Monday, June 9, 2008

Piala Eropa 2008 : Jerman vs Polandia

Artikel Piala Eropa Juni 2008
Pro SINAR HARAPAN

UEFA Euro 2008
Jerman vs Polandia
Mau Tahan Jerman, Fisik Harus Prima !

Oleh : John Halmahera

Bagi Jerman, 12 tahun tanpa gelar Euro, adalah waktu yang terlampau panjang. Joachim Low menegaskan timnya dalam kondisi siap tidak hanya untuk match perdana lawan Polandia, tapi untuk memenangkan gelar Eropa 2008. Terakhir sekali, tahun 1996 Jerman juara Eropa ketika di final mengalahkan Ceko. Di Euro 2000 dan 2004, prestasi tim panser mengecewakan. Tetapi sekarang ini dengan skuadnya yang mapan, Low yakin akan segera mengakhiri penantian 12 tahun itu. Jerman punya kualitas dan tradisi sebagai tim turnamen yang mumpuni. Dan semua prediksi itu harus dibuktikan di stadion Worthersee, Klagenfurt Minggu atau Senin dini hari jam 02.45 WIB menjajal Polandia.
Skuad Jerman sudah siap. Michael Ballack, jenderal lini tengah kondisinya prima. Miroslav Klose, striker nomor satu Jerman siap membobol gawang Polandia yang mungkin dikawal kiper Celtic, Artur Boruc. Gelandang Torsten Frings dalam top-form, begitu juga bek Christoph Metzelder yang cidera lama, sudah kembali pada formnya. Sebaik itu juga kondisi Per Mertesacker dan Arne Friedrich. Di bawah mistar veteran berpengalaman Jens Lehmann sudah lebih tenang, setelah beberapa hari lalu dia diikat kontrak klub bundesliga, VfB Stuttgart.
Dalam kondisi top-form seperti itu, Ballack Cs akan main terbuka, agresif dan mencari gol. Low yakin para penyerangnya, selain Klose, yaitu Kevin Kuranyi, Lukas Podolski dan Oliver Neuville akan mencetak gol demi gol menuju puncak turnamen. Gaya main cepat, pressure dan menyerang ala Jerman, akan memaksa Polandia ikut main cepat dan terbuka. Pasti akan menjadikan partai ini menarik ditonton. Tetapi satu hal yang pasti, jika kondisi fisik tidak prima, jangan harap Polandia bisa mengimbangi Ballack Cs. Itu sebab sejak usai musim kompetisi Leo Beenhakker dan staff bekerja keras meningkatkan kondisi fisik pemainnya.
Menjelang laga perdana lawan Jerman, Polandia kehilangan salah satu pilar di lini tengah, Jakub Blaszczykowski cedera, memaksa Beenhakker menggantikannya dengan pemain muda 23 tahun klub Hertha Berlin, Lukasza Piszczek yang baru membuat debut di ujicoba lawan Estonia Februari lalu. Absennya Blaszczykowski suatu kehilangan bagi Beenhakker mengingat gelandang Borussia Dortmund itu banyak tahu lebih kurangnya kekuatan Jerman.
Polandia menyelesaikan 3 ujicobanya dengan hasil yang tidak menggembirakan, draw 1-1 lawan Makedonia, menang 10 atas Albania dan draw lagi 1-1 dengan Denmark.
Namun bagi Beenhakker, ujicoba itu telah merampungkan persiapannya untuk laga perdana di Klagenfurt. Kiper Celtic Artur Boruc akan dibek-up Tomasz Kuszczak yang masih dikontrak Manchester United. Lini belakang Mariusz Jop, Jakub Wawrzyniak, Jacek Bak. Posisi gelandang, dikombinasi pekerja keras yang mau mengganjal kecepatan Ballack Cs dan gelandangkreatif yang menjadi tumpuan awal serangan balik cepat, Dariusz Dudka dari klub Krakow, Jacek Kezynowek dari Wolfsburg, Mariusz Lewandowski dari Shaktar Donetsk serta gelandang berdarah Brazil dari Legia Warsaw, Roger Guerreiro. Di lini depan selain Maciej Zurawski dari klub Larissa dan penyerang Racing Santander Euzebiusz Smolarek, masih ada Tomasz Zahorski dari Gornik Zabrze.
Ada janji Leo Beenhakker ketika pertama menangani Polandia bahwa dia ingin mengembalikan kejayaan tim Polandia dimasa Lato Cs di piala dunia 1974. Namun ciri kecepatan dan serangan lewat sayap yang jadi andalan skuad 1974 mungkin tak akan bisa disamai skuad Beenhakker yang sekarang ini. Dan masih tanda tanya besar, kesanggupan Polandia menahan Jerman. Di atas kertas Jerman akan menang 55 banding 45 persen sedangkan kemungkinan draw hanya sekitar 30 sampai 40 persen.

***





Artikel Piala Eropa 6 Juni 2008
Pro SINAR HARAPAN

Piala Eropa 2008
Tehnik Portugal Diuji Fisik Turki

Oleh : John Halmahera

Pertarungan Portugal vs Turki tak cuma melibatkan keringat dan kerja keras pemain di lapangan, juga kejelian mengatur strategi kedua pelatih yang berseberangan. Kualitas Luiz Fulipe Scolari sudah terbukti ketika mengantar samba Brazil juara dunia 2002. Menukangi tim Portugal, dia sudah membawanya ke grand final Euro 2004 dimana Portugal kalah 0-1 dari Yunani, dan semifinal Piala Dunia Germany 2006. Portugal sudah begitu dekat dengan gelar bergengsi itu, tetapi keberuntungan memisahkannya. Kini di Euro 2008, Scolari dan skuadnya berambisi membawa piala Henry Delaunay yang selama ini belum pernah singgah di Lisbon. Lawan pertamanya, Turki di stade de Geneve kota Jenewa Sabtu 7 Juni jam 20.45 atau hari Minggu 8 Juni jam 02.45 WIB.
Di kubu Turki, pelatih Fatih Terim yang dijuluki “imperator (the emperor)” atas prestasi dan kepemimpinannya selama ini, akan mempersiapkan strategi khusus membendung Portugal yang diatas kertas diunggulkan. Terim akan membatasi dan persempit ruang gerak superstar Cristian Ronaldo. Jika tidak, maka kelincahan, manuver dan umpan-umpan Ronaldo akan menciptakan masalah di lini belakang Turki.
Taktik Scolari sulit ditebak. Di kantongnya ada beberapa formasi dan yang akan dikeluarkannya tergantung situasi permainan. Tidak jarang dia mengganti formasi ditengah permainan. Dia pernah mencoba 3-4-3 untuk Portugal, formasi agresif yang membuat Brasil juara dunia 2002. Dia pernah memainkan Portugal dalam formasi
4-2-3-1 atau 4-3-3 atau 5-4-1.
Apapun taktiknya, Ronaldo tetap jadi pilihan utama. Dia memiliki beberapa penyerang pendukung yang disesuaikan dengan formasi serangnya. Rekan seklub Ronaldo, Nani. Juga Hugo Almeida (Werder Bremen), Helder Postiga (Panathinaikos), Nuno Gomes (Benfica) dan striker subur Ricardo Quaresma (Porto) yang sedang dibujuk Jose Mourinho bergabung ke Inter Milan musim depan.
Di atas kertas Portugal akan memetik tiga angka, peluangnya 53 banding 47. Kualitas pemain head-to-head Portugal lebih unggul Tetapi persaingan merebut dominasi lini tengah akan menentukan. Scolari punya Deco playmaker Barcelona dan Petit dari Benfica yang sudah pasti jadi inti. Gelandang lain Joao Moutinho (Sporting Portugal), dan Raul Meireles (Porto) akan bersaing merebut posisi sebelas.
Sementara Terim punya pekerja keras dan disiplin di lini tengah, Emre Belozoglu (Newcastle), Hamit Altintop (Bayern Munchen), Tuncay Sanli (Middlesbrough), dan dua gelandang sayap Gokdeniz Karadeniz (Rubin Kazan FC), dan Tumer Metin (Larissa FC). Tiga penyerangnya, Nihat Kahveci (Villarreal FC), Semith Santurk (Fenerbache SK) dan Mevlut Erding (Sochaux-Montbeliard) bisa berfungsi gelandang pada saat hilang bola.
Turki jika berada pada top form seperti ketika mereka menembus semifinal dan menempati peringkat tiga Piala Dunia 2002 adalah tim yang bisa mengalahkan tim-tim besar. Inilah yang membuat Scolari dan skuadnya serius dalam persiapan menjelang laga perdananya. “Jika bisa menembus laga perdana ini, maka semuanya akan berjalan lancer,” kata Scolari.
Sama halnya dengan Terim dan skuadnya, yang percaya diri dan optimis bisa mencuri angka dari Portugal. “Kami akan berusaha keras memenangkan laga perdana,” Kata Terim.
Gaya Turki yang lugas, cepat dan bertenaga serta cepat dalam serangan-balik akan jadi pegangan Terim untuk mencuri angka. Terim tak ingin main bertahan karena dia pun inginkan kemenangan. Namun untuk mengganjal kecepatan Portugal, Terim akan menjejali lini tengahnya dengan paling sedikit 5 pemain yang bertenaga dengan fisik mumpuni. Pola main kegemaran Terim 4-4-2 yang bisa dipecah ke varian 4-3-1-2 atau
4-1-3-2 dan 4-1-2-1-2 dengan instruksi dua ujungtombak turun ke midfield saat hilang bola dan semua pemain melakukan pressure rapat saat hilang bola.
Turki selalu tampil dengan semangat luar biasa setiap menjadi tim underdog dalam pertandingan. Inilah kunci keberhasilan Emre dkk ketika mereka mempersulit Brazil dan hanya kalah tipis 0-1 di semifinal Piala Dunia 2002. Dalam kompetisi besar macam Piala Eropa, suatu tim besar pun bisa tersingkir, apalagi tim underdog, itulah yang menarik dari sepakbola. “Cukup sederhana, ada waktunya dimana tim anda tak bisa menang,” kata Fatih Terim.
***

Piala Eropa 2008 Profil Jerman

Artikel Piala Eropa/Juni 2008
Pro SINAR HARAPAN

UEFA Euro 2008
Panser Jerman Favorit Di Bursa Tarohan

Oleh : John Halmahera

Sebagian orang meragukan prestasi dan masa depan tim panser saat Joachim Low mengambil tongkat estafet dari Juergen Klinsmann seusai Jerman merebut peringkat tiga Piala Dunia Germany 2006. Selama mendampingi Klinsmann sebagai asisten, Low sangat pendiam dan jarang tampil di media. Tetapi dia selalu terlibat dalam keputusan Klinsmann akan taktik, line-up dan konsep menyerang tim panser. “Bagi saya, Low lebih dari sekadar seorang asisten,” komentar Klinsmann.
Low kemudian membuktikan kemampuannya dengan membawa Jerman sebagai tim pertama setelah dua tuan rumah Austria dan Swiss yang lolos ke Euro 2008. Atas keberhasilannya, Federasi Jerman memperpanjang kontraknya dua tahun lanjut sampai ke Piala Dunia Afrika Selatan 2010. Presiden Federasi, Theo Zwanziger meyakini filosofi Joachim Low akan membawa sukses Jerman di Euro 2008 dan juga Piala Dunia 2010. Metode latihan yang inovatif dan selalu melirik pemain muda, merupakan bagian dari fiosofinya yang disetujui Zwanziger dan staffnya.
Jerman dibawah Klinsmann tampil impresif di Germany 2006, karenanya mereka mengharap prestasi besar di Euro 2008 meskipun tidak lagi didukung fans penonton seperti Piala Dunia 2006. Mengawali kualiffikasi, Low tidak banyak membuat perubahan dari tim yang ditangani Klinsmann sebelumnya. Christoph Metzelder, Per Mertesacker dan Philipp Lahm tetap menjadi pilihan pertama di lini belakang. Lahm kemungkinan menggantikan bek Hertha Berlin, Arne Friedrich di kanan, membuka jalan bagi bek Bayern Munchen, Marcell Jansen main di kiri.
Torsten Frings yang berpengalaman dan Bernd Schneider akan jadi tumpuan di lini tengah sebagai jangkar. Sementara “Kaiser” baru Michael Ballack memainkan peran playmaker yang lebih focus di lini tengah. Posisi dan fungsi baru ini akan mengurangi kegemaran gelandang Chelsea itu dalam naik menyerang. Tetapi justru membuat keseimbangan tim lebih terjaga. Jerman akan lebih stabil.
Lini depan, striker Bayern Munchen, Miroslav Klose yang reputasi internasional makin gemilang bakal jadi pilihan utama dalam formasi Low yang 4-4-2. Satu tempat di lini depan akan diperebutkan Kevin Kuranyi, pemain terbaik Jerman 2007 Mario Gomez serta striker Bayern Munchen Lukas Podolski. Kerjasama Podolski dengan gelandang seklubnya, Bastian Schweinsteiger menjadikan sektor kiri Jerman lebih hidup.
Selama ini Low sangat konstan memainkan 4-4-2 namun di lini tengah ada dua alternative yang penggunaannya tergantung situasi. Jika Michael Ballack dan Frings beroperasi sejajar dan segaris di lini tengah maka Thomas Hitzlsperger bakal dimainkan di posisi jangkar atau gelandang bertahan, dalam formasi “diamond midfiled”. Namun Low tampaknya merasa lebih nyaman dan aman jika menggunakan dua gelandang bertahan, Frings dan Schneider.
Dalam setiap turnamen besar Jerman selalu jadi tim paling favorit. Begitu juga di Euro 2008, tujuh hari menjelang kick-off turnamen akbar se-Eropa itu, bursa tarohan William Hill menempatkan Jerman di tempat teratas dengan nilai empat banding satu, disusul Spanyol dengan 7 : 1, Italia 15 : 2 dan Portugal 8 : 1. Kemarin dalam uji-coba terakhir, Jerman memukul Serbia Montenegro 2-1 di Gelsenkirchen. Oliver Neuville (menit 74) menyamakan skor 1-1 setelah gol Serbia oleh Bosko Jankovics (18). Pada menit 82 Michael Ballack mencetak gol dari free-kick spektakuler.
Joachim Low tak perlu pusing akan materi pemain. Lima striker internasionalnya siap turun laga dalam kondisi fit sehingga untuk memainkan gaya menyerang, dia punya banyak pilihan. Top scorer FIFA World Cup 2006 Miroslav Klose mencetak 10 gol dari 27 pertandingan bundesliga, dan 5 gol Bayern Munchen di UEFA Cup dalam kondisi top form. Striker Stuttgart Mario Gomez yang mencetak 19 gol dari 25 penampilan di bundesliga, juga mencetak gol dalam dua uji-coba versus Austria dan Swiss. Tapi Gomez sendiri tahu diri, tak bisa memastikan tampil karena Jerman masih punya striker hebat lain yang mengincar posisi nomor dua setelah Klose.
Lukas Podolski juga tampil 25 kali di bundesliga, usianya yang 23 tahun dan ketajaman serta produktifitasnya, 47 caps dengan 25 gol untuk tim panser. Uji-coba lawan Serbia, dia dipercaya main 45 menit babak kedua. Penyerang lain, Kevin Kuranyi, dari Schalke, pengalaman dengan tim panser 46 caps dengan 19 gol. Memperkuat Schalke dia mencetak 15 gol dari 32 penampilan. Dalam usianya 26 tahun dia ngotot tampil hebat di Euro 2008 sekaligus ngincar posisi di tim Piala Dunia 2010. Memiliki striker-striker mumpuni itu, Low masih juga memanggil veteran Oliver Nueville, 35 tahun, dari Munchengladbach, pengalaman 67 caps. Dalam ujicoba lawan Serbia, dia masuk menggantikan Kuranyi menit 70 dan mencetak gol empat menit kemudian.
Jerman satu-satunya tim yang telah mencicipi gelar Euro sebanyak tiga kali, 1972, 1980 dan 1996. Dua kali gagal di final 1976 dan 1992. Dan satu kali kandas di semifinal 1988. Selama di Euro telah memainkan 110 pertandingan dengan 67 menang, 29 draw, 14 kalah, selisih gol 224 minus 77. Dengan reputasi sehebat itu, tidak heran jika bursa tarohan terkemuka William Hill menjagoinya di urutan atas. Tetapi Jerman akan menghadapi tantangan besar dari para rival kuatnya.
Yunani, juara bertahan yang datang dengan tim lebih kuat dibanding empat tahun lalu, masih tetap diperhitungkan. Mereka berambisi menjadi tim pertama yang membuat sejarah mempertahankan gelar, namun ketatnya kompetisi tidaklah menjamin.
Perancis adalah tim tangguh, sehingga pelatih Domenech sampai-sampai harus mencoret pemain sekelas Djibril Cisse, David Trezequet dan Mathieu Flamini. Mereka ingin mengulang sukses juara 2000. Rival bebuyutannya, Italia datang dengan skuad lama, skuad juara dunia 2006 mengandalkan Luca Toni yang bersinar di bundesliga dan kembalinya Allesandro Del Piero, ingin menyandingkan gelar dunia dengan Euro 2008.
Spanyol dengan pelatih tua Luis Aragones datang membawa serta Iker Casillas, Sergio Ramos, Cesc Fabregas dan Fernando Torres pun mengincar gelar yang sudah 44 tahun tak pernah mampir di ibukota Madrid. Tidak lupa Portugal dengan super-star, Cristiano Ronaldo yang ingin menambah koleksi gelarnya setelah dengan MU merebut gelar premier dan champions. Masih ada tim mapan lain, Kroasia yang disebut-sebut “kuda hitam” dengan pelatih briliannya Slaven Bilic. Mampukah Jerman merebut gelar meskipun pasar tarohan menjagoinya?