Artikel Piala Eropa Juni 2008
Pro SINAR HARAPAN
Piala Eropa 2008
Ambisi Portugal, Menang Untuk Lolos
Oleh : John Halmahera
Partai Ceko lawan Portugal dipastikan ketat. Kedua tim akan kerja keras untuk menang dan lolos ke delapan besar. Hasil draw belum menjamin lolos, karena pemenang antara Swiss vs Turki masih punya peluang lolos. Portugal yang disebut-sebut salah satu favorit juara telah memperlihatkan kelas dan kualitasnya ketika menaklukkan Turki yang gigih dan ngotot. Pelatih Portugal, Luis Felipe Scolari, perancang Brasil merebut gelar dunia kelima bagi tim samba di Piala Dunia 2002, di awal turnamen mengatakan, timnya butuh kemenangan di partai perdana, maka selebihnya akan lancar. Prediksinya benar, Portugal menang 2-0 atas Turki. Kini dia memberi sinyal akan memenangkan partai melawan Ceko, dan seterusnya.
Mengalahkan Ceko, tidaklah mudah. Pertahanan Ceko selama ini dikenal solid, perpaduan antara empat lini belakang dengan 4 atau 5 gelandang serba bisa sehingga membentuk perisai berlapis sebelum lawan bisa menyentuh kiper Petr Cech yang sulit ditaklukkan. Pertahanan Ceko digalang pemain pengalaman yang tak mudah goyang oleh serangan lawan. Kapten tim Tomáš Ujfaluši dari Fiorentina, Zdeněk Grygera (Juventus), Marek Jankulovski (AC Milan) dan tentu saja kiper Chelsea sebagai tembok akhir. Tembok Ceko ini sudah teruji ketika digempur serangan beruntun Swiss. Mereka ulet, disiplin dan pantang menyerah. Dan tentu saja punya kualitas dan tehnik memadai.
Dibawah mistar Ceko memiliki penjaga gawang yang sangat tangguh, Petr Cech dari klub Chelsea yang termasuk salah satu kiper terbaik di dunia. Kapten Ceko, Tomas Ujfalusi menggarisbawahi kualitas rekannya itu. Keberadaan Cech di bawah mistar merupakan fondasi semangat Ujfalusi dkk. “Dia membuat kami merasa aman, bahkan saat menghadapi lawan ringan yang mana dia tidak banyak bekerja. Petr pemain kunci dalam tim kami, dia selalu menolong kami dan semua pemain menghargainya.”
Hari ini, Ujfalusi dkk akan menghadapi Portugal, salah satu tim favorit yang memiliki daya serang mumpuni. Membendung serangan Swiss tentu saja berbeda dengan menahan serangan Portugal. Tehnik individu dan gaya menyerang Ronaldo, Joao Moutinho, Pepe, Deco, Nuno Gomes, Raul Meireles sangat berbeda dibanding serangan Swiss. Pelatih Ceko, Karel Bruckner mengetahui kualitas Portugal. Itu sebab Ceko tidak akan main terbuka.
Bahwa Ceko juga mengincar kemenangan tidaklah dipungkiri namun dia lebih konsentrasi pada pertahanan, prinsipnya asal tidak kalah. Draw adalah hasil baik. Ini pandangan realistis mengingat lawan ketiga adalah Turki. Misi memetik tiga angka dari Turki akan lebih terjamin. Menghadapi Ceko, saya kira Ceko menargetkan draw, tetapi tidak akan main bertahan atau negative football. Bruckner akan konsentrasi pada pertahanan tetapi tidak main bertahan. Ceko tetap akan bermain menyerang dengan bertumpu pada striker jangkung, Jan Koller. Menyerang namun tidak main terbuka.
Di pihak lain, Portugal akan bermain menyerang, lebih konsentrasi pada serangan, karena itu ciri dan filosofi Scolari yang disesuaikan dengan karakter dan kemampuan individu skuadnya. Maka partai ini akan jadi tontonan menarik, bagaimana pola serang Portugal harus membongkar pertahanan solid Ceko. Pertahanan skuad Karel Bruckner ini sudah teruji selama di babak kualifikasi Euro.
Seperti umumnya strategi yang diterapkan tim underdog menghadapi tim dengan attacking-football yang mumpuni, Ceko juga akan menerapkan strategi seperti yang dilakukan Turki ketika menghadapi Portugal. Jangan memberi ruang bebas pada pemain Portugal khususnya Cristiano Ronaldo. Pressure ketat harus diberlakukan pada setiap pemain Portugal. Hal ini memang akan menguras tenaga dan konsentrasi, tetapi hanya itulah jalan untuk menetralisir serangan Portugal.
Ceko akan memainkan skuadnya yang kemarin, begitu juga Portugal. Tidak banyak perubahan dalam susunan pemain, hanya strategi saja yang berbeda. Sulit untuk menebak formasi yang dimainkan kedua pelatih. Pola Ceko, kemungkinan 4-5-1 dengan dua gelandang bertahan yang menjadi tameng lini belakang. Tiga gelandang lainnya, adalah karakter menyerang tetapi dengan tugas yang jelas sebagai lapis pertama yang mencegah serangan lawan pada saat timnya hilang bola.
Di pihak lain Scolari memiliki beberapa formasi tergantung situasi permainan. Ketika menghadapi Turki, dia memainkan pola 4-5-1 yang agresif, artinya lebih konsentrasi pada mencetak gol. Filosofinya juga jelas, belajar dari kesalahan di Euro 2004, berusaha keras mencetak gol lebih awal. Setelah unggul gol, serangan dan tekanan tidak boleh kendor. Tetap menyerang dan menekan. Gaya main Portugal memang tetap menyerang, namun lini bertahan yang dipercayakan kepada Ricardo Carvalho dan rekan seklubnya (Chelsea), Paulo Fereira sebagai komandan tetap harus mewaspadai serangan balik Ceko.
Apapun taktik dan strategi Scolari, tetaplah Ronaldo jadi pilihan utama. Dia adalah spirit bagi rekan-rekannya. Portugal identik dengan Ronaldo. Di partai perdana, Turki melakukan pressing khusus terhadap Ronaldo. Tetapi striker MU ini sering berpindah-pindah posisi dan bergerak tanpa henti menarik perhatian lawan membuat pertahanan dan konsentrasi lawan terpecah. Ronaldo tak perlu mencetak gol, tetapi dia membuka peluang bagi rekan-rekannya untuk mencetak gol.
Kehadiran Ronaldo bagi tim Ceko ibarat buah simalakama, untuk menjaganya diperlukan dua atau tiga orang yang memerhatikan atau melapis. Konsentrasi akan tertuju pada Ronaldo sehingga meninggalkan lubang di pertahanan Ceko. Jika Ronaldo tidak dijaga, maka ancaman tehnik individu Ronaldo akan lebih membahayakan gawang Cech. Disini sebenarnya perbedaan kekuatan kedua tim. Portugal punya superstar dalam diri Ronaldo. Ceko tak punya pemain menonjol atau superstar yang perlu mendapat perhatian ekstra dari Carvalho Cs seperti Ronaldo menarik perhatian Ujfalusi dkk.
Pertandingan akan berlangsung imbang. Portugal cenderung menyerang. Ceko lebih bertahan dengan memanfaatkan serangan balik. Di atas kertas, Portugal masih diunggulkan, presentasi 53 banding 47 dengan peluang draw cukup besar.
***
Pro SINAR HARAPAN
Piala Eropa 2008
Ambisi Portugal, Menang Untuk Lolos
Oleh : John Halmahera
Partai Ceko lawan Portugal dipastikan ketat. Kedua tim akan kerja keras untuk menang dan lolos ke delapan besar. Hasil draw belum menjamin lolos, karena pemenang antara Swiss vs Turki masih punya peluang lolos. Portugal yang disebut-sebut salah satu favorit juara telah memperlihatkan kelas dan kualitasnya ketika menaklukkan Turki yang gigih dan ngotot. Pelatih Portugal, Luis Felipe Scolari, perancang Brasil merebut gelar dunia kelima bagi tim samba di Piala Dunia 2002, di awal turnamen mengatakan, timnya butuh kemenangan di partai perdana, maka selebihnya akan lancar. Prediksinya benar, Portugal menang 2-0 atas Turki. Kini dia memberi sinyal akan memenangkan partai melawan Ceko, dan seterusnya.
Mengalahkan Ceko, tidaklah mudah. Pertahanan Ceko selama ini dikenal solid, perpaduan antara empat lini belakang dengan 4 atau 5 gelandang serba bisa sehingga membentuk perisai berlapis sebelum lawan bisa menyentuh kiper Petr Cech yang sulit ditaklukkan. Pertahanan Ceko digalang pemain pengalaman yang tak mudah goyang oleh serangan lawan. Kapten tim Tomáš Ujfaluši dari Fiorentina, Zdeněk Grygera (Juventus), Marek Jankulovski (AC Milan) dan tentu saja kiper Chelsea sebagai tembok akhir. Tembok Ceko ini sudah teruji ketika digempur serangan beruntun Swiss. Mereka ulet, disiplin dan pantang menyerah. Dan tentu saja punya kualitas dan tehnik memadai.
Dibawah mistar Ceko memiliki penjaga gawang yang sangat tangguh, Petr Cech dari klub Chelsea yang termasuk salah satu kiper terbaik di dunia. Kapten Ceko, Tomas Ujfalusi menggarisbawahi kualitas rekannya itu. Keberadaan Cech di bawah mistar merupakan fondasi semangat Ujfalusi dkk. “Dia membuat kami merasa aman, bahkan saat menghadapi lawan ringan yang mana dia tidak banyak bekerja. Petr pemain kunci dalam tim kami, dia selalu menolong kami dan semua pemain menghargainya.”
Hari ini, Ujfalusi dkk akan menghadapi Portugal, salah satu tim favorit yang memiliki daya serang mumpuni. Membendung serangan Swiss tentu saja berbeda dengan menahan serangan Portugal. Tehnik individu dan gaya menyerang Ronaldo, Joao Moutinho, Pepe, Deco, Nuno Gomes, Raul Meireles sangat berbeda dibanding serangan Swiss. Pelatih Ceko, Karel Bruckner mengetahui kualitas Portugal. Itu sebab Ceko tidak akan main terbuka.
Bahwa Ceko juga mengincar kemenangan tidaklah dipungkiri namun dia lebih konsentrasi pada pertahanan, prinsipnya asal tidak kalah. Draw adalah hasil baik. Ini pandangan realistis mengingat lawan ketiga adalah Turki. Misi memetik tiga angka dari Turki akan lebih terjamin. Menghadapi Ceko, saya kira Ceko menargetkan draw, tetapi tidak akan main bertahan atau negative football. Bruckner akan konsentrasi pada pertahanan tetapi tidak main bertahan. Ceko tetap akan bermain menyerang dengan bertumpu pada striker jangkung, Jan Koller. Menyerang namun tidak main terbuka.
Di pihak lain, Portugal akan bermain menyerang, lebih konsentrasi pada serangan, karena itu ciri dan filosofi Scolari yang disesuaikan dengan karakter dan kemampuan individu skuadnya. Maka partai ini akan jadi tontonan menarik, bagaimana pola serang Portugal harus membongkar pertahanan solid Ceko. Pertahanan skuad Karel Bruckner ini sudah teruji selama di babak kualifikasi Euro.
Seperti umumnya strategi yang diterapkan tim underdog menghadapi tim dengan attacking-football yang mumpuni, Ceko juga akan menerapkan strategi seperti yang dilakukan Turki ketika menghadapi Portugal. Jangan memberi ruang bebas pada pemain Portugal khususnya Cristiano Ronaldo. Pressure ketat harus diberlakukan pada setiap pemain Portugal. Hal ini memang akan menguras tenaga dan konsentrasi, tetapi hanya itulah jalan untuk menetralisir serangan Portugal.
Ceko akan memainkan skuadnya yang kemarin, begitu juga Portugal. Tidak banyak perubahan dalam susunan pemain, hanya strategi saja yang berbeda. Sulit untuk menebak formasi yang dimainkan kedua pelatih. Pola Ceko, kemungkinan 4-5-1 dengan dua gelandang bertahan yang menjadi tameng lini belakang. Tiga gelandang lainnya, adalah karakter menyerang tetapi dengan tugas yang jelas sebagai lapis pertama yang mencegah serangan lawan pada saat timnya hilang bola.
Di pihak lain Scolari memiliki beberapa formasi tergantung situasi permainan. Ketika menghadapi Turki, dia memainkan pola 4-5-1 yang agresif, artinya lebih konsentrasi pada mencetak gol. Filosofinya juga jelas, belajar dari kesalahan di Euro 2004, berusaha keras mencetak gol lebih awal. Setelah unggul gol, serangan dan tekanan tidak boleh kendor. Tetap menyerang dan menekan. Gaya main Portugal memang tetap menyerang, namun lini bertahan yang dipercayakan kepada Ricardo Carvalho dan rekan seklubnya (Chelsea), Paulo Fereira sebagai komandan tetap harus mewaspadai serangan balik Ceko.
Apapun taktik dan strategi Scolari, tetaplah Ronaldo jadi pilihan utama. Dia adalah spirit bagi rekan-rekannya. Portugal identik dengan Ronaldo. Di partai perdana, Turki melakukan pressing khusus terhadap Ronaldo. Tetapi striker MU ini sering berpindah-pindah posisi dan bergerak tanpa henti menarik perhatian lawan membuat pertahanan dan konsentrasi lawan terpecah. Ronaldo tak perlu mencetak gol, tetapi dia membuka peluang bagi rekan-rekannya untuk mencetak gol.
Kehadiran Ronaldo bagi tim Ceko ibarat buah simalakama, untuk menjaganya diperlukan dua atau tiga orang yang memerhatikan atau melapis. Konsentrasi akan tertuju pada Ronaldo sehingga meninggalkan lubang di pertahanan Ceko. Jika Ronaldo tidak dijaga, maka ancaman tehnik individu Ronaldo akan lebih membahayakan gawang Cech. Disini sebenarnya perbedaan kekuatan kedua tim. Portugal punya superstar dalam diri Ronaldo. Ceko tak punya pemain menonjol atau superstar yang perlu mendapat perhatian ekstra dari Carvalho Cs seperti Ronaldo menarik perhatian Ujfalusi dkk.
Pertandingan akan berlangsung imbang. Portugal cenderung menyerang. Ceko lebih bertahan dengan memanfaatkan serangan balik. Di atas kertas, Portugal masih diunggulkan, presentasi 53 banding 47 dengan peluang draw cukup besar.
***
No comments:
Post a Comment