Artikel Piala Eropa 6 Juni 2008
Pro SINAR HARAPAN
Piala Eropa 2008
Tehnik Portugal Diuji Fisik Turki
Oleh : John Halmahera
Pertarungan Portugal vs Turki tak cuma melibatkan keringat dan kerja keras pemain di lapangan, juga kejelian mengatur strategi kedua pelatih yang berseberangan. Kualitas Luiz Fulipe Scolari sudah terbukti ketika mengantar samba Brazil juara dunia 2002. Menukangi tim Portugal, dia sudah membawanya ke grand final Euro 2004 dimana Portugal kalah 0-1 dari Yunani, dan semifinal Piala Dunia Germany 2006. Portugal sudah begitu dekat dengan gelar bergengsi itu, tetapi keberuntungan memisahkannya. Kini di Euro 2008, Scolari dan skuadnya berambisi membawa piala Henry Delaunay yang selama ini belum pernah singgah di Lisbon. Lawan pertamanya, Turki di stade de Geneve kota Jenewa Sabtu 7 Juni jam 20.45 atau hari Minggu 8 Juni jam 02.45 WIB.
Di kubu Turki, pelatih Fatih Terim yang dijuluki “imperator (the emperor)” atas prestasi dan kepemimpinannya selama ini, akan mempersiapkan strategi khusus membendung Portugal yang diatas kertas diunggulkan. Terim akan membatasi dan persempit ruang gerak superstar Cristian Ronaldo. Jika tidak, maka kelincahan, manuver dan umpan-umpan Ronaldo akan menciptakan masalah di lini belakang Turki.
Taktik Scolari sulit ditebak. Di kantongnya ada beberapa formasi dan yang akan dikeluarkannya tergantung situasi permainan. Tidak jarang dia mengganti formasi ditengah permainan. Dia pernah mencoba 3-4-3 untuk Portugal, formasi agresif yang membuat Brasil juara dunia 2002. Dia pernah memainkan Portugal dalam formasi
4-2-3-1 atau 4-3-3 atau 5-4-1.
Apapun taktiknya, Ronaldo tetap jadi pilihan utama. Dia memiliki beberapa penyerang pendukung yang disesuaikan dengan formasi serangnya. Rekan seklub Ronaldo, Nani. Juga Hugo Almeida (Werder Bremen), Helder Postiga (Panathinaikos), Nuno Gomes (Benfica) dan striker subur Ricardo Quaresma (Porto) yang sedang dibujuk Jose Mourinho bergabung ke Inter Milan musim depan.
Di atas kertas Portugal akan memetik tiga angka, peluangnya 53 banding 47. Kualitas pemain head-to-head Portugal lebih unggul Tetapi persaingan merebut dominasi lini tengah akan menentukan. Scolari punya Deco playmaker Barcelona dan Petit dari Benfica yang sudah pasti jadi inti. Gelandang lain Joao Moutinho (Sporting Portugal), dan Raul Meireles (Porto) akan bersaing merebut posisi sebelas.
Sementara Terim punya pekerja keras dan disiplin di lini tengah, Emre Belozoglu (Newcastle), Hamit Altintop (Bayern Munchen), Tuncay Sanli (Middlesbrough), dan dua gelandang sayap Gokdeniz Karadeniz (Rubin Kazan FC), dan Tumer Metin (Larissa FC). Tiga penyerangnya, Nihat Kahveci (Villarreal FC), Semith Santurk (Fenerbache SK) dan Mevlut Erding (Sochaux-Montbeliard) bisa berfungsi gelandang pada saat hilang bola.
Turki jika berada pada top form seperti ketika mereka menembus semifinal dan menempati peringkat tiga Piala Dunia 2002 adalah tim yang bisa mengalahkan tim-tim besar. Inilah yang membuat Scolari dan skuadnya serius dalam persiapan menjelang laga perdananya. “Jika bisa menembus laga perdana ini, maka semuanya akan berjalan lancer,” kata Scolari.
Sama halnya dengan Terim dan skuadnya, yang percaya diri dan optimis bisa mencuri angka dari Portugal. “Kami akan berusaha keras memenangkan laga perdana,” Kata Terim.
Gaya Turki yang lugas, cepat dan bertenaga serta cepat dalam serangan-balik akan jadi pegangan Terim untuk mencuri angka. Terim tak ingin main bertahan karena dia pun inginkan kemenangan. Namun untuk mengganjal kecepatan Portugal, Terim akan menjejali lini tengahnya dengan paling sedikit 5 pemain yang bertenaga dengan fisik mumpuni. Pola main kegemaran Terim 4-4-2 yang bisa dipecah ke varian 4-3-1-2 atau
4-1-3-2 dan 4-1-2-1-2 dengan instruksi dua ujungtombak turun ke midfield saat hilang bola dan semua pemain melakukan pressure rapat saat hilang bola.
Turki selalu tampil dengan semangat luar biasa setiap menjadi tim underdog dalam pertandingan. Inilah kunci keberhasilan Emre dkk ketika mereka mempersulit Brazil dan hanya kalah tipis 0-1 di semifinal Piala Dunia 2002. Dalam kompetisi besar macam Piala Eropa, suatu tim besar pun bisa tersingkir, apalagi tim underdog, itulah yang menarik dari sepakbola. “Cukup sederhana, ada waktunya dimana tim anda tak bisa menang,” kata Fatih Terim.
***
Pro SINAR HARAPAN
Piala Eropa 2008
Tehnik Portugal Diuji Fisik Turki
Oleh : John Halmahera
Pertarungan Portugal vs Turki tak cuma melibatkan keringat dan kerja keras pemain di lapangan, juga kejelian mengatur strategi kedua pelatih yang berseberangan. Kualitas Luiz Fulipe Scolari sudah terbukti ketika mengantar samba Brazil juara dunia 2002. Menukangi tim Portugal, dia sudah membawanya ke grand final Euro 2004 dimana Portugal kalah 0-1 dari Yunani, dan semifinal Piala Dunia Germany 2006. Portugal sudah begitu dekat dengan gelar bergengsi itu, tetapi keberuntungan memisahkannya. Kini di Euro 2008, Scolari dan skuadnya berambisi membawa piala Henry Delaunay yang selama ini belum pernah singgah di Lisbon. Lawan pertamanya, Turki di stade de Geneve kota Jenewa Sabtu 7 Juni jam 20.45 atau hari Minggu 8 Juni jam 02.45 WIB.
Di kubu Turki, pelatih Fatih Terim yang dijuluki “imperator (the emperor)” atas prestasi dan kepemimpinannya selama ini, akan mempersiapkan strategi khusus membendung Portugal yang diatas kertas diunggulkan. Terim akan membatasi dan persempit ruang gerak superstar Cristian Ronaldo. Jika tidak, maka kelincahan, manuver dan umpan-umpan Ronaldo akan menciptakan masalah di lini belakang Turki.
Taktik Scolari sulit ditebak. Di kantongnya ada beberapa formasi dan yang akan dikeluarkannya tergantung situasi permainan. Tidak jarang dia mengganti formasi ditengah permainan. Dia pernah mencoba 3-4-3 untuk Portugal, formasi agresif yang membuat Brasil juara dunia 2002. Dia pernah memainkan Portugal dalam formasi
4-2-3-1 atau 4-3-3 atau 5-4-1.
Apapun taktiknya, Ronaldo tetap jadi pilihan utama. Dia memiliki beberapa penyerang pendukung yang disesuaikan dengan formasi serangnya. Rekan seklub Ronaldo, Nani. Juga Hugo Almeida (Werder Bremen), Helder Postiga (Panathinaikos), Nuno Gomes (Benfica) dan striker subur Ricardo Quaresma (Porto) yang sedang dibujuk Jose Mourinho bergabung ke Inter Milan musim depan.
Di atas kertas Portugal akan memetik tiga angka, peluangnya 53 banding 47. Kualitas pemain head-to-head Portugal lebih unggul Tetapi persaingan merebut dominasi lini tengah akan menentukan. Scolari punya Deco playmaker Barcelona dan Petit dari Benfica yang sudah pasti jadi inti. Gelandang lain Joao Moutinho (Sporting Portugal), dan Raul Meireles (Porto) akan bersaing merebut posisi sebelas.
Sementara Terim punya pekerja keras dan disiplin di lini tengah, Emre Belozoglu (Newcastle), Hamit Altintop (Bayern Munchen), Tuncay Sanli (Middlesbrough), dan dua gelandang sayap Gokdeniz Karadeniz (Rubin Kazan FC), dan Tumer Metin (Larissa FC). Tiga penyerangnya, Nihat Kahveci (Villarreal FC), Semith Santurk (Fenerbache SK) dan Mevlut Erding (Sochaux-Montbeliard) bisa berfungsi gelandang pada saat hilang bola.
Turki jika berada pada top form seperti ketika mereka menembus semifinal dan menempati peringkat tiga Piala Dunia 2002 adalah tim yang bisa mengalahkan tim-tim besar. Inilah yang membuat Scolari dan skuadnya serius dalam persiapan menjelang laga perdananya. “Jika bisa menembus laga perdana ini, maka semuanya akan berjalan lancer,” kata Scolari.
Sama halnya dengan Terim dan skuadnya, yang percaya diri dan optimis bisa mencuri angka dari Portugal. “Kami akan berusaha keras memenangkan laga perdana,” Kata Terim.
Gaya Turki yang lugas, cepat dan bertenaga serta cepat dalam serangan-balik akan jadi pegangan Terim untuk mencuri angka. Terim tak ingin main bertahan karena dia pun inginkan kemenangan. Namun untuk mengganjal kecepatan Portugal, Terim akan menjejali lini tengahnya dengan paling sedikit 5 pemain yang bertenaga dengan fisik mumpuni. Pola main kegemaran Terim 4-4-2 yang bisa dipecah ke varian 4-3-1-2 atau
4-1-3-2 dan 4-1-2-1-2 dengan instruksi dua ujungtombak turun ke midfield saat hilang bola dan semua pemain melakukan pressure rapat saat hilang bola.
Turki selalu tampil dengan semangat luar biasa setiap menjadi tim underdog dalam pertandingan. Inilah kunci keberhasilan Emre dkk ketika mereka mempersulit Brazil dan hanya kalah tipis 0-1 di semifinal Piala Dunia 2002. Dalam kompetisi besar macam Piala Eropa, suatu tim besar pun bisa tersingkir, apalagi tim underdog, itulah yang menarik dari sepakbola. “Cukup sederhana, ada waktunya dimana tim anda tak bisa menang,” kata Fatih Terim.
***
No comments:
Post a Comment