Piala Eropa 01/Mei 2008
Pro SINAR HARAPAN
UEFA Euro 2008
Italia, Juara Dunia 2006, Membidik Eropa 2008
Oleh : John Halmahera
Manchester United jawara Eropa mengalahkan Chelsea di final kompetisi antar klub paling bergengsi, UEFA Champions League. Sangat luar biasa dua klub elit Inggris bertemu di final Champions tetapi ironisnya timnas Inggris harus absen di Euro 2008 lantaran gagal lolos kualifikasi. Berarti para bintang MU dan Chelsea seperti Ferdinand, Brown, Rooney, Hargreaves, Terry, Ashley Cole, Lampard, Joe Cole tidak bisa hadir di Euro 2008. Setelah drama Champions di Moskow berakhir, kini orang mulai fokus ke Euro 2008 di Austria/Switzerland.
Inggris, salah satu tim besar, absen. Tetapi Euro 2008 tidak akan berkurang gema hingar bingarnya. Persaingan bakal seru. Di babak penyisihan perhatian paling besar mungkin akan fokus pada grup C yang disebut-sebut grup neraka. Di situ ada Perancis, juara Eropa 1984, juara dunia 1998, juara Euro 2000 dan runner-up dunia 2006. Ada juga Italia, pemegang supremasi World Cup 1934, 1938, 1982 dan 2006. Italia juga juara Eropa 1968. Tim hebat lainnya, Belanda. Tim negeri kincir angin ini tidak banyak reputasi internasionalnya, kecuali juara Eropa 1988, namun tradisi kuat dan berakar dari total football membuatnya disegani dunia. Tim keempat adalah Rumania, yang dijuluki “kuda hitam” grup. Tidak bisa dibayangkan bahwa salah satu dari tiga tim elit tersebut bakal tersingkir di penyisihan grup. Bahkan kejutan besar jika dua diantaranya yang tersingkir oleh Rumania. Bisa saja terjadi. Buktinya tim negeri “dracula” ini bahkan memuncaki kualifikasi grup G diatas Belanda.
Roberto Donadoni, pelatih Italia itu bermuram wajah sebagaimana juga air muka tiga rivalnya pelatih Perancis Raymond Domenech, pelatih Belanda Marco van Basten dan pelatih Rumania Victor Piturca, saat undian grup berlangsung yang menempatkan mereka di grup C. Bisa dimaklumi mengingat kekuatan tim hampir berimbang. Donadoni yang mengambil-alih azzurri Juli 2006 saat Marcello Lippi mundur, mengakui timnya berada dalam grup berat dan sulit. “Kami juga bergabung dalam grup berat di kualifkasi, namun toh kami lolos juga. Kami tidak risau akan jadwal. Kami akan menganggap setiap pertandingan adalah krusial karena memang demikian halnya. Fakta bahwa kita bertemu Perancis pada jadwal terahir, tidak akan memengaruhi persiapan tim kami.”
Perancis memang rival berat Italia. Di final Piala Dunia Germany 2006 mereka ketemu di final dan azzurri memenangkan partai dramatis yang diwarnai “clash” Zidane dengan Materazzi. Dua bulan kemudian, 6 September 2006 Italia ketemu lagi di Paris, kali ini azzurri kalah telak 1-3. Ketemu lagi di partai “home” azzurri hanya main imbang 1-1. Dalam kualifikasi Euro 2008, Italia mendapat tantangan berat dari Perancis, Skotlandia, Ukraina dan Lithuania. Tetapi di Euro 2008 pertandingan lawan Belanda (9 Juni), Rumania (13 Juni) dan Perancis (17 Juni) pasti akan lebih sulit.
Batas pendaftaran pemain adalah 28 Mei namun Donadoni sudah siap dengan skuad yang paling dia andalkan. Bahwa dua pilarnya gantung sepatu, Allesandro Nesta dan Francesco Totti, tidak membuat Donadoni ragu akan timnya dalam formasi andalan 4-2-3-1. Tiga pilar di belakang yang pasti jadi tumpuan, adalah kiper terbaik Gianluigi Buffon (Juventus) dan dua centre-back Fabio Cannavaro (Real Madrid) dan Marco Materazzi (Inter). Di wing-back kanan Christian Panucci (Roma) akan bersaing dengan Massimo Oddo (Milan) yang bisa melapis centre-back. Sementara Gianluca Zambrotta (Barcelona) di posisi kiri atau akan pindah ke kanan jika Fabio Grosso (Lyon) sudah kembali sepanas kondisinya di Germany 2006 lalu.
Penyakit atau kekurangan Italia adalah sering terlambat start dalam satu turnamen besar. Lihat ke belakang saat ditangani Enzo Bearzot di Espana 1982, tim azzurri bahkan terseok-seok pada awalnya meski akhirnya menjuarai Piala Dunia tersebut. Dalam dua pertandingan awal kualifikasi euro 2008, Italia ditahan draw Lithuania 1-1 dan kalah 1-3 dari Perancis. Tetapi ibarat mesin diesel yang makin lama kian panas skuad azzurri kemudian melahap satu persatu lawannya dan memuncaki grup B diatas Perancis. Di Piala Dunia Germany 2006, juga start buruk tetapi berakhir manis.
Tetapi di grup C bersama tiga rival beratnya, Italia tak boleh lagi terlambat start. Kalah di partai perdana vs Belanda bisa melempar tim azzurri keluar dari euro sebab kekuatan Rumania, lawan di partai kedua sulit diprediksi sementara lawan terakhir (Perancis) ibarat batu karang yang sulit ditekuk. Meskipun demikian Donadoni membawa juga beberapa pemain muda, menurutnya adalah bagian persiapan ke Piala Dunia 2010. Dia sudah menandatangani kontrak sampai 2010, tetapi tetap saja Euro 2008 merupakan tantangan besar baginya. “Aku akan mundur jika hasilnya tidak bagus.”
Donadoni, mantan gelandang dan playmaker yang memenangkan scudetto 5 kali bersama AC Milan dengan 261 penampilan di klub tersebut dan 63 caps azzurri. Sebagaimana line-up yang berubah-ubah dalam kualifikasi euro 2008, dia mungkin akan mempercayakan lini tengahnya pada trio AC Milan. Gelandang bertahan Massimo Ambrosini didampingi Andrea Pirlo dan Gennaro Gattuso. Ada juga pilihan lain yang tidak kalah kelas, dua pilar Roma, Daniele De Rossi dan Simone Perrotta serta gelandang Juventus Mauro Camoranesi dan dua enerji baru Riccardo Montolivo (Fiorentina) dan Alberto Aquilani (Roma).
Khusus Camoranesi, dia sering diturunkan di sayap kanan dari formasi trisula di belakang ujungtombak yang kemungkinan besar diisi striker Bayern Muenchen, Luca Toni. Tapi dalam deretan penyerang yang dibidik Donadoni, Antonio Cassano adalah kejutan jika benar-benar dipanggil. Penyerang Sampdoria berusia 25 tahun gemilang di musim ini mencetak 10 gol dalam 22 pertandingan seri A, namun absen di timnas sejak September 2006.
Cideranya Vincenzo Iaquinta dari Juventus membuat persaingan untuk mendampingi Luca Toni kian terbuka. Selain Cassano masih ada dua penyerang dari klub Udinese yang terampil musim ini, Fabio Quagliarella dan Antonio Di Natale. Juga Marco Borriello, usia 25 tahun, eks AC Milan yang mencetak 12 gol dalam 18 penampilan bersama Genoa musim ini. Penyerang muda yang sangat haus gol.
Formasi favorit Donadoni 4-2-3-1 akan menempatkan daya serang Italia sangat tajam dan produktif dengan basis pertahanan yang solid. Tim ini mengutamakan balans antara pertahanan solid dengan serangan yang tajam. Italia datang dengan kekuatan penuh serta ambisi besar. Dua belas kali tampil di euro, Italia telah memainkan 111 pertandingan dengan 59 menang, 35 draw dan 17 kalah, selisih gol 175 minus 77, dengan satu gelar di tahun 1968.
Italia salah satu favorit kuat memenangkan gelar Eropa 2008. Dibekali kepercayaan diri tinggi sebagai juara dunia 2006 skuad Donadoni membidik Euro 2008. Ingin menyamai reputasi Perancis, yang ketika menjadi juara dunia 1998 berikutnya sukses juara euro 2000. Karakter pantang menyerah yang akan mengerahkan segenap tenaga jika ketinggalan gol merupakan ciri azzurri. Sebaliknya jika sudah unggul gol, tim ini akan menutup rapat pertahanannya yang akan menjadi ujian berat bagi daya serang Belanda dan Perancis maupun Rumania.
***
Monday, June 2, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment