Tuesday, June 10, 2008

Piala Eropa 2008 : Ceko vs Portugal (Preview)

Artikel Piala Eropa Juni 2008
Pro SINAR HARAPAN

Piala Eropa 2008
Ambisi Portugal, Menang Untuk Lolos

Oleh : John Halmahera

Partai Ceko lawan Portugal dipastikan ketat. Kedua tim akan kerja keras untuk menang dan lolos ke delapan besar. Hasil draw belum menjamin lolos, karena pemenang antara Swiss vs Turki masih punya peluang lolos. Portugal yang disebut-sebut salah satu favorit juara telah memperlihatkan kelas dan kualitasnya ketika menaklukkan Turki yang gigih dan ngotot. Pelatih Portugal, Luis Felipe Scolari, perancang Brasil merebut gelar dunia kelima bagi tim samba di Piala Dunia 2002, di awal turnamen mengatakan, timnya butuh kemenangan di partai perdana, maka selebihnya akan lancar. Prediksinya benar, Portugal menang 2-0 atas Turki. Kini dia memberi sinyal akan memenangkan partai melawan Ceko, dan seterusnya.
Mengalahkan Ceko, tidaklah mudah. Pertahanan Ceko selama ini dikenal solid, perpaduan antara empat lini belakang dengan 4 atau 5 gelandang serba bisa sehingga membentuk perisai berlapis sebelum lawan bisa menyentuh kiper Petr Cech yang sulit ditaklukkan. Pertahanan Ceko digalang pemain pengalaman yang tak mudah goyang oleh serangan lawan. Kapten tim Tomáš Ujfaluši dari Fiorentina, Zdeněk Grygera (Juventus), Marek Jankulovski (AC Milan) dan tentu saja kiper Chelsea sebagai tembok akhir. Tembok Ceko ini sudah teruji ketika digempur serangan beruntun Swiss. Mereka ulet, disiplin dan pantang menyerah. Dan tentu saja punya kualitas dan tehnik memadai.
Dibawah mistar Ceko memiliki penjaga gawang yang sangat tangguh, Petr Cech dari klub Chelsea yang termasuk salah satu kiper terbaik di dunia. Kapten Ceko, Tomas Ujfalusi menggarisbawahi kualitas rekannya itu. Keberadaan Cech di bawah mistar merupakan fondasi semangat Ujfalusi dkk. “Dia membuat kami merasa aman, bahkan saat menghadapi lawan ringan yang mana dia tidak banyak bekerja. Petr pemain kunci dalam tim kami, dia selalu menolong kami dan semua pemain menghargainya.”
Hari ini, Ujfalusi dkk akan menghadapi Portugal, salah satu tim favorit yang memiliki daya serang mumpuni. Membendung serangan Swiss tentu saja berbeda dengan menahan serangan Portugal. Tehnik individu dan gaya menyerang Ronaldo, Joao Moutinho, Pepe, Deco, Nuno Gomes, Raul Meireles sangat berbeda dibanding serangan Swiss. Pelatih Ceko, Karel Bruckner mengetahui kualitas Portugal. Itu sebab Ceko tidak akan main terbuka.
Bahwa Ceko juga mengincar kemenangan tidaklah dipungkiri namun dia lebih konsentrasi pada pertahanan, prinsipnya asal tidak kalah. Draw adalah hasil baik. Ini pandangan realistis mengingat lawan ketiga adalah Turki. Misi memetik tiga angka dari Turki akan lebih terjamin. Menghadapi Ceko, saya kira Ceko menargetkan draw, tetapi tidak akan main bertahan atau negative football. Bruckner akan konsentrasi pada pertahanan tetapi tidak main bertahan. Ceko tetap akan bermain menyerang dengan bertumpu pada striker jangkung, Jan Koller. Menyerang namun tidak main terbuka.
Di pihak lain, Portugal akan bermain menyerang, lebih konsentrasi pada serangan, karena itu ciri dan filosofi Scolari yang disesuaikan dengan karakter dan kemampuan individu skuadnya. Maka partai ini akan jadi tontonan menarik, bagaimana pola serang Portugal harus membongkar pertahanan solid Ceko. Pertahanan skuad Karel Bruckner ini sudah teruji selama di babak kualifikasi Euro.
Seperti umumnya strategi yang diterapkan tim underdog menghadapi tim dengan attacking-football yang mumpuni, Ceko juga akan menerapkan strategi seperti yang dilakukan Turki ketika menghadapi Portugal. Jangan memberi ruang bebas pada pemain Portugal khususnya Cristiano Ronaldo. Pressure ketat harus diberlakukan pada setiap pemain Portugal. Hal ini memang akan menguras tenaga dan konsentrasi, tetapi hanya itulah jalan untuk menetralisir serangan Portugal.
Ceko akan memainkan skuadnya yang kemarin, begitu juga Portugal. Tidak banyak perubahan dalam susunan pemain, hanya strategi saja yang berbeda. Sulit untuk menebak formasi yang dimainkan kedua pelatih. Pola Ceko, kemungkinan 4-5-1 dengan dua gelandang bertahan yang menjadi tameng lini belakang. Tiga gelandang lainnya, adalah karakter menyerang tetapi dengan tugas yang jelas sebagai lapis pertama yang mencegah serangan lawan pada saat timnya hilang bola.
Di pihak lain Scolari memiliki beberapa formasi tergantung situasi permainan. Ketika menghadapi Turki, dia memainkan pola 4-5-1 yang agresif, artinya lebih konsentrasi pada mencetak gol. Filosofinya juga jelas, belajar dari kesalahan di Euro 2004, berusaha keras mencetak gol lebih awal. Setelah unggul gol, serangan dan tekanan tidak boleh kendor. Tetap menyerang dan menekan. Gaya main Portugal memang tetap menyerang, namun lini bertahan yang dipercayakan kepada Ricardo Carvalho dan rekan seklubnya (Chelsea), Paulo Fereira sebagai komandan tetap harus mewaspadai serangan balik Ceko.
Apapun taktik dan strategi Scolari, tetaplah Ronaldo jadi pilihan utama. Dia adalah spirit bagi rekan-rekannya. Portugal identik dengan Ronaldo. Di partai perdana, Turki melakukan pressing khusus terhadap Ronaldo. Tetapi striker MU ini sering berpindah-pindah posisi dan bergerak tanpa henti menarik perhatian lawan membuat pertahanan dan konsentrasi lawan terpecah. Ronaldo tak perlu mencetak gol, tetapi dia membuka peluang bagi rekan-rekannya untuk mencetak gol.
Kehadiran Ronaldo bagi tim Ceko ibarat buah simalakama, untuk menjaganya diperlukan dua atau tiga orang yang memerhatikan atau melapis. Konsentrasi akan tertuju pada Ronaldo sehingga meninggalkan lubang di pertahanan Ceko. Jika Ronaldo tidak dijaga, maka ancaman tehnik individu Ronaldo akan lebih membahayakan gawang Cech. Disini sebenarnya perbedaan kekuatan kedua tim. Portugal punya superstar dalam diri Ronaldo. Ceko tak punya pemain menonjol atau superstar yang perlu mendapat perhatian ekstra dari Carvalho Cs seperti Ronaldo menarik perhatian Ujfalusi dkk.
Pertandingan akan berlangsung imbang. Portugal cenderung menyerang. Ceko lebih bertahan dengan memanfaatkan serangan balik. Di atas kertas, Portugal masih diunggulkan, presentasi 53 banding 47 dengan peluang draw cukup besar.

***



Piala Eropa 2008 : Belanda vs Italia (preview)

Artikel Piala Eropa 9 Juni 2008
Pro SINAR HARAPAN

UEFA Euro 2008
Big Match, Italia Dan Belanda Sama Kuat
Perancis Berpeluang Menang

Oleh : John Halmahera

Cideranya kapten dan palang pintu Italia, Fabio Cannavaro, memeningkan kepala pelatih Roberto Donadoni. Apalagi di partai perdana Italia harus menghadapi Belanda yang punya sederet penyerang berkelas yang dipelopori striker Real Madrid, Ruud van Nistelrooy. Dia harus memikirkan lini belakang dengan serius. Keputusannya memanggil pengganti Cannavaro, yakni bek Fiorentina Alessandro Gamberini, tidak menimbulkan gejolak di dalam tim maupun di kalangan pers.
Gamberini, 26 tahun, musim ini tampil meyakinkan ketika membantu Fiorentina merebut tiket langsung Liga Champions dengan menggusur AC Milan. Dia bersahabat dengan Luca Toni, eks teman seklub sebelum Toni ke Bayern Munchen. Juga beberapa pilar azzurri, Daniele De Rossi, Andrea Pirlo dan Gennaro Gattuso,
Donadoni telah mempersiapkan dua alternatif pertahanan. Pertama, tiga pengawal di depan kiper dan kapten Gianluigi Bufon yakni Christian Panucci, Giogio Chiellini dan Alessandro Gamberini. Pilihan kedua, bek empat, Gianluca Zambrotta, Andrea Barzagli, Marco Materazzi, Fabio Grossi. Tampaknya menghadapi Belanda alternatif bek empat yang akan dimainkan mengantisipasi daya serang tim Oranye yang terkenal agresif.
“Skuad ini punya identitas dan ciri yang tidak mungkin berubah hanya karena seorang pemain diganti, meskipun dia pemain paling penting. Aku percaya pada Barzagi dan Materazzi, mereka solid belakangan ini.” Kata Donadoni.
Italia butuh keberuntungan seperti di semifinal Euro 2000 ketika mereka menang atas Oranye lewat adu pinalti. Pertahanan yang kuat harus dibantu gelandang yang mobil, kuat dalam bertahan dan cepat dalam menyerang. Gennaro Gattuso seorang midfield enforcer, musim ini tampil tidak begitu baik dengan AC Milan, tapi bersama rekan seklubnya Andrea Pirlo dan gelandang AS Roma, Daniele De Rossi menjadi ini kekuatan midfield azzurri.
Simone Perrotta tampil dalam skuad Marcello Lippi PD 2006, harus buktikan diri tetap layak tampil lawan Belanda, karena pemain lain juga sama punya peluang tampil. Orang menebak-nebak formasi Donadoni lawan Belanda, apakah 4-3-3 atau 4-5-1.
Tidak mudah mengatasi kreatifitas midfielder Belanda yang jika semuanya fit akan jadi kekuatan solid di Eropa. Robin van Persie, Arjen Robben, Wesley Snider dan Rafael van der Vaart. Dengan formasi 4-3-3 maka salah seorang diantaranya, Arjen Robben akan digeser ke sayap. Sampai sekarang masih belum jelas apakah van Persie sudah siap untuk diturunkan atau masih disimpan mengingat belum begitu fit setelah sembuh dari cidera lamanya di Arsenal.
Tiga hari jelang tanding lawan Italia, Belanda masih bekerja keras memulihkan kondisi Arjen Roben. Gelandang ini sangat istimewa jika dalam form terbaiknya, usia 24 tahun dia sangat cepat dan direct (langsung), determinasi kuat dan mampu dribble melewati lawan. Umpan-umpannya akan memanjakan striker seklubnya, Ruud van Nistelrooy. Rekannya seklub, Wesley Sneijder, 24 tahun, diharapkan sudah pulih dari hamstring dan akan menjadi pilar midfield bersama Rafael van der Vaart.
Marco van Basten dalam satu tahun terakhir, setelah konsultasi dengan pemain seniornya, mulai berani keluar dari pola baku Belanda selama ini (4-3-3) dan memainkan pola 4-4-2 atau 4-2-3-1. Tetapi memainkan pola apa pun, Belanda tetap bertumpu pada dua winger. Dalam beberapa ujicoba formasi itu membuat kejutan, mengalahkan Kroasia 3-0 dan Austria 4-3. Khusus lawan Austria, skuad van Basten tampil trengginas setelah tertinggal 0-3 berbalik menang 4-3. Terakhir sekali Belanda menang 2-0 atas Wales.
Belanda datang ke Euro dengan kepercayaan diri tinggi. “Saya kaget dengan hasil undian grup, sepintas saya berpikir ingin pindah ke grup lain. Menghadapi juara dunia pada partai perdana jelas tidaklah mudah. Di grup ini, ada dua finalis Piala Dunia 2006 dan Rumania yang kerkembang pesat belakangan ini.” Komentar van Basten.
Lini belakang Oranye cukup solid, dan tidak perlu takut akan kehebatan serangan Italia yang dimotori Luca Toni diapit Mauro Camoranesi dan Antonio Cassano jika Italia main dengan pola 4-3-3 atau duet Luca Toni dan Alessandro Del Piero jika main 4-3-1-2. Luca Toni yang telah membukukan 33 gol dalam semusim untuk Bayern Munchen di semua level kompetisi akan menjadi perhatian lini belakang Oranye.
Kiper Edwin van Der Sar dibawah mistar dan Joris Mathijsen sebagai komandan, akan jadi pilihan utama. Selama ini hanya dua pemain tersebut yang selalu dimainkan, sementara posisi lain bisa bergantian. Andre Ooijer, John Heitinga, Giovanni van Bronckhorst bisa menjadi pilihan mendampingi Mathijsen. Selain itu masih ada Mario Melchiot, Tim de Cler dan Khalid Boulahrouz bek Sevilla (pinjaman dari Chelsea) yang menggantikan Ryan Babel yg cidera. Van Basten cukup puas selama ini dengan lini pertahanannya yang kebobolan 5 gol dalam 12 pertandingan kualifikasi Euro 2008.
Melihat karakter tim, kualitas pemain dan kecerdikan pelatih maka partai ini layak disebut big-match, lebih seru dan menarik dibanding 7 partai lain di match-day 1 termasuk partai grup C lainnya Perancis versus Rumania yang dimainkan dua jam lebih awal. Peluang menang bagi kedua tim cukup terbuka mengingat kemampuan mencetak gol para penyerangnya. Tetapi sekedar mengingat pertemuan terakhir keduanya di semifinal Euro 2000 berakhir draw dan harus diselesaikan lewat adu pinalti yang akhirnya dimenangkan Italia. Partai big-match ini diprediksi draw lebih besar sekitar 60 persen. Kalaupun harus memilih pemenangnya maka Belanda punya peluang 52 persen meski di bursa taruhan William Hill, bandar dunia itu menjagoi Italia.
Perancis, Berpeluang Menang
Partai pertama grup C, finalis Piala Dunia 2006 Perancis punya kekuatan lebih dibanding lawannya, Rumania, baik secara head-to-head dan kualitas pemain maupun pengalaman tanding dan kerjasama tim. Sampai saat terakhir belum ada kepastian absen tidaknya kapten les blues dan playmaker Patrick Vieira yang tampaknya mulai pulih. Pelatih Raymond Domenech sudah mempersiapkan pemain muda Mathieu Flamini yang baru-baru ini dikontrak AC Milan dari klub asalnya, Arsenal.
Perancis sudah siap mendulang sukses seperti kejayaan di zaman Michel Platini (1984) dan Zinedine Zidane (2000). Perancis diprediksi akan mengatasi perlawanan skuad Rumania yang ditukangi Victor Piturca dan dimotori kapten berkualiatas tinggi Adrian Mutu dan Christian Chivu. Peluang Perancis menang 55 persen banding 45 dengan persentasi draw cukup rendah. ***

Piala Eropa 2008 : Spanyol vs Russia (preview)

Artikel Piala Eropa 2008
Pro SINAR HARAPAN

UEFA Euro 2008
Spanyol Waspadai Kejutan Beruang Merah
Swedia Diunggulkan Meskipun Tipis

Oleh : John Halmahera

Terakhir sekali Spanyol menembus grand-final Euro pada saat mana Andres Iniesta persis berusia 47 hari. Final itu dimenangkan Perancis yang dimotori Michel Platini. Setelah 24 tahun berlalu, Platini sekarang presiden UEFA dan Iniesta gelandang Barcelona jadi salah seorang pilar midfield Spanyol. Pekan lalu ketika Iniesta diperiksa di rumah sakit karena penyakit perut, seantero Spanyol menahan napas. Hari ini, saat Spanyol harus turun laga di Innsbruck menghadapi Russia, gelandang enerjik Barcelona itu sudah kembali berada dalam skuad. Dia sudah sehat, tetapi masih harus menanti keputusan tim dokter dan pelatih Luis Aragones, apakah dia sudah bisa tampil atau duduk di bangku cadangan.
Iniesta mungkin tidak sehebat Platini dalam catatan mencetak gol. Tetapi ada persamaan antara dua pemain beda generasi itu, fungsi dan peran mereka di skuad sangat penting sebagai penyeimbang dan pengatur tempo. Dia bukan pencetak gol subur, namun gol-golnya seringkali menentukan nasib tim matador. Dalam skuad produktifitas Iniesta hanya kalah dari dua rekannya, Fernando Torres dan David Villa.
Spanyol mengakhiri persiapan menuju Euro 2008 dengan kemenangan 1-0 atas Amerika Serikat di Santander. Gol semata wayang dihasilkan gelandang Barcelona, Xavi Hernandez menit 78. Tetapi hasil itu tidak cukup menggembirakan fans tim matador. Predikat tim yang sulit dikalahkan selama ditangani Luis Aragones mulai diragukan. Penampilan skuad matador tidak lebih baik dari ujicoba sebelumnya ketika menang 1-0 atas Peru. Pertahanan kurang solid, Carles Puyol dan Carlos Marchena masih kurang padu. Lini tengah kurang kreatif.
Jika Iniesta absen karena belum fit, kemungkinan Aragones memainkan midfield seperti uji-coba lawan USA, yakni Xabi Alonso, Santiago Cazorla, Xavi Hernandez, Cesc Fabregas, David Silva. Dalam formasi favorit Luis Aragones 4-5-1 maka pilihan striker tunggal jatuh pada Fernando Torres. Yang menarik adalah kepercayaan Aragones pada bintang muda Valencia berusia 22 tahun, David Silva. Penyerang ini, anggota skuad di piala dunia 2005 FIFA U-20, khusus beroperasi di sayap kiri, tak punya rasa takut, gesit dan cepat dengan umpan-umpannya berbahaya bagi pertahanan lawan. Cadangan lain adalah rekan Cazorla dan Silva dari klub Villarreal yakni Marcos Senna.
Kekuatan Spanyol terletak di lini tengah. Pelatih Russia, Guus Hiddink pasti tahu plus minus tim matador. Jika Spanyol masih tandatanya absennya Iniesta, maka Russia sudah pasti kehilangan striker andalan dari klub Zenit St Petersburg, Pavel Pogrebnyak yang dalam waktu dekat akan naik meja operasi dan Andrei Arshavin yang diskors untuk dua pertandingan awal. “Kehilangan dua starter, pukulan serius bagi kami,” kata Hiddink, “di lain pihak tidak ada sepakbola tanpa kehilangan pemain, sekarang ini tiap pemain akan berjuang keras demi Arshavin dan Pogrebnyak. Pemain mengerti ini dan akan main dengan sungguh-sungguh.”
Selama ini Hiddink memercayai empat pemain CSKA Moskva sebagai pilar lini belakang. Igor Akinfeev kiper 22 tahun yang sedang naik daun, dan tiga bek Vasili Berezutski, Sergei Ignashevich dan Alexei Berezutski. Jika memainkan pola empat bek maka salah satu dari Denis Kolodin atau Renat Yanbaev masuk line-up.
Partai ini akan ketat, keduanya adalah juara masa lalu yang ingin kembali ke pentas Eropa. Motivasi sangat tinggi. Russia jawara 1960, Spanyol juara 1964. Kedua tim juga sudah lama tidak bisa menembus grandfinal Euro. Terakhir sekali Spanyol sampai ke grandfinal, tahun 1984 dikalahkan Perancis. Sedangkan Russia, terakhir tahun 1988 dikalahkan Belanda di final.
Persaingan keras dan ketat akan terjadi di tengah lapangan. Jika kedua tim sama memainkan pola 4-5-1 maka dominasi permainan akan ditentukan para midfielder kedua tim. Alonso, Cazorla, Hernandez, Fabregas dan Silva akan bersaing ketat dengan lima gelandang Russia, Bilyaletdinov, Torbinskiy, Semshov, Zyrianov, Brystov. Tidak beda jauh dengan tim matador Spanyol, serangan beruang merah Russia pun memanfaatkan lebar lapangan. Dua bek Spanyol, Sergia Ramos dan Joan Capdevila serta kiper Iker Casilas ekstra waspada dengan bola-bola cross penyerang Russia dengan ujungtombaknya Roman Adamov atau Roman Pavlyuchenko
Tim Beruang Merah akan mengejutkan Spanyol, itu tekad Guus Hiddink dan skuadnya. Presiden RFS (PSSI-nya Russia) Vitali Mutko ketika mengunjungi latihan tim mengharap Russia memperlihatkan permainan terbaik agar dikenang orang. Russia ditempatkan sebagai underdog. Di atas kertas, Spanyol yang memiliki striker haus gol klub Liverpool, Fernando Torres lebih diunggulkan. Skuad Luis Aragones ini diunggulkan 53 banding 47 dengan peluang draw 50 persen. Di bursa taruhan William Hill, dua tim ini diunggulkan lolos dari grup D diikuti Yunani dan Swedia, namun dengan selisih tipis.
Pada pertandingan kedua grup D, juara bertahan Euro 2004 Yunani yang optimis sanggup mempertahankan gelar akan dijajal Swedia. Pelatih asal Jerman, Otto Rehhagel masih bertumpu pada sebagian besar skuadnya yang meraih gelar juara 2004 di tanah Portugal. Kiper Yunani, Kostas Chalkias, 34 tahun, tidak menjamin timnya akan sukses. Ada beberapa muka baru dalam skuad. Tetapi motivasi dan spirit tetap tinggi. Penyerang berbahaya Swedia, Zlatan Ibrahimovic dan Henrik Larsson akan jadi ancaman bagi kiper veteran dari skuad 2004 lalu itu. Kedua tim sama tangguh dalam fisik, tetapi materi pemain Swedia lebih berpengalaman. Di atas kertas, Swedia diprediksi unggul 52 berbanding 48.

***