Artikel Piala Eropa 2008
Pro SINAR HARAPAN
UEFA Euro 2008
Spanyol Waspadai Kejutan Beruang Merah
Swedia Diunggulkan Meskipun Tipis
Oleh : John Halmahera
Terakhir sekali Spanyol menembus grand-final Euro pada saat mana Andres Iniesta persis berusia 47 hari. Final itu dimenangkan Perancis yang dimotori Michel Platini. Setelah 24 tahun berlalu, Platini sekarang presiden UEFA dan Iniesta gelandang Barcelona jadi salah seorang pilar midfield Spanyol. Pekan lalu ketika Iniesta diperiksa di rumah sakit karena penyakit perut, seantero Spanyol menahan napas. Hari ini, saat Spanyol harus turun laga di Innsbruck menghadapi Russia, gelandang enerjik Barcelona itu sudah kembali berada dalam skuad. Dia sudah sehat, tetapi masih harus menanti keputusan tim dokter dan pelatih Luis Aragones, apakah dia sudah bisa tampil atau duduk di bangku cadangan.
Iniesta mungkin tidak sehebat Platini dalam catatan mencetak gol. Tetapi ada persamaan antara dua pemain beda generasi itu, fungsi dan peran mereka di skuad sangat penting sebagai penyeimbang dan pengatur tempo. Dia bukan pencetak gol subur, namun gol-golnya seringkali menentukan nasib tim matador. Dalam skuad produktifitas Iniesta hanya kalah dari dua rekannya, Fernando Torres dan David Villa.
Spanyol mengakhiri persiapan menuju Euro 2008 dengan kemenangan 1-0 atas Amerika Serikat di Santander. Gol semata wayang dihasilkan gelandang Barcelona, Xavi Hernandez menit 78. Tetapi hasil itu tidak cukup menggembirakan fans tim matador. Predikat tim yang sulit dikalahkan selama ditangani Luis Aragones mulai diragukan. Penampilan skuad matador tidak lebih baik dari ujicoba sebelumnya ketika menang 1-0 atas Peru. Pertahanan kurang solid, Carles Puyol dan Carlos Marchena masih kurang padu. Lini tengah kurang kreatif.
Jika Iniesta absen karena belum fit, kemungkinan Aragones memainkan midfield seperti uji-coba lawan USA, yakni Xabi Alonso, Santiago Cazorla, Xavi Hernandez, Cesc Fabregas, David Silva. Dalam formasi favorit Luis Aragones 4-5-1 maka pilihan striker tunggal jatuh pada Fernando Torres. Yang menarik adalah kepercayaan Aragones pada bintang muda Valencia berusia 22 tahun, David Silva. Penyerang ini, anggota skuad di piala dunia 2005 FIFA U-20, khusus beroperasi di sayap kiri, tak punya rasa takut, gesit dan cepat dengan umpan-umpannya berbahaya bagi pertahanan lawan. Cadangan lain adalah rekan Cazorla dan Silva dari klub Villarreal yakni Marcos Senna.
Kekuatan Spanyol terletak di lini tengah. Pelatih Russia, Guus Hiddink pasti tahu plus minus tim matador. Jika Spanyol masih tandatanya absennya Iniesta, maka Russia sudah pasti kehilangan striker andalan dari klub Zenit St Petersburg, Pavel Pogrebnyak yang dalam waktu dekat akan naik meja operasi dan Andrei Arshavin yang diskors untuk dua pertandingan awal. “Kehilangan dua starter, pukulan serius bagi kami,” kata Hiddink, “di lain pihak tidak ada sepakbola tanpa kehilangan pemain, sekarang ini tiap pemain akan berjuang keras demi Arshavin dan Pogrebnyak. Pemain mengerti ini dan akan main dengan sungguh-sungguh.”
Selama ini Hiddink memercayai empat pemain CSKA Moskva sebagai pilar lini belakang. Igor Akinfeev kiper 22 tahun yang sedang naik daun, dan tiga bek Vasili Berezutski, Sergei Ignashevich dan Alexei Berezutski. Jika memainkan pola empat bek maka salah satu dari Denis Kolodin atau Renat Yanbaev masuk line-up.
Partai ini akan ketat, keduanya adalah juara masa lalu yang ingin kembali ke pentas Eropa. Motivasi sangat tinggi. Russia jawara 1960, Spanyol juara 1964. Kedua tim juga sudah lama tidak bisa menembus grandfinal Euro. Terakhir sekali Spanyol sampai ke grandfinal, tahun 1984 dikalahkan Perancis. Sedangkan Russia, terakhir tahun 1988 dikalahkan Belanda di final.
Persaingan keras dan ketat akan terjadi di tengah lapangan. Jika kedua tim sama memainkan pola 4-5-1 maka dominasi permainan akan ditentukan para midfielder kedua tim. Alonso, Cazorla, Hernandez, Fabregas dan Silva akan bersaing ketat dengan lima gelandang Russia, Bilyaletdinov, Torbinskiy, Semshov, Zyrianov, Brystov. Tidak beda jauh dengan tim matador Spanyol, serangan beruang merah Russia pun memanfaatkan lebar lapangan. Dua bek Spanyol, Sergia Ramos dan Joan Capdevila serta kiper Iker Casilas ekstra waspada dengan bola-bola cross penyerang Russia dengan ujungtombaknya Roman Adamov atau Roman Pavlyuchenko
Tim Beruang Merah akan mengejutkan Spanyol, itu tekad Guus Hiddink dan skuadnya. Presiden RFS (PSSI-nya Russia) Vitali Mutko ketika mengunjungi latihan tim mengharap Russia memperlihatkan permainan terbaik agar dikenang orang. Russia ditempatkan sebagai underdog. Di atas kertas, Spanyol yang memiliki striker haus gol klub Liverpool, Fernando Torres lebih diunggulkan. Skuad Luis Aragones ini diunggulkan 53 banding 47 dengan peluang draw 50 persen. Di bursa taruhan William Hill, dua tim ini diunggulkan lolos dari grup D diikuti Yunani dan Swedia, namun dengan selisih tipis.
Pada pertandingan kedua grup D, juara bertahan Euro 2004 Yunani yang optimis sanggup mempertahankan gelar akan dijajal Swedia. Pelatih asal Jerman, Otto Rehhagel masih bertumpu pada sebagian besar skuadnya yang meraih gelar juara 2004 di tanah Portugal. Kiper Yunani, Kostas Chalkias, 34 tahun, tidak menjamin timnya akan sukses. Ada beberapa muka baru dalam skuad. Tetapi motivasi dan spirit tetap tinggi. Penyerang berbahaya Swedia, Zlatan Ibrahimovic dan Henrik Larsson akan jadi ancaman bagi kiper veteran dari skuad 2004 lalu itu. Kedua tim sama tangguh dalam fisik, tetapi materi pemain Swedia lebih berpengalaman. Di atas kertas, Swedia diprediksi unggul 52 berbanding 48.
***
Pro SINAR HARAPAN
UEFA Euro 2008
Spanyol Waspadai Kejutan Beruang Merah
Swedia Diunggulkan Meskipun Tipis
Oleh : John Halmahera
Terakhir sekali Spanyol menembus grand-final Euro pada saat mana Andres Iniesta persis berusia 47 hari. Final itu dimenangkan Perancis yang dimotori Michel Platini. Setelah 24 tahun berlalu, Platini sekarang presiden UEFA dan Iniesta gelandang Barcelona jadi salah seorang pilar midfield Spanyol. Pekan lalu ketika Iniesta diperiksa di rumah sakit karena penyakit perut, seantero Spanyol menahan napas. Hari ini, saat Spanyol harus turun laga di Innsbruck menghadapi Russia, gelandang enerjik Barcelona itu sudah kembali berada dalam skuad. Dia sudah sehat, tetapi masih harus menanti keputusan tim dokter dan pelatih Luis Aragones, apakah dia sudah bisa tampil atau duduk di bangku cadangan.
Iniesta mungkin tidak sehebat Platini dalam catatan mencetak gol. Tetapi ada persamaan antara dua pemain beda generasi itu, fungsi dan peran mereka di skuad sangat penting sebagai penyeimbang dan pengatur tempo. Dia bukan pencetak gol subur, namun gol-golnya seringkali menentukan nasib tim matador. Dalam skuad produktifitas Iniesta hanya kalah dari dua rekannya, Fernando Torres dan David Villa.
Spanyol mengakhiri persiapan menuju Euro 2008 dengan kemenangan 1-0 atas Amerika Serikat di Santander. Gol semata wayang dihasilkan gelandang Barcelona, Xavi Hernandez menit 78. Tetapi hasil itu tidak cukup menggembirakan fans tim matador. Predikat tim yang sulit dikalahkan selama ditangani Luis Aragones mulai diragukan. Penampilan skuad matador tidak lebih baik dari ujicoba sebelumnya ketika menang 1-0 atas Peru. Pertahanan kurang solid, Carles Puyol dan Carlos Marchena masih kurang padu. Lini tengah kurang kreatif.
Jika Iniesta absen karena belum fit, kemungkinan Aragones memainkan midfield seperti uji-coba lawan USA, yakni Xabi Alonso, Santiago Cazorla, Xavi Hernandez, Cesc Fabregas, David Silva. Dalam formasi favorit Luis Aragones 4-5-1 maka pilihan striker tunggal jatuh pada Fernando Torres. Yang menarik adalah kepercayaan Aragones pada bintang muda Valencia berusia 22 tahun, David Silva. Penyerang ini, anggota skuad di piala dunia 2005 FIFA U-20, khusus beroperasi di sayap kiri, tak punya rasa takut, gesit dan cepat dengan umpan-umpannya berbahaya bagi pertahanan lawan. Cadangan lain adalah rekan Cazorla dan Silva dari klub Villarreal yakni Marcos Senna.
Kekuatan Spanyol terletak di lini tengah. Pelatih Russia, Guus Hiddink pasti tahu plus minus tim matador. Jika Spanyol masih tandatanya absennya Iniesta, maka Russia sudah pasti kehilangan striker andalan dari klub Zenit St Petersburg, Pavel Pogrebnyak yang dalam waktu dekat akan naik meja operasi dan Andrei Arshavin yang diskors untuk dua pertandingan awal. “Kehilangan dua starter, pukulan serius bagi kami,” kata Hiddink, “di lain pihak tidak ada sepakbola tanpa kehilangan pemain, sekarang ini tiap pemain akan berjuang keras demi Arshavin dan Pogrebnyak. Pemain mengerti ini dan akan main dengan sungguh-sungguh.”
Selama ini Hiddink memercayai empat pemain CSKA Moskva sebagai pilar lini belakang. Igor Akinfeev kiper 22 tahun yang sedang naik daun, dan tiga bek Vasili Berezutski, Sergei Ignashevich dan Alexei Berezutski. Jika memainkan pola empat bek maka salah satu dari Denis Kolodin atau Renat Yanbaev masuk line-up.
Partai ini akan ketat, keduanya adalah juara masa lalu yang ingin kembali ke pentas Eropa. Motivasi sangat tinggi. Russia jawara 1960, Spanyol juara 1964. Kedua tim juga sudah lama tidak bisa menembus grandfinal Euro. Terakhir sekali Spanyol sampai ke grandfinal, tahun 1984 dikalahkan Perancis. Sedangkan Russia, terakhir tahun 1988 dikalahkan Belanda di final.
Persaingan keras dan ketat akan terjadi di tengah lapangan. Jika kedua tim sama memainkan pola 4-5-1 maka dominasi permainan akan ditentukan para midfielder kedua tim. Alonso, Cazorla, Hernandez, Fabregas dan Silva akan bersaing ketat dengan lima gelandang Russia, Bilyaletdinov, Torbinskiy, Semshov, Zyrianov, Brystov. Tidak beda jauh dengan tim matador Spanyol, serangan beruang merah Russia pun memanfaatkan lebar lapangan. Dua bek Spanyol, Sergia Ramos dan Joan Capdevila serta kiper Iker Casilas ekstra waspada dengan bola-bola cross penyerang Russia dengan ujungtombaknya Roman Adamov atau Roman Pavlyuchenko
Tim Beruang Merah akan mengejutkan Spanyol, itu tekad Guus Hiddink dan skuadnya. Presiden RFS (PSSI-nya Russia) Vitali Mutko ketika mengunjungi latihan tim mengharap Russia memperlihatkan permainan terbaik agar dikenang orang. Russia ditempatkan sebagai underdog. Di atas kertas, Spanyol yang memiliki striker haus gol klub Liverpool, Fernando Torres lebih diunggulkan. Skuad Luis Aragones ini diunggulkan 53 banding 47 dengan peluang draw 50 persen. Di bursa taruhan William Hill, dua tim ini diunggulkan lolos dari grup D diikuti Yunani dan Swedia, namun dengan selisih tipis.
Pada pertandingan kedua grup D, juara bertahan Euro 2004 Yunani yang optimis sanggup mempertahankan gelar akan dijajal Swedia. Pelatih asal Jerman, Otto Rehhagel masih bertumpu pada sebagian besar skuadnya yang meraih gelar juara 2004 di tanah Portugal. Kiper Yunani, Kostas Chalkias, 34 tahun, tidak menjamin timnya akan sukses. Ada beberapa muka baru dalam skuad. Tetapi motivasi dan spirit tetap tinggi. Penyerang berbahaya Swedia, Zlatan Ibrahimovic dan Henrik Larsson akan jadi ancaman bagi kiper veteran dari skuad 2004 lalu itu. Kedua tim sama tangguh dalam fisik, tetapi materi pemain Swedia lebih berpengalaman. Di atas kertas, Swedia diprediksi unggul 52 berbanding 48.
***
No comments:
Post a Comment