Thursday, June 26, 2008

Piala Eropa 2008 Semifinal Jerman vs Turki

Piala Eropa 2008 / 25 Juni 2008
Pro : SINAR HARAPAN

Jerman Dan Turki Beda Tipis

Oleh : John Halmahera

Kabar terakhir dari kubu Turki, kapten pengganti Nihat Kahveci sudah angkat koper pulang ke Spanyol. Cidera paha di menit terakhir partai perempat final lawan Kroasia itu ternyata cukup serius dan memastikan pemain klub Villarreal itu tidak mungkin bisa melanjutkan kiprahnya di Euro 2008. Kahveci yang mencetak dua gol ke gawang Ceko merupakan pemain Turki ke-lima yang pasti absen di semifinal lawan Jerman, Rabu malam (Kamis dini hari) nanti.
Sebelumnya, kiper utama Volka Demirel gagal memperoleh pengampunan UEFA atas skorsing dua pertandingan akibat kartu merah yang diterimanya dalam laga lawan Ceko. Demirel harus absen ketika skuadnya berlaga lawan Kroasia dan berlanjut hari ini lawan Jerman. Tiga lainnya, absen karena akumulasi kartu kuning yakni Emre Asik, Tuncay Sanli dan Arda Turan.
Turki tanpa lima pemain inti. Sisa 18 pemain, itupun tidak semuanya fit. Sebagian masih dibalut cidera termasuk Emre Belozoglu dan memerlukan perawatan intensif agar bisa tampil lawan Jerman. Hal ini meninggalkan tandatanya strategi dan line up Turki. Fatih Terim dalam konperensi pers melontarkan nada optimis Turki bisa melaju ke final.
Optimisme Terim dan skuadnya kali ini bukan hanya sesumbar kosong, tetapi bagi Jerman, sesuatu yang perlu diwaspadai. Dari posisi underdog yang tidak dihitung orang, Turki bisa melangkah sampai ke semifinal. Suatu pencapaian luar biasa, bahwa tim ini sanggup mengalahkan tuan rumah Swiss 2-1, Ceko 3-2 dan melangkahi Kroasia dalam adu pinalti di babak perempatfinal. Reputasi semifinalis dan peringkat tiga yang ditorehnya di Piala Dunia 2002 ternyata bukan sekadar kebetulan tetapi benar-benar suatu lompatan prestasi dan kualitas yang menjajarkan Turki ke papan atas Eropa.
Ketika Kroasia mencetak gol, Fatih Terim berteriak dari pinggir lapangan, memerintah Arda Turan agar cepat mengambil bola dari dalam gawang Rustu Recber. “Masih ada yang bisa kalian kerjakan, bangkit dan bekerjalah,” teriaknya. Dia tak mau menyerah sebelum pluit panjang wasit, itu filosofinya yang ditanamkan pada skuadnya. Dalam konperensi pers, dia mengatakan timnya telah bekerja keras selama dua tahun karenanya layak ke semifinal bahkan juga memenangkan turnamen. “Seandainya Kroasia yang menang, mereka juga layak, karena mereka juga tim yang baik. Tetapi saya senang kami yang jadi pemenang.” Kepada para pemainnya, dia mengingatkan kembali bahwa tidak ada batas untuk menggapai sukses. “Kita layak menjadi juara.”
Laga Jerman versus Turki berlangsung di Basel. Di kota Basel inilah Jerman menumbangkan Portugal di perempatfinal (19/6) dan di stadion Jakob Park ini juga Turki menyingkirkan tuan rumah Swiss di penyisihan grup (11/6). Semifinal ini juga kejutan Euro 2008 karena kedua tim adalah runnerup grup masing-masing. Laga ini juga reuni bagi para pemain Bayern Munchen, Hamit Altintop kelahiran Gelsenkirchen main untuk negerinya, Turki bertemu rekan seklubnya yang membela Jerman, Marcel Jansen, Bastian Schweinsteiger, Miroslav Klose, Philip Lahm dan Lukas Podolski. Semuanya menjadi inti kekuatan timnya. Altintop akan menjadi kunci skuadnya. Dalam laga versus Kroasia, dia tampil luar biasa, menjelajah lapangan dan berlari 14,2 km sepanjang permainan. Di kubu Jerman, lima pemain Bayern Munchen itu jadi pilar tim.
Bagi Joachim Low dan skuad pansernya, Turki adalah ancaman meskipun 5 pemain intinya absen, Turki punya pemain berkualitas seperti Rustu Recber, Hakan Balta, Gokhan Zan, Mehmet Topal, Semih Senturk, Kazim Kazim Sabri Sarioglu, Hamit Altintop. Selain itu masih ada pemain yang tak kalah kualitasnya, Ugur Boral, Gokdeniz Karadeniz dan Mevlut Erdinc yang bisa menggantikan Kahveci dan Servet Cetin jika yang terakhir ini belum pulih dari cidera. Adanya pemain berkualitas dan dipimpin pelatih sekelas Fatih Terim maka Turki punya kelas untuk bersaing di Eropa.
Kabar terakhir yang dirilis kubu Jerman adalah siapnya gelandang elegan dan pekerja keras dari klub Werder Bremen, Torsten Frings di laga semifinal. Frings absen dalam laga versus Portugal karena cidera tulang rusuk dalam tanding dengan Austria. Meskipun demikian masih tandatanya apakah Frings benar-benar sudah pulih seratus persen dan akan dimainkan Joachim Low. Karena tanpa Frings, Jerman nyatanya mampu melumpuhkan Portugal. Di perempat final itu, Jerman memperlihatkan kualitas panser yang sebenarnya. Struktur dan bangunan tim sangat kokoh dan teratur, semua pemain memaksimalkan kekuatan fisiknya dalam permainan.
Ketika mengalahkan Portugal, Low yang dihukum tidak boleh mendampingi timnya, memainkan line-up baru serta formasi berbeda. Dia mengganti dua pemain yang cidera Torsten Frings dan Clement Fritz serta striker yang main dibawah form, Mario Gomez dengan trio baru Bastian Schweinsteiger, Thomas Hitzlsperger dan Simon Rolfes.
Jerman mengubah formasi 4-4-2 yang kaku ke 4-2-3-1 yang ternyata berjalan lancar. Mungkin saja Jerman akan tampil dalam formasi berbeda namun pemain tidak berbeda jauh. Di bawah mistar Jens Lehmann. Di lini belakang Arne Friedrich, Per Mertesacker, Christoph Metzelder dan Philipp Lahm. Lini tengah Bastian Schweinsteiger, Lukas Podolski, Michael Ballack serta satu posisi antara Torsten Frings kalau sudah pulih atau Simon Rolfes. Di depan striker utama Miroslav Klose dan salah seorang penyerang antara Tim Borowski atau Oliver Neuville.
Dalam dua pertandingan terakhir ini Jerman memperlihatkan peningkatan dan jatidiri sebenarnya, bisa main dengan segenap potensi yang ada tidak tergantung siapa lawan yang dihadapinya. Jerman tim yang pantang menyerah, seperti juga Turki. Spirit dan kemauan kedua tim sama kuatnya. Maka laga semifinal ini akan sangat ketat, kedua tim punya peluang menang yang hampir sama, meskipun demikian di atas kertas Jerman lebih diunggulkan dan Turki ditempatkan sebagai underdog. ***



No comments: