Piala Eropa 19 Juni 2008
Pro SINAR HARAPAN
UEFA Euro 2008 :
Pro SINAR HARAPAN
UEFA Euro 2008 :
Babak Perempat Final
Jerman “Survive” Lagi?
Oleh : John Halmahera
Beberapa pilar penting dari skuad Portugal, Cristiano Ronaldo, Ricardo Carvalho, Deco, Petit, Nuno Gomes bisa istirahat lebih lama dibanding semua pemain Jerman. Sejak memastikan lolos dengan kemenangan 3-1 atas Ceko, pelatih Luis Felippe Scolari sudah memplot rencana istirahat bagi pemain intinya. Tak ada kepentingan memainkan mereka di laga terakhir lawan tuan rumah Swiss. Itu artinya Ronaldo Cs memiliki waktu istirahat 8 hari. Harapan Scolari, delapan dari skuad XI itu akan tampil segar di perempatfinal.
Kondisi segar, fit tanpa ada pemain inti yang cidera serius, maka Scolari bisa bernafas lega dan leluasa menerapkan strategi untuk meloloskan timnya ke semifinal. Tak boleh ada error dalam permainan. Lini pertahanan yang digalang centreback Chelsea, Ricardo Carvalho harus main sempurna tanpa kesalahan sekecil apapun, mengingat Jerman punya penyerang eksekutor seperti Miroslav Klose, Mario Gomes, Oliver Neuville, Lukas Podolski yang bisa memanfaatkannya menjadi gol. Begitu juga di lini depan, Ronaldo dan Nuno Gomez bahkan para gelandang Simao, Petit juga dituntut lebih produktif harus mencetak gol dari peluang yang tercipta.
Euro 2008 memasuki babak knock-out atau sistem gugur. Dari delapan tim yang lolos hanya akan tersisa empat kesebelasan yang berhak ke semifinal. Salah satunya adalah pemenang partai di kota Basel dini hari nanti, Portugal atau Jerman. Dalam bursa taruhan William Hill House, selain Spanyol dua tim ini diunggulkan menembus grand-final. Ironis bahwa salah satu harus tersingkir di perempatfinal, dari permainan 90 menit sampai perpanjangan waktu bahkan juga adu pinalti. Semua tim harus disiapkan untuk bisa tampil 120 menit plus melatih sederet pemain untuk adu pinalti. Butuh konsentrasi permainan yang maksimal sejak dari awal.
Portugal memiliki keuntungan besar, waktu istirahat lebih panjang dibanding Jerman. Sebagian skuad Scolari istirahat 8 hari, sebagian lain yang turun dalam laga terakhir punya waktu rehat 4 hari. Sementara Jerman hanya punya waktu recovery 3 hari. Apalagi dalam laga terakhir diWina, Ballack Cs harus menguras tenaga main “all-out” mengalahkan tuan rumah Austria yang didukung seantero stadion. Ibaratnya tim panser baru saja keluar dari “neraka Wina”, tiga hari berikutnya masuk “kawah candradimuka” kota Basel.
Joachim Low bangga skuadnya bisa lolos dari hadangan Austria dalam partai keras yang melelahkan. Namun kini, Low dipaksa berpikir keras mengingat dua pilarnya yang paling vital sedang cidera, Lukas Podolski pencetak 3 gol dan Torsten Frings pekerja keras lapangan tengah yang dalam tim panser merupakan jenderal nomor dua setelah Michael Ballack. Keduanya cidera oleh tackling keras pemain-pemain Austria. Dan sampai 24 jam sebelum kick-off belum ketahuan apakah keduanya bisa dimainkan menghadapi Portugal.
Dalam tiga hari ini Torsten Frings berjuang keras memulihkan cidera agar bisa tampil di perempatfinal. Dia cidera di babak kedua namun memaksa diri melanjutkan sampai akhir. Dugaan tulang rusuknya patah, mungkin retak, selesai pertandingan dia diantar dokter Hans-Wilhelm Muller-Wohlfart menjalani pemeriksaan di Lugano. Joachim Low akan menanti konfirmasi sampai menit terakhir, mengingat gelandang Werder Bremen 31 tahun itu pemain kunci dan sangat berarti bagi Jerman.
Jerman benar-benar dalam keadaan tidak nyaman. Mereka tampil buruk dalam dua pertandingan pertama. Pers mengeritik habis Low dan skuadnya. Penampilan mereka meningkat di laga lawan Austria. Tetapi sayang kondisi Frings dan Podolski cidera yang menambah keraguan orang akan kemampuan Jerman mengatasi Portugal. Kapten tim mengakui bahwa Portugal kini diunggulkan. “Mereka jadi favorit. Tetapi kami masih bisa memperlihatkan kemampuan, ini komitmen semua pemain,”kata Ballack.
Saat laga lawan Austria, skuad panser memperlihatkan mental juara. Keadaan sangat menyudutkan mereka. Seakan seisi kota Wina memusuhi mereka. Hiruk pikuk supporter tuan rumah memberikan tekanan luar biasa pada skuad Jerman. Seakan-akan kota Wina dalam keadaan darurat. Karenanya kemenangan itu sangat membanggakan Ballack Cs dan menjadi motivasi tambahan untuk menghadapi Portugal.
Jerman kontra Portugal, laga dua tim menyerang. Portugal tidak main seperti Kroasia dan Austria yang bertahan rapat. Gaya main Portugal yang menyerang dan terbuka akan membuat Jerman bisa tampil dengan gaya asli. Scolari tidak hanya punya Cristiano Ronaldo tapi banyak pemain dengan kualitas mumpuni yang sulit dikontrol. Tapi Jerman juga punya pemain top-quality yang tidak kalah kelas.
Portugal masih mengandalkan Ronaldo yang berambisi merebut gelar ketiga setelah dengan MU dia merebut gelar liga premier dan liga Champions. Tetapi Jerman tak akan membiarkan Ronaldo leluasa manuver. Jika pressure ala panser bisa dimainkan Ballack Cs maka peluang Jerman benar-benar fifty-fifty seperti optimisme kubu panser. Selain masalah kondisi Frings dan Podolski, kubu Jerman ditimpa petaka dengan hukuman pada Joachim Low yang dilarang mendampingi timnya. Jerman memang underdog, tetapi Ballack Cs ingin mengulang kemenangan 3-1 di perebutan peringkat tiga Piala Dunia 2006 kemarin. Akankah Jerman “survive” lagi seperti saat mereka lolos dari hadangan Austria? Peluang menang bagi Jerman masih ada, 51 persen banding 49. Untuk menang, tergantung pada kondisi fisik, psikologi dan taktik. Tim yang baik dalam tiga aspek ini, akan keluar sebagai pemenang. ***
Jerman “Survive” Lagi?
Oleh : John Halmahera
Beberapa pilar penting dari skuad Portugal, Cristiano Ronaldo, Ricardo Carvalho, Deco, Petit, Nuno Gomes bisa istirahat lebih lama dibanding semua pemain Jerman. Sejak memastikan lolos dengan kemenangan 3-1 atas Ceko, pelatih Luis Felippe Scolari sudah memplot rencana istirahat bagi pemain intinya. Tak ada kepentingan memainkan mereka di laga terakhir lawan tuan rumah Swiss. Itu artinya Ronaldo Cs memiliki waktu istirahat 8 hari. Harapan Scolari, delapan dari skuad XI itu akan tampil segar di perempatfinal.
Kondisi segar, fit tanpa ada pemain inti yang cidera serius, maka Scolari bisa bernafas lega dan leluasa menerapkan strategi untuk meloloskan timnya ke semifinal. Tak boleh ada error dalam permainan. Lini pertahanan yang digalang centreback Chelsea, Ricardo Carvalho harus main sempurna tanpa kesalahan sekecil apapun, mengingat Jerman punya penyerang eksekutor seperti Miroslav Klose, Mario Gomes, Oliver Neuville, Lukas Podolski yang bisa memanfaatkannya menjadi gol. Begitu juga di lini depan, Ronaldo dan Nuno Gomez bahkan para gelandang Simao, Petit juga dituntut lebih produktif harus mencetak gol dari peluang yang tercipta.
Euro 2008 memasuki babak knock-out atau sistem gugur. Dari delapan tim yang lolos hanya akan tersisa empat kesebelasan yang berhak ke semifinal. Salah satunya adalah pemenang partai di kota Basel dini hari nanti, Portugal atau Jerman. Dalam bursa taruhan William Hill House, selain Spanyol dua tim ini diunggulkan menembus grand-final. Ironis bahwa salah satu harus tersingkir di perempatfinal, dari permainan 90 menit sampai perpanjangan waktu bahkan juga adu pinalti. Semua tim harus disiapkan untuk bisa tampil 120 menit plus melatih sederet pemain untuk adu pinalti. Butuh konsentrasi permainan yang maksimal sejak dari awal.
Portugal memiliki keuntungan besar, waktu istirahat lebih panjang dibanding Jerman. Sebagian skuad Scolari istirahat 8 hari, sebagian lain yang turun dalam laga terakhir punya waktu rehat 4 hari. Sementara Jerman hanya punya waktu recovery 3 hari. Apalagi dalam laga terakhir diWina, Ballack Cs harus menguras tenaga main “all-out” mengalahkan tuan rumah Austria yang didukung seantero stadion. Ibaratnya tim panser baru saja keluar dari “neraka Wina”, tiga hari berikutnya masuk “kawah candradimuka” kota Basel.
Joachim Low bangga skuadnya bisa lolos dari hadangan Austria dalam partai keras yang melelahkan. Namun kini, Low dipaksa berpikir keras mengingat dua pilarnya yang paling vital sedang cidera, Lukas Podolski pencetak 3 gol dan Torsten Frings pekerja keras lapangan tengah yang dalam tim panser merupakan jenderal nomor dua setelah Michael Ballack. Keduanya cidera oleh tackling keras pemain-pemain Austria. Dan sampai 24 jam sebelum kick-off belum ketahuan apakah keduanya bisa dimainkan menghadapi Portugal.
Dalam tiga hari ini Torsten Frings berjuang keras memulihkan cidera agar bisa tampil di perempatfinal. Dia cidera di babak kedua namun memaksa diri melanjutkan sampai akhir. Dugaan tulang rusuknya patah, mungkin retak, selesai pertandingan dia diantar dokter Hans-Wilhelm Muller-Wohlfart menjalani pemeriksaan di Lugano. Joachim Low akan menanti konfirmasi sampai menit terakhir, mengingat gelandang Werder Bremen 31 tahun itu pemain kunci dan sangat berarti bagi Jerman.
Jerman benar-benar dalam keadaan tidak nyaman. Mereka tampil buruk dalam dua pertandingan pertama. Pers mengeritik habis Low dan skuadnya. Penampilan mereka meningkat di laga lawan Austria. Tetapi sayang kondisi Frings dan Podolski cidera yang menambah keraguan orang akan kemampuan Jerman mengatasi Portugal. Kapten tim mengakui bahwa Portugal kini diunggulkan. “Mereka jadi favorit. Tetapi kami masih bisa memperlihatkan kemampuan, ini komitmen semua pemain,”kata Ballack.
Saat laga lawan Austria, skuad panser memperlihatkan mental juara. Keadaan sangat menyudutkan mereka. Seakan seisi kota Wina memusuhi mereka. Hiruk pikuk supporter tuan rumah memberikan tekanan luar biasa pada skuad Jerman. Seakan-akan kota Wina dalam keadaan darurat. Karenanya kemenangan itu sangat membanggakan Ballack Cs dan menjadi motivasi tambahan untuk menghadapi Portugal.
Jerman kontra Portugal, laga dua tim menyerang. Portugal tidak main seperti Kroasia dan Austria yang bertahan rapat. Gaya main Portugal yang menyerang dan terbuka akan membuat Jerman bisa tampil dengan gaya asli. Scolari tidak hanya punya Cristiano Ronaldo tapi banyak pemain dengan kualitas mumpuni yang sulit dikontrol. Tapi Jerman juga punya pemain top-quality yang tidak kalah kelas.
Portugal masih mengandalkan Ronaldo yang berambisi merebut gelar ketiga setelah dengan MU dia merebut gelar liga premier dan liga Champions. Tetapi Jerman tak akan membiarkan Ronaldo leluasa manuver. Jika pressure ala panser bisa dimainkan Ballack Cs maka peluang Jerman benar-benar fifty-fifty seperti optimisme kubu panser. Selain masalah kondisi Frings dan Podolski, kubu Jerman ditimpa petaka dengan hukuman pada Joachim Low yang dilarang mendampingi timnya. Jerman memang underdog, tetapi Ballack Cs ingin mengulang kemenangan 3-1 di perebutan peringkat tiga Piala Dunia 2006 kemarin. Akankah Jerman “survive” lagi seperti saat mereka lolos dari hadangan Austria? Peluang menang bagi Jerman masih ada, 51 persen banding 49. Untuk menang, tergantung pada kondisi fisik, psikologi dan taktik. Tim yang baik dalam tiga aspek ini, akan keluar sebagai pemenang. ***
No comments:
Post a Comment