, ditangani Michel Hidalgo dan dimotori kapten dan playmaker Michel Platini menembus semifinal Piala Dunia Espana’82 menempati peringkat empat. Dua tahun berikut sebagai tuan rumah tim ini sukses merebut gelar Piala Eropa. Dua tahun berikut skuad ini menggebrak Mexico’86, sayang hanya berakhir di peringkat tiga.
Terlambat mematangkan pemain muda, generasi dibawah Platini, penyebab Perancis dua kali tidak lolos kualifikasi dan absen di Piala Dunia 1990 dan 1994. Kebangkitan besar Les Blues dimulai lagi ketika menjadi tuan rumah Piala Dunia 1998. Skuad asuhan Aime Jacquet yang dimotori bintang berdarah Aljazair Zinedine Zidane sukses juara. Jacquet mundur, digantikan Roger Lemerre yang melanjutkan kiprah skuad Les Blues merebut gelar Euro 2000.
Meskipun berbekal gelar akbar, Piala Dunia 1998 dan Euro 2000 Les Blues berantakan di Piala Dunia 2002, tersingkir di penyisihan grup. Di partai pembukaan 31 Mei di Seoul kalah 0-1 dari Senegal, draw 0-0 lawan Uruguay dan ditekuk Denmark 0-2 dalam partai penentuan. Les Blues angkat koper dan Roger Lemerre dipecat.
Pelatih berikutnya, Raymond Domenech mempersiapkan tim ke Piala Dunia 2006. Les Blues dimotori Zinedine Zidane sukses menembus partai puncak, sayang kalah adu pinalti dari Italia. Les Blues main 7 kali menang 4 draw 3 dan tidak pernah kalah, mencetak gol 9-3.
Dua tahun kemudian Les Blues gagal di Piala Eropa 2008. Di Zurich 9 Juni ditahan Rumania 0-0, empat hari kemudian di Wankdorf dipermalukan Belanda 1-4 dan akhirnya angkat koper setelah dilibas Italia 0-2 lewat gol Andrea Pirlo dan Danielle De Rossi. Publik dan pers menuntut pemecatan Raymond Domenech, tapi Federasi FFF bergeming. Domenech tetap dipercaya membawa timnya ke Afrika Selatan.
Perancis nyaris gagal ke 2010, hanya lolos setelah playoff mengalahkan Irlandia lewat gol kontroversial William Gallas yang diawali “double handsball” Thierry Henry, gol yang mencoreng muka Perancis dan FIFA, membangkitkan amarah kekecewaan rakyat Irlandia.
Kelemahan tim ada di “kepala” Domenech demikian komentar pecinta Les Blues. Kontra produktif dan “kepala batu”. Dalam menentukan pemain ke 2010, dia kembali menuai pro kontra. Pers mengeritiknya. Namun dia punya alasan yang dari kacamatanya sangat obyektif dan semata-semata disesuaikan kepentingan tim.
William Gallas merupakan satu dari empat pemain klub Arsenal yang dipanggil, tiga lainnya Bacary Sagna, Gael Clichy dan Abou Diaby. Sementara rekan seklub Samir Nasri dan mantan bintang “Gunners” Patrick Vieira bahkan tidak dilirik sama sekali sejak pengumuman 27 pemain awal. Juga striker Marseille Hatem Ben Arfa dan striker Real Madrid Karim Benzema.
Tanggal 27 Mei Les Blues akan masuk kamp latihan di Tunisia membawa 23 pemain intinya yang akan masuk daftar resmi FIFA. Di atas kertas Perancis akan lolos dari grup A didukung data “all time World Cup” dimana ranking Perancis berada di posisi 6 lebih unggul atas Uruguay (12) dan Mexico (13) serta Afrika Selatan (46).
Data dan tradisi tidak akan memenangkan suatu tim tanpa penampilan yang berkualitas di lapangan. Perancis akan bertemu Uruguay dalam laga perdananya di stadion Cape Town 12 Juni. Bagi kedua tim juara tersebut, laga perdana itu sangat menentukan. Dalam 4 pertemuan sebelumnya di Piala Dunia, keduanya sama-sama menang sekali dan draw dua kali. Perancis unggul gol 3-2.
Kekuatan Uruguay sulit diduga. Kehadiran pelatih Oscar Washington Tabarez yang dijuluki para pemain “El Maestro” telah menyuntik semangat dan motivasi. Tim ini bertekad lolos dari grup. Permainan kolektif, keras dan efisien, itulah ciri yang dibawa Uruguay. Pasti sangat menarik melihat bagaimana sepakbola menyerang Les Blues menghadapi pertahanan tim keras dari Amerika Latin ini.
El Maestro mengandalkan beberapa pemain yang diharapkan menjadi pilar tim, striker Diego Forlan yang main di klub Spanyol Athletico Madrid, dua bintang Ajax Amsterdam Luis Suarez dan Nicolas Lodeiro serta gelandang bertahan klub Napoli Spanyol Walter Gargano. Uruguay memang tidak gemerlap selama ini namun tetap saja bisa jadi batu sandungan bagi Les Blues. Beberapa hari lalu, Uruguay menang 2-1 dalam ujicoba atas Libia di Tunisia.
Jika keadaan berjalan mulus, artinya Les Blues bisa tampil sebagaimana form terbaiknya maka juara grup tidak jauh dalam genggaman. Satu tiket lagi akan ditentukan Mexico atau Uruguay. Tiket inipun tergantung pada partai pembukaan 2010 yakni tuan rumah versus Mexico di stadion Soccer City Johannesburg 11 Juni yang pasti akan sangat menegangkan.
Mexico dalam beberapa ujicoba memperlihatkan perkembangan positif berkat pelatih tangan dingin Javier Aguirre, menang 1-0 atas Angola di Houston, 1-0 atas Senegal di Chicago, kalahkan Chili di Mexico City dan 0-0 lawan Ekuador. Menghadapi dua tim Afrika menandai kesiapan Mexico menantang tuan rumah.
Javier Aguirre membawa lebih banyak pemain bertahan dibanding midfield, Rafael Marquez (Barcelona), Juan Carlos Valenzuela (klub America) dan Adrian Aldrete Morelia, Alberto Medina (Guadalajara) dan penyerang senior Cuauhtemoc Blanco (Veracruz), tandanya Mexico akan menggalang pertahanan ketat dengan serangan balik yang mematikan. Marquez akan memimpin pertahanan sedang Blanco jadi andalan mencetak gol.
Tim mana yang lolos dari grup A ini sangat ditentukan dua pertandingan awal. Mereka, keempat tim, sama-sama memburu kemenangan. Karena biasanya tim yang menang di partai perdana, memiliki peluang besar untuk lolos. ***

No comments: