Monday, June 2, 2008

Euro 2008 Piala Eropa 2008

Artikel Piala Eropa 04/30 Mei 2008
Pro SINAR HARAPAN


UEFA Euro 2008
Russia Mengharap Sentuhan Midas Sang Penyihir

Oleh : John Halmahera

Pers Russia menjuluki Guus Hiddink “penyihir” jauh sebelum tim beruang merah lolos kualifikasi menuju pentas UEFA Euro 2008 dalam satu hari yang penuh keajaiban. Penyerang sayap Yuri Zhirkov berkata,”julukan apalagi yang tepat untuknya, dia telah membawa banyak tim menembus Piala Dunia dan Piala Eropa.”
Setelah partai perdana draw lawan Kroasia dan Israel, skuad Hiddink ini memetik 5 kemenangan dari 6 partai. Satu-satunya hasil draw ketika main di kandang Kroasia 0-0. Kemudian main di Wembley dan kalah telak 0-3 dari tuan rumah tetapi membalasnya di Moskow 2-1 dimana cadangan Roman Pavlyuchenko mencetak dua gol dalam lima menit di babak kedua. Hasil di Moskow menempatkan Russia di posisi dua grup dengan sisa dua partai tandang, lawan Israel dan Andorra. “Tak mungkin kita kalah di Israel, toh mereka sudah pasti tidak lolos,”kata Hiddink.
Kenyataannya, beruang merah kalah 1-2 dan drop ke posisi tiga. Kroasia teratas, Inggris posisi dua. Harapan Russia menipis karena Inggris hanya butuh draw dari tamu Kroasia yang sudah memastikan diri lolos ke Euro. Tetapi keajaiban datang, Inggris kalah 2-3 di Wembley dari Kroasia sementara beruang merah dengan 10 pemain menang tipis 1-0 di kandang Andorra, lewat gol tunggal Dmitri Sychev.
Russia punya reputasi di UEFA Euro, empat kali finalis 1960, 1964, 1972 dan 1988 tetapi hanya sukses juara di turnamen pembukaan 1960. Itu kisah masa lalu, kata pers Russia. Kini mereka berharap “sang penyihir” Guus Hiddink membuat kejutan seperti Otto Rehhagel mengejutkan dunia dengan mengantar Yunani juara Euro 2004.
Tahun 1996 muncul harapan Russia menoreh sejarah ketika mereka gemilang di babak kualifikasi, dari 10 partai mereka mengumpulkan nilai 26 memuncaki Finlandia, Yunani, Skotlandia, Kep Faroe dan San Marino. Namun di putaran final kalah 1-2 dari Italia dan 0-3 dari Jerman. Dalam posisi tersingkir justru bermain bagus draw 3-3 lawan Rep Ceko. Empat tahun lalu kiprah Russia di Portugal masih saja buruk. Kalah dalam dua laga awal, 0-1 dari Spanyol dan 0-2 dari Portugal, beruang merah langsung tersingkir. Seperti kisah 1996 dalam posisi sudah tersingkir Russia justru main bagus menekuk Yunani 2-1, dua gol yang dicetak Dmitri Kirichenko dan Dmitri Bulykin.
Selama partisipasinya di UEFA Euro, Russia –dulunya Uni Soviet- memainkan 48 pertandingan dengan 27 menang, 10 draw dan 11 kalah. Mencetak 100 gol dan kemasukan 48 gol, cukup produktif. Empat puluh delapan tahun tanpa gelar bergengsi, hampir separuh abad, sungguh waktu yang panjang, yang membuat semua pecandu bola negeri itu putus asa. Datangnya Hiddink sang penyihir membangkitkan semangat.
Dijuluki sang penyihir, Hiddink disebut-sebut punya sentuhan Midas –the Midas touch- apa yang disentuhnya langsung menjadi emas, legenda raja Midas. Dia dikontrak April 2006 setelah membawa PSV Eindhoven juara Belanda dan sebelum mengantar Australia lolos ke babak knock down Germany 2006. Dia membawa Oranye ke semifinal 1998, dan Korea Selatan juga semifinal Piala Dunia 2002. Dia nyaris membawa sukses Australia sebelum timnya digagalkan pinalti Italia di putaran dua Germany 2006. Reputasi dan pengalamannya di level klub cukup gemilang. Sekarang dia menjanjikan gelar kepada tim beruang merah.

Sukses klub FC Zenit St Petersburg menggondol gelar UEFA Cup kemarin berdampak kepercayaan diri tim asuhan Hiddink. Namun toh pelatih asal Belanda itu tidak membentuk timnya dengan Zenit sebagai sentral kekuatan. Hal itu diperlihatkan Russia ketika menggunduli Kazakstan 6-0 dan menang tipis 2-1 atas Serbia, dua uji coba kemarin. Dibawah mistar, kipper CSKA Moskva, Igor Akinfeev masih yang utama, dibayangi kiper Zenit, Vyacheslav Malafeev.

Biasanya Hiddink memainkan pola 3-5-2 dengan tiga bek CSKA Moskva jadi andalan, Vasili Berezutski, Sergei Ignashevich, Aleksei Berezutski. Namun dalam uji-coba terakhir, dia memainkan dua bek Zenit Petersburg, Aleksandr Anyukov dan Roman Shirokov bersama Denis Kolodin (Dinamo Moskva). Di babak kedua, Vasili Berezutski menggantikan Anyukov. Pola tiga bek terkadang diubah ke empat bek dari pola 4-5-1 atau 4-4-2 dengan Anyukov menjadi defender ke-empat.

Selain perubahan pola yang ditampilkan di tengah permainan, pertahanan Russia makin solid dengan memadatkan lini tengah. Lima pemain atau terkadang enam pemain berjejal di lini tengah beruang merah. Dua pemain tertua, 30 tahun, Igor Semshov (Dinamo Moskva) dan Konstantin Zyrianov (Zenit Petersburg) menjadi jangkar dan pilar kekuatan lini tengah yang membantu solidnya pertahanan. Tiga gelandang lainnya karakter menyerang, Hidink punya beberapa calon yang sama peluangnya menjadi starter. Namun pilihan utama adalah kapten Lokomotiv Moskva, Diniyar Bilyaletdinov yang sudah 20 cas ersama beruang merah bersama rekan seklubnya Dimitri Torbinskiy selain Yuri Zhirkov (CSKA Moskva), Vladimir Bystrov (Spartak Moskva) dan veteran 32 tahun lainnya, Sergei Semak dari klub Rubin Kazan.

Perhatian pada lini tengah dengan memaksimalkan aspek pertahanan, membuat Russia hanya kemasukkan 7 gol dari 12 pertandingan kualifkasi Euro 2006, sama dengan gol kemasukkan di gawang Inggris. Pola main Russia yang cenderung bertahan tidak bisa lepas dari keterbatasan pengalaman para pemainnya yang tak satupun dikontrak klub-klub besar Eropa. Hal ini bisa menjadi pemicu semangat para pemain untuk menoreh prestasi agar dilirik klub-klub besar itu.

Jika pertahanan sudah memperlihatkan hasil sebaliknya daya serang masih belum menggembirakan, dari 12 pertandingan kualifkasi ssia hanya mencetak 18 gol. Serangan balik melalui saap menjadi andalan Russia. Dua penyerangnya, Pavel Pogrebnyak dan Roman Pavlyuchenko menjadi perhatian Hiddink ketika keduanya menjadi peentu kemenangan 2-1 atas Serbia kemarin. Pogrebnyak dari striker andalan Zenit Petersburg menjadi starter namun cedera setelah dia mencetak gol. Pavlyuchenko (Spartak Moskva) masuk menggantikan dan ikut menyumang gol.

Sayang sekali, striker yang paling diandalkan Andrei Arshavin juga dari Zenit Petersburg harus menjalani skorsing dua pertandingan awal. Striker ini sering berfungsi-peran di midfield membuat lini tengah menjadi enam orang dalam stuasi kehilangan bola. Guus Hiddink punya serdadu penyerang lainnya yang bisa diandalkan Dmitri Sychev (Lokomotiv Moskva) dan Ivan Saenko (Nurnberg).

Pers Russia semakin percaya diri bahwa “sentuhan Midas” Guus Hiddink “sang penyihir” diharapkan membawa Russia sukses. Skuad beruang merah sudah siap untuk menjalani persaingan keras di grup D yang dihuni dua juara Euro lainnya, Spanyol dan Yunani serta tim elit Swedia.

Skuad Hiddink akan turun laga perdana di stadion Tivoli Neu kota Innsbruck Selasa 10 Juni lawan tim matador Spanyol. Empat hari kemudian di stadion Wals-Siezenheim kota Salzburg menghadapi juara bertahan Yunani. Partai terakhir di grupnya, Rabu 18 Juni di stadion Tivoli Neu mencoba kekuatan Swedia. Persiapan tehnik dan materi pemain tim Russia cukup menjanjikan, namun persoalan mental-tanding akan menjadi titik lemah. Mungkinkah sentuhan Midas dari Guus Hiddink bisa menyihir dan memperbaiki titik lemah itu, merupakan tanda-tanya. ***



No comments: