Monday, June 9, 2008

Piala Eropa 2008 Profil Jerman

Artikel Piala Eropa/Juni 2008
Pro SINAR HARAPAN

UEFA Euro 2008
Panser Jerman Favorit Di Bursa Tarohan

Oleh : John Halmahera

Sebagian orang meragukan prestasi dan masa depan tim panser saat Joachim Low mengambil tongkat estafet dari Juergen Klinsmann seusai Jerman merebut peringkat tiga Piala Dunia Germany 2006. Selama mendampingi Klinsmann sebagai asisten, Low sangat pendiam dan jarang tampil di media. Tetapi dia selalu terlibat dalam keputusan Klinsmann akan taktik, line-up dan konsep menyerang tim panser. “Bagi saya, Low lebih dari sekadar seorang asisten,” komentar Klinsmann.
Low kemudian membuktikan kemampuannya dengan membawa Jerman sebagai tim pertama setelah dua tuan rumah Austria dan Swiss yang lolos ke Euro 2008. Atas keberhasilannya, Federasi Jerman memperpanjang kontraknya dua tahun lanjut sampai ke Piala Dunia Afrika Selatan 2010. Presiden Federasi, Theo Zwanziger meyakini filosofi Joachim Low akan membawa sukses Jerman di Euro 2008 dan juga Piala Dunia 2010. Metode latihan yang inovatif dan selalu melirik pemain muda, merupakan bagian dari fiosofinya yang disetujui Zwanziger dan staffnya.
Jerman dibawah Klinsmann tampil impresif di Germany 2006, karenanya mereka mengharap prestasi besar di Euro 2008 meskipun tidak lagi didukung fans penonton seperti Piala Dunia 2006. Mengawali kualiffikasi, Low tidak banyak membuat perubahan dari tim yang ditangani Klinsmann sebelumnya. Christoph Metzelder, Per Mertesacker dan Philipp Lahm tetap menjadi pilihan pertama di lini belakang. Lahm kemungkinan menggantikan bek Hertha Berlin, Arne Friedrich di kanan, membuka jalan bagi bek Bayern Munchen, Marcell Jansen main di kiri.
Torsten Frings yang berpengalaman dan Bernd Schneider akan jadi tumpuan di lini tengah sebagai jangkar. Sementara “Kaiser” baru Michael Ballack memainkan peran playmaker yang lebih focus di lini tengah. Posisi dan fungsi baru ini akan mengurangi kegemaran gelandang Chelsea itu dalam naik menyerang. Tetapi justru membuat keseimbangan tim lebih terjaga. Jerman akan lebih stabil.
Lini depan, striker Bayern Munchen, Miroslav Klose yang reputasi internasional makin gemilang bakal jadi pilihan utama dalam formasi Low yang 4-4-2. Satu tempat di lini depan akan diperebutkan Kevin Kuranyi, pemain terbaik Jerman 2007 Mario Gomez serta striker Bayern Munchen Lukas Podolski. Kerjasama Podolski dengan gelandang seklubnya, Bastian Schweinsteiger menjadikan sektor kiri Jerman lebih hidup.
Selama ini Low sangat konstan memainkan 4-4-2 namun di lini tengah ada dua alternative yang penggunaannya tergantung situasi. Jika Michael Ballack dan Frings beroperasi sejajar dan segaris di lini tengah maka Thomas Hitzlsperger bakal dimainkan di posisi jangkar atau gelandang bertahan, dalam formasi “diamond midfiled”. Namun Low tampaknya merasa lebih nyaman dan aman jika menggunakan dua gelandang bertahan, Frings dan Schneider.
Dalam setiap turnamen besar Jerman selalu jadi tim paling favorit. Begitu juga di Euro 2008, tujuh hari menjelang kick-off turnamen akbar se-Eropa itu, bursa tarohan William Hill menempatkan Jerman di tempat teratas dengan nilai empat banding satu, disusul Spanyol dengan 7 : 1, Italia 15 : 2 dan Portugal 8 : 1. Kemarin dalam uji-coba terakhir, Jerman memukul Serbia Montenegro 2-1 di Gelsenkirchen. Oliver Neuville (menit 74) menyamakan skor 1-1 setelah gol Serbia oleh Bosko Jankovics (18). Pada menit 82 Michael Ballack mencetak gol dari free-kick spektakuler.
Joachim Low tak perlu pusing akan materi pemain. Lima striker internasionalnya siap turun laga dalam kondisi fit sehingga untuk memainkan gaya menyerang, dia punya banyak pilihan. Top scorer FIFA World Cup 2006 Miroslav Klose mencetak 10 gol dari 27 pertandingan bundesliga, dan 5 gol Bayern Munchen di UEFA Cup dalam kondisi top form. Striker Stuttgart Mario Gomez yang mencetak 19 gol dari 25 penampilan di bundesliga, juga mencetak gol dalam dua uji-coba versus Austria dan Swiss. Tapi Gomez sendiri tahu diri, tak bisa memastikan tampil karena Jerman masih punya striker hebat lain yang mengincar posisi nomor dua setelah Klose.
Lukas Podolski juga tampil 25 kali di bundesliga, usianya yang 23 tahun dan ketajaman serta produktifitasnya, 47 caps dengan 25 gol untuk tim panser. Uji-coba lawan Serbia, dia dipercaya main 45 menit babak kedua. Penyerang lain, Kevin Kuranyi, dari Schalke, pengalaman dengan tim panser 46 caps dengan 19 gol. Memperkuat Schalke dia mencetak 15 gol dari 32 penampilan. Dalam usianya 26 tahun dia ngotot tampil hebat di Euro 2008 sekaligus ngincar posisi di tim Piala Dunia 2010. Memiliki striker-striker mumpuni itu, Low masih juga memanggil veteran Oliver Nueville, 35 tahun, dari Munchengladbach, pengalaman 67 caps. Dalam ujicoba lawan Serbia, dia masuk menggantikan Kuranyi menit 70 dan mencetak gol empat menit kemudian.
Jerman satu-satunya tim yang telah mencicipi gelar Euro sebanyak tiga kali, 1972, 1980 dan 1996. Dua kali gagal di final 1976 dan 1992. Dan satu kali kandas di semifinal 1988. Selama di Euro telah memainkan 110 pertandingan dengan 67 menang, 29 draw, 14 kalah, selisih gol 224 minus 77. Dengan reputasi sehebat itu, tidak heran jika bursa tarohan terkemuka William Hill menjagoinya di urutan atas. Tetapi Jerman akan menghadapi tantangan besar dari para rival kuatnya.
Yunani, juara bertahan yang datang dengan tim lebih kuat dibanding empat tahun lalu, masih tetap diperhitungkan. Mereka berambisi menjadi tim pertama yang membuat sejarah mempertahankan gelar, namun ketatnya kompetisi tidaklah menjamin.
Perancis adalah tim tangguh, sehingga pelatih Domenech sampai-sampai harus mencoret pemain sekelas Djibril Cisse, David Trezequet dan Mathieu Flamini. Mereka ingin mengulang sukses juara 2000. Rival bebuyutannya, Italia datang dengan skuad lama, skuad juara dunia 2006 mengandalkan Luca Toni yang bersinar di bundesliga dan kembalinya Allesandro Del Piero, ingin menyandingkan gelar dunia dengan Euro 2008.
Spanyol dengan pelatih tua Luis Aragones datang membawa serta Iker Casillas, Sergio Ramos, Cesc Fabregas dan Fernando Torres pun mengincar gelar yang sudah 44 tahun tak pernah mampir di ibukota Madrid. Tidak lupa Portugal dengan super-star, Cristiano Ronaldo yang ingin menambah koleksi gelarnya setelah dengan MU merebut gelar premier dan champions. Masih ada tim mapan lain, Kroasia yang disebut-sebut “kuda hitam” dengan pelatih briliannya Slaven Bilic. Mampukah Jerman merebut gelar meskipun pasar tarohan menjagoinya?


No comments: