Friday, July 30, 2010

Serial Piala Dunia 2010 (07)

Serial World Cup 2010 (07)
Serial Piala Dunia Afrika Selatan 2010

Belanda Hanya Perlu Keberuntungan
Oleh : John Halmahera
Published by Sinar Harapan daily news 9 Juni 2010

Pesta bola 2010 kali ini lengkap dihadiri 7 juara dunia. Perancis dan Uruguay bergabung dengan favorit tuan rumah Afrika Selatan. Lima lainnya, Argentina, Inggeris, Jerman, Italia dan Brazil, disebar di 5 grup. Masih sisa dua unggulan di dua grup, posisi ini diberikan kepada Belanda dan Spanyol. Keputusan FIFA terbukti tepat. Beberapa waktu kemudian pasar tarohan menempatkan urutan Spanyol diatas Brazil, Inggeris dan Argentina. Posisi Belanda (5) ditempatkan diatas Italia (6), Jerman (7) dan Perancis (8).
Prestasi paling membanggakan Belanda adalah runner-up 1974 dan 1978 ketika skuad Oranye memperkenalkan pola attacking-football yang kemudian menyebar ke pelosok dunia. Mereka tidak beruntung karena kalah dari tim tuan rumah (Argentina dan Jerman Barat) dalam suasana dibawah tekanan dan teror penonton fanatik tuan rumah. Setelah itu Belanda harus absen 3 kali (1982, 1986 dan 2002) dengan prestasi tertinggi adalah semifinalis tahun 1998. Kini mereka datang dengan ambisi merebut gelar dunia.
Dalam uji-coba kemarin, pola menyerang Belanda menaklukkan Mexico 2-1, menghancurkan Ghana 4-1 dan Hongaria 6-1 suatu peringatan pada semua rivalnya bahwa attacking football Belanda datang lagi. Pelatih Bert van Marwijk tadinya diragukan publik, telah memperlihatkan hasil, 18 match tanpa kalah baik di kualifikasi maupun friendly-match. Delapan antaranya kemenangan “full-house” di grup 9 dimana Norwegia dan Skotlandia tak berdaya membendung. Mencetak 17 gol dan hanya kebobolan dua gol oleh Eslandia dan Macedonia.
Marwijk mulai menangani timnya setelah penampilan buruk Oranye di Euro 2008, mengambil alih dari Marco van Basten. Selama ini sejarah tradisi Belanda hanya meraih satu gelar besar juara Euro 1988. Pers Belanda maupun KNVB punya obsesi perubahan tim Belanda dari imej miring. Bahwa Oranye selalu tampak hebat dan dahsyat tapi sebenarnya mental tim sangat meragukan kalau tidak bisa dikatakan agak rapuh. Dalam diri Marwijk orang-orang Belanda berharap skuadnya bisa menghapus jejak langkah yang sering tidak beruntung, gagal karena mental yang rapuh.
Marwijk membawa klub Feyenoord juara UEFA Cup 2002, melatih Borussia Dortmund dan kembali ke Feyenoord mengantarnya ke juara liga Belanda. Dia ramah, kalem dan akrab dengan pemainnya. Dia berlatih bersama pemain, bergaul campur dengan senda gurau untuk mengenal pemainnya lebih dekat. Pendekatannya berbeda dengan pendahulunya Marco van Basten tetapi gaya dan pola mainnya hampir sama. Para pemain sudah terbiasa dengan pola Basten 4-2-3-1 jadi Marwijk tetap memainkan pola itu. Dibantu dua asisten Phillip Cocu dan Frank de Boer, dua mantan bintang Oranye yang punya nama besar dan wibawa di kalangan pemain. Di lapangan dia menaruh kepercayaan besar pada menantunya Mark van Bommel (Bayern Munich) yang main di midfield dengan kapten Giovanni van Bronckhorst (Feyenoord).
Oranye tidak diperkuat dua sperstar yang sudah veteran Edwin van der Saar dan Ruud van Nistelrooy, dan Marwijk berharap pada generasi baru, Arjen Robben, Joris Mathijsen, Andre Ooijer, Dirk Kuyt, Mark van Bommel, Klaas-Jan Huntelaar dan Giovanni van Bronckhorst, yang pernah dalam tim van Basten, begitu juga Rafael van der Vaart, Robin van Persie, Nigel De Jong dan Wesley Sneijder.
Adalah eks bintang Oranye Wim Kieft, pemain seangkatan van Basten, Rijkaard, Gullit yang tidak bersinar di skuad Oranye karena kalah bersaing. Komentarnya cukup menarik.
“Kita belum pernah juara, satu kali pun. Mengapa harus sekarang? Cruyff, Neeskens, Van Hanegem tak bisa juara. Tidak juga Van Basten, Gullit, Rijkaard. Begitupun Seedorf, De Boer, Cocu, Davids, Kluivert. Apakah kita berpikir memiliki pemain terbaik dunia sekarang? Ayolah realistis, masih ada tim lain dengan pemain terbaik Torres, Xavi, Iniesta, Villa? Pernah dengar namanya? Atau Messi dan Tevez? Rooney, Gerrard, Lampard?”
Dia menutup komentarnya dengan harapan besar. “Kalau mereka (skuad Oranye) bisa kerjasama dan membuang ego masing-masing, maka mereka punya peluang! Jikalau tidak, kita akan melihat keretakan internal, saling menyalahkan. Saya senang mendengar para pemain punya tekad besar untuk bekerjasama, membuat saya tidak sabar menanti aksi mereka, Rafael, Wesley, Robin (van Persie) dan Arjen akan tarung merebut bola dari kaki lawan.”
Belanda harus mewaspadai Denmark pada laga perdana 14 Juni di Soccer City, Johannesburg yang di kualifikasi bisa mengatasi Portugal, Swedia dan Hongaria. Dalam head to head Belanda masih unggul, namun apa pun bisa dilakukan Denmark yang dijuluki “dinamit”.
Pemain muda Arsenal Nicklas Bendtner, Jon Dahl Tomasson, Dennis Rommedahl adalah pilar Denmark. Mereka ingin membuat kejutan sebagaimana kejadian masa lalu di Piala Dunia 1986, 1998, 2002 atau ketika mereka tidak diunggulkan namun menjuarai Piala Eropa 1992 di Swedia.
Dalam salah satu uji-coba Christian Poulsen dan Tomas Enevoldsen mencetak gol kemenangan 2-0 atas tim Afrika Senegal di Aalborg Kamis pekan lalu. Inilah bagian dari skema strategi menghadapi Kamerun di partai kedua 20 Juni mendatang.
Jepang dibawah pelatih Takeshi Okada punya target yang mungkin saja terlalu muluk. Selama partisipasi di Piala Dunia Jepang memainkan 10 pertandingan dengan dua menang, dua draw dan 6 kalah, dengan gol 8 minus 14. Prestasi paling besar dicapainya di tahun 2002 ketika menjadi tuan rumah, lolos ke 16 Besar. Kali ini Okada membidik semifinal! Terlalu muluk? Gebrakan pertama akan diuji Kamerun 14 Juni di stadion Free State Bloemfontein.
Raksasa Afrika Kamerun mengejar ketinggalan dan menyamakan 1-1 skor lawan Slovakia dalam friendly di Austria. Itulah gol Enoh Eyong gelandang Ajax menyelamatkan “indomitable lions”dari kekalahan. Partai itu tidak diikuti Samuel Eto’o superstar Inter Milan yang diharapkan pelatih Paul Le Guen menjadi inspirasi tim bersama Benoit Assou-Ekotto (Tottenham Hotspur), Nicolas Nkoulou (Monaco), Alexandre Song (Arsenal) dan Enoh Eyong (Ajax). Kali ini Kamerun ingin memanfaatkan dukungan fans Afrika di bumi Afrika untuk menggapai impian juara. Pasar tarohan menempatkan Belanda sebagai pemuncak grup diikuti Kamerun sebagai dua tim yang lolos. So wait and see.
***

No comments: